Jay Idzes Jadi Sorotan AFC Menjelang Piala Asia 2027

Jay Idzes Jadi Sorotan AFC Menjelang Piala Asia 2027

Jakarta | Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memasukkan Jay Idzes sebagai salah satu pemain yang patut diperhatikan menjelang Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Penilaian ini menegaskan besarnya peran kapten Timnas Indonesia tersebut dalam perkembangan skuad Garuda, terutama ketika persaingan sepak bola Asia semakin ketat. Idzes bukan sekadar pemain yang mengisi barisan belakang, melainkan sosok sentral yang membantu menjaga keseimbangan dan kepercayaan diri tim.

Di jantung pertahanan, Idzes dinilai memiliki pengaruh besar melalui kemampuannya membaca permainan, mengatur posisi rekan, serta menghadapi tekanan lawan dengan tenang. Kepemimpinannya terlihat dalam cara ia mengawal lini belakang dan menjaga koordinasi antarpemain. Sikap tenang itu menjadi modal penting, khususnya ketika Indonesia harus menghadapi lawan dengan kualitas serangan dan pengalaman internasional yang tinggi.

Perhatian AFC terhadap Idzes juga berkaitan dengan perubahan yang tengah berlangsung di tubuh Timnas Indonesia. Skuad Garuda semakin kompetitif dan mampu menantang tim-tim kuat di kawasan. Dalam proses tersebut, kehadiran pemain yang dapat diandalkan di sektor pertahanan membantu tim membangun fondasi yang lebih kokoh. Peran Idzes sebagai kapten turut memberi arah bagi rekan-rekannya, baik dalam menjaga disiplin maupun merespons situasi sulit selama pertandingan.

Pengalaman Idzes bermain di kompetisi papan atas Eropa dipandang sebagai bekal berharga bagi Indonesia. Ia terbiasa menghadapi intensitas tinggi, tuntutan taktik yang beragam, dan pemain dengan kualitas individu kuat. Pengalaman semacam itu dapat memperkaya pendekatan tim serta membantu pemain lain memahami standar persaingan internasional. Meski demikian, pencapaian di turnamen mendatang tetap akan bergantung pada kerja kolektif seluruh skuad.

Menjelang Piala Asia 2027, sorotan terhadap Idzes mencerminkan harapan atas kontribusinya sekaligus pengakuan atas kemajuan Indonesia. AFC menempatkannya dalam daftar pemain yang layak diikuti, dengan perhatian pada kepemimpinan, ketenangan, dan dampaknya di lini belakang. Informasi yang tersedia dalam permintaan ini tidak memuat kutipan langsung AFC, sehingga penilaiannya disampaikan secara tidak langsung tanpa mengarang pernyataan verbatim. Bagi Garuda, konsistensi sang kapten dapat menjadi salah satu unsur penting dalam menghadapi tantangan di Arab Saudi.

Perjalanan Jay Idzes di sepak bola dimulai di Belanda melalui jalur pembinaan usia muda. Pada 2009, ia bergabung dengan akademi PSV Eindhoven, sebuah tahap awal yang menjadi bagian dari prosesnya mengenal dan mengembangkan kemampuan sebagai pemain. Masa di akademi membuka ruang bagi Idzes untuk menjalani pembinaan terstruktur sebelum melanjutkan langkah ke lingkungan klub berikutnya. Urutan awal karier ini menunjukkan bahwa kiprahnya terbentuk secara bertahap, dimulai dari sepak bola usia muda sebelum beralih menuju tingkat profesional.

Pada 2016, Idzes melanjutkan perjalanan tersebut bersama FC Eindhoven. Perpindahan ini menandai babak baru setelah masa awalnya di akademi PSV Eindhoven. Di FC Eindhoven, ia terus menempuh jalur sepak bola Belanda dan semakin dekat dengan kesempatan bermain pada level senior. Perkembangan dari pembinaan usia muda ke lingkungan klub yang lebih kompetitif menjadi bagian penting dalam rangkaian awal kariernya. Setiap tahap itu berlangsung secara berurutan, memperlihatkan proses Idzes menuju debut profesional.

Kesempatan tersebut datang pada 2018, ketika Idzes menjalani debut profesional di kasta kedua Liga Belanda. Debut itu menjadi penanda peralihannya dari pemain yang sedang dibina menuju pesepak bola yang tampil pada kompetisi senior. Bagi perjalanan kariernya, momen tersebut menghubungkan masa pembinaan dan pengalaman pertandingan profesional. Setelah memulai kiprah seniornya di kompetisi itu, Idzes kemudian menjalani periode bersama Go Ahead Eagles. Catatan awal ini memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang membentuk kariernya di Belanda.

Bersama Go Ahead Eagles, Idzes bermain selama tiga musim. Dalam periode tersebut, ia mencatatkan 93 penampilan dan mencetak tiga gol. Angka itu merangkum kontribusinya selama membela klub tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa Go Ahead Eagles menjadi bagian penting dalam perjalanan awalnya sebagai pemain profesional. Jika disusun berdasarkan waktu, kisahnya bergerak dari akademi PSV Eindhoven pada 2009, berlanjut ke FC Eindhoven pada 2016, lalu menuju debut profesional pada 2018 dan tiga musim bersama Go Ahead Eagles. Rangkaian tersebut menjadi dasar untuk memahami perjalanan karier Idzes di sepak bola Belanda sebelum namanya mendapat perhatian lebih luas.Kepindahan Jay Idzes ke Venezia FC pada 2023 menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Bek kelahiran Belanda yang membela tim nasional Indonesia itu bergabung ketika Venezia berkompetisi di Serie B, kasta kedua sepak bola Italia. Ia segera beradaptasi dengan tuntutan permainan klub dan memperoleh peran penting di lini belakang. Konsistensi, ketenangan saat menguasai bola, serta kemampuannya membaca serangan lawan menjadikannya salah satu pemain yang diandalkan sepanjang musim.

Kontribusi Idzes turut mengantar Venezia meraih promosi ke Serie A melalui babak play-off pada 2024. Keberhasilan tersebut membuka jalan baginya untuk tampil di tingkat tertinggi sepak bola Italia. Pada Agustus 2024, ia menjalani debut Serie A saat Venezia menghadapi Fiorentina. Penampilan itu menempatkannya dalam catatan sejarah sebagai pesepak bola Indonesia pertama yang bermain di kompetisi tersebut. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa pemain Indonesia dapat menembus liga elite Eropa melalui kerja keras dan performa yang konsisten.

Langkah bersejarah Idzes berlanjut pada Desember 2024. Dalam pertandingan melawan Juventus, ia mencetak gol yang menjadikannya pemain Asia Tenggara pertama yang membobol gawang lawan di Serie A. Gol tersebut mendapat perhatian luas, bukan hanya karena tercipta menghadapi salah satu klub paling dikenal di Italia, tetapi juga karena menandai capaian baru bagi sepak bola kawasan. Momen itu memperkuat reputasinya sebagai bek yang mampu memberi kontribusi dalam situasi menyerang, termasuk saat membantu tim memanfaatkan peluang dari bola mati.

Setelah kiprahnya bersama Venezia, Idzes memperkuat Sassuolo sejak Agustus 2025. Kepindahan itu memberinya tantangan baru dan kesempatan untuk melanjutkan karier di lingkungan kompetisi Italia yang sudah dikenalnya. Bersama klub tersebut, ia telah mencatatkan 38 penampilan, sebuah angka yang mencerminkan keterlibatannya dalam skuad. Pengalaman di dua klub Italia memperkaya pemahamannya terhadap tempo permainan, organisasi pertahanan, dan tuntutan taktis Serie A. Perjalanan dari promosi bersama Venezia hingga berkarier di Sassuolo menegaskan perkembangan Idzes sebagai pemain Indonesia yang mampu menjaga tempatnya di sepak bola Eropa.

Perjalanan Jay Idzes bersama Timnas Indonesia bermula setelah ia resmi memperoleh status sebagai warga negara Indonesia pada 2023. Perubahan status tersebut membuka jalan baginya untuk memperkuat tim nasional di level internasional. Bek yang berkarier di Eropa itu kemudian menjalani debut bersama Indonesia pada Maret 2024, saat skuad Garuda menghadapi Vietnam dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026. Penampilan perdana tersebut menjadi awal catatan internasionalnya bersama tim senior Indonesia, sekaligus memperkenalkannya kepada pendukung sepak bola nasional.

Lima hari setelah debut, Idzes kembali tampil ketika Indonesia bertandang menghadapi Vietnam. Dalam laga tandang itu, ia mencetak satu gol, sebuah catatan yang menandai awal kontribusi golnya untuk tim nasional. Rangkaian dua pertandingan tersebut memberikan gambaran awal mengenai keterlibatannya di skuad Indonesia: ia segera mendapat kesempatan bermain dalam agenda kompetitif dan turut mencatatkan namanya di papan skor. Catatan itu dapat disebut sebagai bagian dari rekam jejak internasionalnya, tanpa mengabaikan bahwa perjalanan seorang pemain bersama tim nasional terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Menjelang Piala Asia 2027 perhatian AFC terhadap Idzes juga berkaitan dengan tanggung jawabnya sebagai kapten dan perannya di lini.

Baca juga: Solar dari Lapak Penampungan di Tuban Diduga Diambil PT Trisaka Adi Rajasa, Legalitas Jadi Sorotan | Sinergi Babinsa dan PPL Pertanian dalam Pengubinan Menjelang Panen Padi