KABUPATEN SERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 September 2026, Sebanyak 105 warga Palestina yang tewas dalam rangkaian serangan Israel di Jalur Gaza dimakamkan secara massal hampir tiga tahun setelah serangan tersebut terjadi. Prosesi pemakaman berlangsung di kawasan Sheikh Radwan, barat laut Kota Gaza, dan menjadi penanda bagi para korban yang selama ini belum dimakamkan secara bersama-sama.
Ratusan warga menghadiri prosesi tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir. Pemakaman itu berlangsung dalam suasana duka, sekaligus mencerminkan besarnya dampak serangan yang melanda Gaza sejak Oktober 2023. Para korban merupakan warga yang meninggal dalam rangkaian serangan pada periode tersebut.
Pemakaman massal ini menyoroti lamanya proses penanganan jenazah di tengah situasi yang terus bergejolak. Setelah hampir tiga tahun, jenazah 105 warga Palestina akhirnya dimakamkan di Sheikh Radwan, kawasan yang berada di bagian barat laut Kota Gaza. Kehadiran ratusan warga menunjukkan bahwa peristiwa tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat setempat.
Prosesi tersebut juga memperbarui ingatan publik terhadap serangan-serangan yang menewaskan banyak warga Palestina pada Oktober 2023. Tanpa merinci identitas para korban, pemakaman ini menjadi penghormatan kolektif bagi mereka yang kehilangan nyawa dalam rangkaian kekerasan di Gaza. Penguburan dilakukan secara bersama-sama, sehingga satu prosesi mencakup 105 jenazah sekaligus.
Prosesi pemakaman 105 warga Gaza berlangsung dengan kehadiran keluarga korban dan warga setempat. Sebelum jenazah dibawa ke tempat pemakaman, keluarga melaksanakan salat jenazah sebagai bagian dari rangkaian penghormatan terakhir. Pelaksanaan salat tersebut menjadi tahapan awal sebelum rombongan bergerak menuju lokasi pemakaman.
Setelah salat jenazah selesai, jenazah disiapkan untuk dibawa oleh warga dan keluarga. Jenazah disebut dibungkus dengan bendera Palestina sebelum diangkat menuju kendaraan atau dibawa dalam rombongan pemakaman. Bendera itu tampak menjadi bagian dari prosesi yang mengiringi pemindahan jenazah dari lokasi salat menuju Pemakaman Martir.
Keluarga korban dan warga yang hadir mengikuti rangkaian tersebut hingga perjalanan menuju kawasan Sheikh Radwan. Pengantaran dilakukan secara bersama-sama, dengan jenazah dibawa menuju Pemakaman Martir sebagai tempat peristirahatan terakhir. Prosesi berlangsung setelah jenazah berada dalam penanganan selama hampir tiga tahun sejak serangan yang menewaskan para korban.
Di kawasan Sheikh Radwan, jenazah 105 warga Gaza kemudian dimakamkan. Urutan kegiatan mencakup salat jenazah oleh keluarga, pembungkusan jenazah dengan bendera Palestina, pengantaran oleh keluarga dan warga, serta pemakaman di Pemakaman Martir. Rangkaian itu menjadi bagian utama dari proses pemakaman yang dilakukan hampir tiga tahun setelah serangan, dengan warga hadir untuk mengiringi jenazah sampai ke lokasi pemakaman.
Tragedi yang menewaskan 105 warga Gaza bermula pada 25 Oktober 2023, ketika serangkaian serangan udara Israel menghantam kawasan di Kota Gaza. Serangan tersebut mengenai Gedung Al Taj serta sejumlah bangunan tempat tinggal yang berada di sekitar Yarmouk Square. Akibat rangkaian serangan itu, para korban yang kemudian dimakamkan tersebut kehilangan nyawa. Peristiwa ini menjadi latar belakang bagi proses pemakaman yang berlangsung hampir tiga tahun setelah kejadian.
Gedung Al Taj dan permukiman di sekitarnya menjadi lokasi utama yang disebut dalam kaitan dengan kematian 105 warga tersebut. Hubungan serangan dan jatuhnya korban dijelaskan secara langsung: serangkaian serangan udara Israel pada tanggal 25 Oktober 2023 menyebabkan para warga meninggal. Dengan demikian, pemakaman yang dilakukan jauh setelah peristiwa itu tidak berdiri sebagai kejadian terpisah, melainkan merupakan kelanjutan dari tragedi yang terjadi di kawasan sekitar Yarmouk Square, Kota Gaza.
Jarak waktu yang panjang serangan dan pemakaman menandai beratnya perjalanan penanganan jenazah para korban. Sebanyak 105 warga yang meninggal akibat serangan terhadap Gedung Al Taj dan bangunan tempat tinggal di sekitarnya baru dimakamkan hampir tiga tahun kemudian. Penyebutan tanggal, lokasi, serta kaitan sebab-akibat tersebut penting untuk memahami peristiwa ini secara utuh. Para korban bukan meninggal dalam kejadian yang berbeda, melainkan akibat serangkaian serangan udara Israel yang berlangsung pada 25 Oktober 2023 di kawasan Yarmouk Square, Kota Gaza.
Proses penemuan jenazah 105 warga Gaza dilakukan melalui pencarian dan evakuasi yang melibatkan Pertahanan Sipil Gaza bersama sebuah komite dari Mesir. Tim gabungan tersebut menelusuri lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat korban berada setelah serangan. Pekerjaan itu mencakup pencarian di reruntuhan, pengangkatan jasad, serta penanganan jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga atau pihak yang berwenang. Seluruh tahapan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi lokasi dan kemampuan tim di lapangan.
Jenazah para korban baru ditemukan hampir tiga tahun setelah serangan. Jarak waktu tersebut membuat proses pencarian berlangsung panjang sebelum jasad dapat dievakuasi dan diidentifikasi. Informasi mengenai setiap temuan disampaikan dengan memperhatikan proses verifikasi yang diperlukan, agar jenazah dapat dikaitkan dengan keluarga masing-masing secara tepat. Setelah proses pencarian dan evakuasi selesai, keluarga memperoleh kesempatan untuk menerima serta memakamkan korban sesuai dengan tata cara yang berlaku.
Pemakaman 105 warga tersebut menjadi penutup bagi penantian keluarga yang selama hampir tiga tahun menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota mereka. Sebelumnya, jasad yang belum ditemukan membuat keluarga tidak dapat melaksanakan pemakaman. Dengan ditemukannya korban melalui operasi bersama Pertahanan Sipil Gaza dan komite dari Mesir, tahapan pencarian berakhir dan jenazah dapat diserahkan untuk dimakamkan. Keterangan ini menegaskan rangkaian peristiwa secara terbatas: pencarian dilakukan setelah serangan, jasad ditemukan hampir tiga tahun kemudian, lalu dievakuasi dan dimakamkan oleh keluarga. Tidak ada kesimpulan lain yang disampaikan di luar proses tersebut.






