Munafri Arifuddin Memulai Langkah Baru Bersama Partai Demokrat

Munafri Arifuddin Resmi Bergabung dengan Demokrat Setelah Tinggalkan Golkar

KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Perpindahan tersebut menandai langkah politik baru bagi tokoh yang saat ini menjabat sebagai wali kota Makassar. Sebelumnya, Munafri dikenal sebagai kader Partai Golkar sebelum memilih meninggalkan partai tersebut dan melanjutkan perjalanan politiknya bersama Demokrat.

Bergabungnya Munafri menjadi perhatian publik karena berlangsung ketika dirinya masih memegang jabatan sebagai wali kota Makassar. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur politik penting di daerah, sehingga perubahan afiliasi partai yang dilakukan Appi menjadi perkembangan yang mendapat sorotan. Keputusan itu juga memperlihatkan adanya perubahan dalam perjalanan politiknya setelah sebelumnya berkiprah di Partai Golkar.

Dengan resmi menjadi kader Demokrat, Munafri kini tercatat sebagai bagian dari struktur politik partai tersebut. Perubahan ini membuat nama Appi kembali menjadi pembahasan dalam dinamika politik Makassar. Namun, informasi mengenai perpindahan itu berfokus pada status keanggotaannya, tanpa keterangan lebih lanjut mengenai alasan yang mendasari keputusan untuk meninggalkan Partai Golkar. Munafri tetap menjalankan tugasnya sebagai wali kota Makassar, sementara langkah barunya bersama Demokrat menjadi bagian penting dari perkembangan politik lokal.

Munafri Arifuddin menyampaikan rasa syukur setelah diterima sebagai kader Partai Demokrat di Sulawesi Selatan. Penerimaan tersebut ia pandang sebagai sebuah kepercayaan yang perlu dihargai. Dalam keterangannya pada Kamis, 8 Oktober, Munafri menyampaikan terima kasih kepada Partai Demokrat yang telah membuka ruang dan menerimanya sebagai bagian dari partai tersebut.

Apresiasi juga ia tujukan kepada seluruh pihak di lingkungan Partai Demokrat yang telah memberikan penerimaan kepadanya. Sikap itu menunjukkan bahwa Munafri menghargai proses yang telah dilaluinya untuk bergabung sebagai kader. Ia menyampaikan penghargaan atas kesempatan yang diberikan, sekaligus menegaskan rasa terima kasihnya kepada partai yang telah menerimanya di Sulawesi Selatan.

Setelah resmi diterima, Munafri menyatakan bahwa dirinya masih perlu berkenalan dengan rekan-rekan di Partai Demokrat. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari langkah awalnya untuk mengenal orang-orang yang berada di dalam partai. Ia menilai perkenalan dengan para rekan sesama kader diperlukan setelah dirinya bergabung, sehingga hubungan di lingkungan partai dapat dibangun secara bertahap.

Dengan demikian, sikap Munafri setelah diterima sebagai kader Demokrat berfokus pada rasa syukur, ucapan terima kasih, dan apresiasi atas penerimaan yang diberikan. Pada saat yang sama, ia menyadari perlunya mengenal rekan-rekan di partai sebagai bagian dari awal keterlibatannya. Pesan tersebut disampaikan tanpa mengubah inti sikapnya, yakni menghargai penerimaan Partai Demokrat dan memulai proses untuk berkenalan dengan lingkungan internal partai.

Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menyampaikan bahwa upaya membesarkan Partai Demokrat tidak dapat dibebankan kepada satu orang saja. Menurut pandangannya, perkembangan partai membutuhkan keterlibatan seluruh kader dengan peran dan tanggung jawab yang dijalankan secara bersama-sama. Setiap kader dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung arah perjuangan serta agenda politik Demokrat ke depan.

Appi menilai kolaborasi menjadi unsur penting dalam menjalankan berbagai rencana partai. Kerja sama antarkader diperlukan agar setiap agenda dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan lebih terarah. Ia memandang komunikasi, koordinasi, serta kesediaan untuk saling mendukung sebagai bagian dari proses membangun kekuatan organisasi. Dalam pandangannya, kebersamaan tersebut juga dapat membantu menyatukan langkah kader dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ia turut menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang diberikan Partai Demokrat. Sikap terbuka dan sambutan dari jajaran partai dinilainya sebagai hal yang berarti dalam memulai langkah baru. Bagi Appi, penerimaan tersebut menjadi ruang untuk membangun hubungan kerja yang lebih erat dengan para kader sekaligus memahami dinamika internal partai secara lebih menyeluruh.

Meski mengapresiasi sambutan yang diterima, Appi berpandangan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ia menyebut penguatan organisasi dan upaya membesarkan Demokrat memerlukan proses yang berkelanjutan, bukan kerja individual. Karena itu, keterlibatan kader dalam berbagai agenda perlu terus didorong agar partai memiliki kekuatan yang semakin solid. Pernyataan tersebut merupakan pandangan Munafri sendiri mengenai pentingnya kolaborasi dan kerja sama antarkader dalam menjalankan agenda Partai Demokrat ke depan.

Sebelum memulai langkah baru bersama Partai Demokrat, Munafri Arifuddin telah dikenal sebagai salah satu kader Partai Golkar. Kiprahnya dalam politik Makassar membuat namanya cukup dikenal di tengah dinamika pemerintahan dan politik daerah. Latar belakang tersebut menjadi bagian penting untuk memahami perjalanan politik Munafri hingga kabar perpindahan partainya.

Dalam Pemilihan Kepala Daerah Makassar 2024, Munafri Arifuddin maju sebagai calon wali kota dengan berpasangan bersama Aliyah Mustika Ilham. Pasangan tersebut kemudian terpilih untuk memimpin Kota Makassar. Dengan demikian, posisi Munafri dalam pemerintahan daerah turut melengkapi rekam jejak politiknya, baik sebagai tokoh yang sebelumnya berkiprah melalui Partai Golkar maupun sebagai kepala daerah terpilih.

Pengalaman tersebut menjadi konteks yang menyertai kabar bergabungnya Munafri dengan Partai Demokrat. Perpindahan ini menandai babak baru dalam perjalanan politiknya, sementara rekam jejak sebagai kader Golkar dan keterlibatannya dalam Pilkada Makassar 2024 tetap menjadi bagian dari latar belakang yang melekat pada dirinya. Munafri kini dikenal tidak hanya melalui aktivitas politiknya di tingkat daerah, tetapi juga melalui perannya sebagai wali kota Makassar bersama Aliyah Mustika Ilham.

Konteks politik tersebut memberikan gambaran mengenai posisi Munafri dalam perkembangan politik Makassar. Sebelum bersama Demokrat, ia telah memiliki pengalaman sebagai kader Golkar dan telah melalui proses pencalonan dalam Pilkada Makassar 2024. Setelah terpilih sebagai wali kota, langkah politik berikutnya bersama Partai Demokrat menjadi perkembangan baru dalam perjalanan publiknya.