Keluarga Ceritakan Perjuangan Hasan, Pengemudi Ojol yang Terlindas Mobil di Blok M

Keluarga Ceritakan Perjuangan Hasan, Pengemudi Ojol yang Terlindas Mobil di Blok M

Serang | Hasan Syukur, 56 tahun, dikenal keluarganya sebagai sosok yang tekun bekerja. Ia sehari-hari mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online di Jakarta. Namun, pekerjaan itu membawanya menjadi korban kecelakaan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, setelah terlindas mobil. Saat Hasan menjalani perawatan di RS Fatmawati, keluarga berusaha mendampinginya dan mengenang kebiasaan Hasan yang tetap ingin bekerja meski usianya tidak lagi muda. Bagi mereka, semangat tersebut merupakan bagian dari karakter Hasan yang telah lama dikenal di rumah.

Kesaksian mengenai keseharian Hasan disampaikan oleh menantunya, Eko Priyono, saat ditemui di RS Fatmawati pada Senin, 26 Oktober 2026. Eko menggambarkan Hasan sebagai pekerja keras dan pribadi yang tidak mudah menyerah. Menurutnya, Hasan tetap berusaha menjalankan pekerjaan sebagai pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keluarga memahami bahwa mencari nafkah merupakan hal penting bagi Hasan, tetapi mereka juga kerap khawatir terhadap kondisi dan keselamatannya saat bekerja di jalan, terutama karena pekerjaan tersebut menuntutnya terus beraktivitas di tengah lalu lintas kota.

Eko mengatakan keluarga sebenarnya sudah meminta Hasan beristirahat di rumah dan tidak lagi memaksakan diri bekerja. Mereka juga pernah mengajaknya tinggal bersama keluarga di Serang, Banten, agar dapat lebih dekat dan memperoleh perhatian dari orang-orang terdekat. Ajakan itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian, bukan larangan untuk menentukan pilihan hidupnya. Meski demikian, Hasan memilih tetap merantau ke Jakarta dan melanjutkan pekerjaannya di ibu kota. Pilihan tersebut menunjukkan kuatnya keinginan Hasan untuk tetap mandiri dan bekerja, sekaligus menggambarkan kegelisahan keluarga yang berharap ia menjaga kesehatannya. Kini, saat Hasan dirawat setelah kecelakaan di Blok M, keluarga menunggu perkembangan kondisinya dan mengenang perjuangan serta keteguhan yang selama ini ia tunjukkan.

Menurut Eko, menantu Hasan, kehidupan keluarga Hasan terbagi Serang dan Jakarta. Di Serang, Hasan meninggalkan istri, anak, serta dua cucunya ketika berangkat bekerja di ibu kota. Sementara menjalani pekerjaan sebagai pengemudi ojek daring, ia tinggal di kawasan Jembatan Baru, Cengkareng, Jakarta Barat. Keterangan tersebut menggambarkan jarak yang harus dijalani Hasan dari keluarganya demi mencari penghasilan di Jakarta. Ia bekerja jauh dari rumah, sedangkan istri, anak, dan kedua cucunya tetap berada di Serang. Informasi mengenai tempat tinggal dan keluarganya disampaikan Eko sebagai bagian dari cerita keluarga tentang keseharian Hasan.

Penghasilan Hasan dari pekerjaan sebagai ojol diberikan kepada istrinya. Dengan demikian, hasil kerja yang diperoleh di Jakarta menjadi bagian dari dukungan untuk keluarga di Serang. Eko juga menyebut bahwa uang tersebut kadang digunakan Hasan untuk pulang. Kepulangan itu memberinya kesempatan bertemu kembali dengan istri, anak, dan cucu-cucunya. Selain pulang, Hasan terkadang mengajak anak serta kedua cucunya berlibur. Hal-hal itu menjadi gambaran mengenai cara Hasan menggunakan sebagian penghasilannya dan menjalani hubungan dengan keluarga, sebagaimana disampaikan oleh menantunya. Tidak disebutkan rincian mengenai jumlah pendapatan, frekuensi kepulangan, ataupun tujuan liburan mereka.

Dari penuturan Eko, keluarga merupakan bagian penting dalam kehidupan Hasan di tengah pekerjaannya di ibu kota. Ia mencari nafkah dengan bekerja sebagai pengemudi ojol di Jakarta, tetapi tetap memberikan penghasilannya kepada sang istri dan sesekali menyisihkan uang untuk pulang atau mengajak anak dan cucunya berlibur. Selama berada di Jakarta, tempat tinggalnya berada di Jembatan Baru, Cengkareng, Jakarta Barat, sedangkan keluarganya tinggal di Serang. Keterangan Eko tersebut menyajikan gambaran sederhana tentang kehidupan Hasan: bekerja jauh dari keluarga, membantu kebutuhan rumah tangga melalui pendapatannya, dan menggunakan kesempatan tertentu untuk kembali berkumpul dengan orang-orang terdekatnya.

Eko menjelaskan bahwa Hasan mengalami sejumlah cedera setelah terlindas mobil di kawasan Blok M. Kondisinya mencakup patah kaki, retak pada bagian tubuh, serta kebocoran kecil pada paru-paru. Keterangan tersebut menggambarkan beberapa masalah kesehatan yang perlu ditangani selama Hasan menjalani perawatan. Keluarga menyampaikan informasi ini untuk menjelaskan kondisi korban setelah kejadian, termasuk cedera yang membuatnya harus memperoleh penanganan medis dan menjalani operasi.

Setelah beberapa hari dirawat dan menjalani operasi, kondisi Hasan disebut stabil menurut Eko. Namun, stabil bukan berarti ia sudah dapat berbicara atau seluruh keluhannya telah selesai. Eko mengatakan Hasan belum bisa berbicara karena masih mendapat obat penenang. Karena itu, keluarga belum dapat berkomunikasi secara langsung dengannya seperti biasa. Keterangan mengenai obat penenang tersebut juga menjelaskan mengapa Hasan belum memberikan respons lisan, tanpa memastikan kapan ia akan dapat berbicara kembali.

Eko turut menyebut Hasan mengalami demam selama masa perawatan. Untuk menangani kondisi tersebut, Hasan perlu menerima antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Informasi ini disampaikan sebagai bagian dari keadaan yang masih dipantau oleh tim medis. Keluarga belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan atau rencana perawatan berikutnya. Dengan demikian, hal yang dapat dipastikan dari keterangan Eko adalah Hasan masih menjalani perawatan, kondisinya disebut stabil setelah beberapa hari dan operasi, tetapi ia belum dapat berbicara serta mengalami demam yang memerlukan antibiotik dosis lebih tinggi. Cedera patah kaki, retak pada bagian tubuh, dan kebocoran kecil pada paru-paru juga termasuk kondisi yang disebutkan keluarga. Tidak ada keterangan tambahan dalam penjelasan tersebut mengenai kapan obat penenang dihentikan, bagaimana perkembangan demam, atau berapa lama Hasan harus dirawat. Oleh sebab itu, kondisi dan penanganan yang disebutkan di sini terbatas pada informasi dari Eko, tanpa menyimpulkan prognosis ataupun tahap pemulihan Hasan.

Kecelakaan yang menimpa Hasan terjadi pada Jumat, 23 Oktober, sekitar pukul 16.48 WIB di kawasan Blok M. Berdasarkan keterangan kepolisian, sebuah mobil BYD yang dikemudikan pria berinisial S, berusia 46 tahun, mula-mula menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY. Kedua kendaraan tersebut melaju searah, dengan mobil Brio berada di depan BYD. Benturan pertama itu kemudian diikuti rangkaian tabrakan lain yang melibatkan beberapa kendaraan di lokasi.

Setelah menabrak Brio, mobil BYD oleng ke kiri. Kendaraan itu kemudian menabrak Honda Beat bernomor polisi A-3867-DD yang dikendarai Hasan, serta mobil Wuling bernomor polisi B-1835-ERZ. Dalam rangkaian kejadian tersebut, Hasan terjatuh dan tubuhnya terlindas. Polisi masih menyelidiki secara menyeluruh bagaimana tabrakan beruntun itu berlangsung, termasuk kondisi kendaraan dan tindakan pengemudi sebelum kehilangan kendali. Namun, urutan awal yang disampaikan polisi menunjukkan bahwa BYD lebih dahulu membentur Brio sebelum bergerak ke kiri dan mengenai sepeda motor serta Wuling.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo menyampaikan keterangan sementara mengenai pengakuan S pada Senin. Menurut penjelasan pengemudi kepada polisi, ia sedang melamun dan mengantuk saat berkendara. S mengaku menginjak pedal gas hingga mobil kehilangan kendali, kemudian panik. Keterangan itu masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan dan belum menutup penyelidikan terhadap faktor lain yang mungkin berperan dalam kecelakaan tersebut.

Polisi telah menetapkan S sebagai tersangka dalam perkara kecelakaan ini. Meski demikian, penyidik masih mendalami fungsi pedal gas dan rem mobil BYD, serta menelusuri kemungkinan adanya masalah pada kendaraan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah tabrakan terjadi semata-mata akibat tindakan pengemudi atau turut dipengaruhi kondisi teknis mobil. Kepolisian belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan kendaraan, sehingga penyebab kecelakaan masih terus ditelusuri.

Baca juga: Sebuah Harapan dari Tuban, Keluarga Hendro Kacung Asal Tasikmadu Tengah Dicari | Tak Hanya Logistik, Hercules TNI AU Bawa Dukungan Kesehatan dan Peralatan Untuk Menopang Perjuangan Pasukan Karhutla Kalsel | Api Belum Usai Perjuangan Berlanjut, Satgas Irigasi Lanud Sjamsudin Noor Terus Perkuat Upaya Padamkan Karhutla Kalsel Optimalkan Air Hingga Dinginkan Lahan Gambut