Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menyamakan Kabinet Merah Putih dengan sebuah tim sepak bola saat memimpin sidang kabinet paripurna yang menandai dua tahun pemerintahan. Perumpamaan itu menggambarkan bahwa setiap anggota kabinet memiliki posisi dan fungsi yang berbeda, sementara kesempatan untuk menjalankan tugas dapat datang pada waktu yang tidak sama. Dalam tim, ada pemain utama yang tampil sejak awal, pemain cadangan yang menunggu giliran, anggota pendukung yang membantu jalannya pertandingan, serta striker yang diandalkan untuk mencetak gol.
Sidang tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026. Di hadapan para menteri dan pejabat yang hadir, Prabowo menyampaikan bahwa tidak semua anggota langsung memperoleh peran utama sejak awal pertandingan. Ada kalanya seseorang berada di bangku cadangan atau menjalankan fungsi pendukung sebelum kemudian diberi kesempatan untuk masuk dan berkontribusi secara langsung. Gambaran itu sekaligus menjadi pesan agar anggota kabinet memahami dinamika pembagian tugas di dalam pemerintahan.
Dalam analogi sepak bola tersebut, posisi yang berbeda tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seseorang kurang penting. Pemain utama, cadangan, pendukung, dan striker sama-sama menjadi bagian dari satu kesatuan yang diarahkan untuk mencapai tujuan bersama. Setiap peran diperlukan sesuai kebutuhan tim dan keadaan pertandingan. Karena itu, kesiapan untuk menjalankan tanggung jawab ketika dibutuhkan menjadi unsur penting dalam menjaga kerja kolektif.
Perbandingan ini juga menekankan bahwa jalannya pemerintahan menuntut koordinasi, disiplin, dan kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas ambisi pribadi. Anggota kabinet mungkin tidak selalu tampil di posisi yang sama, tetapi masing-masing tetap diharapkan memahami tugasnya dan mendukung arah kerja pemerintah. Mereka yang belum mendapat peran langsung pun dapat menggunakan waktu untuk mempersiapkan diri, memahami prioritas, serta menjaga kesiapan menghadapi penugasan berikutnya.
Melalui perumpamaan tersebut, Prabowo mengajak jajaran kabinet memandang pembagian peran sebagai bagian wajar dari kerja tim. Kesempatan bertugas dapat bergantian, sementara sasaran pemerintah tetap menjadi tujuan kolektif. Pesan itu memberi konteks pada dorongan agar para menteri bersabar menanti giliran, tetap siap bekerja, dan menunjukkan kontribusi ketika memperoleh tanggung jawab. Dengan demikian, kabinet diposisikan bukan sebagai kumpulan individu yang berlomba tampil, melainkan sebagai tim yang perlu bergerak selaras untuk menjalankan agenda pemerintahan.
Dalam penjelasannya, Prabowo menggambarkan masa pemerintahan sebagai pertandingan yang berlangsung selama lima tahun. Dengan perumpamaan tersebut, ia menekankan bahwa perjalanan kabinet tidak dapat dinilai hanya dari tahap awalnya. Dua tahun pertama, menurut gambaran itu, masih berada dalam babak pertama dan belum mencapai jeda pertandingan atau half time. Karena itu, capaian maupun pembagian tugas selama periode awal belum menggambarkan keseluruhan jalannya pemerintahan. Masih terdapat waktu yang cukup panjang untuk menjalankan agenda, menyesuaikan langkah, serta memberi ruang kepada para anggota kabinet untuk berkontribusi sesuai kebutuhan.
Analogi pertandingan itu juga menjadi cara untuk menjelaskan bahwa perjalanan pemerintahan memiliki beberapa tahap. Jeda atau half time biasanya menandai bahwa satu bagian pertandingan telah selesai sebelum bagian berikutnya dimulai. Namun, dalam perumpamaan Prabowo, pemerintahan belum sampai pada titik tersebut. Dua tahun pertama masih dihitung sebagai masa awal, sehingga belum tepat untuk menganggap bahwa kesempatan bekerja telah berlalu atau bahwa susunan tugas yang berjalan sekarang akan terus sama hingga akhir masa jabatan. Babak kedua, kata Prabowo, masih menanti.
Pesan tersebut ditujukan kepada anggota kabinet yang merasa belum banyak dilibatkan dalam pelaksanaan tugas. Mereka diminta tidak kecewa atau menganggap dirinya tidak memperoleh kesempatan, sebab kebutuhan pemerintahan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Penugasan, menurut penjelasan itu, dapat diberikan ketika situasi dan agenda membutuhkan kontribusi tertentu. Dengan masa pemerintahan yang masih panjang, setiap anggota kabinet berpeluang mendapat ruang untuk menjalankan tanggung jawabnya pada waktunya. Perumpamaan lima tahun dan dua babak itu sekaligus mengingatkan bahwa kerja kabinet berlangsung bertahap, dan peran seseorang belum tentu terlihat sepenuhnya pada tahap awal.
Prabowo menyoroti adanya sejumlah anggota kabinet yang mulai merasa gelisah karena belum memperoleh giliran untuk menjalankan peran atau tugas tertentu. Dalam menanggapi keadaan tersebut, ia meminta mereka agar tetap bersabar dan menjaga ketenangan. Pesan itu disampaikan sebagai pengingat bahwa kesempatan untuk berkontribusi tidak harus datang kepada semua orang pada waktu yang sama. Setiap anggota kabinet diminta tetap menjalankan tanggung jawabnya tanpa terburu-buru menafsirkan posisi maupun menuntut perubahan peran.
Ia juga menegaskan kembali bahwa pemerintahan yang dipimpinnya masih berada pada babak pertama. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa perjalanan pemerintahan masih berada di tahap awal, sehingga proses kerja dan pembagian peran perlu dijalani secara bertahap. Karena itu, belum mendapat giliran saat ini tidak serta-merta berarti seseorang tidak akan berperan. Prabowo meminta para anggota kabinet untuk memberi waktu bagi jalannya pemerintahan, tetap fokus pada tugas yang telah diberikan, serta memelihara sikap tenang di tengah dinamika kerja.
Pesan tentang kesabaran itu menekankan pentingnya kesiapan dan komitmen kolektif di dalam kabinet. Anggota yang sedang menunggu kesempatan diharapkan tetap mendukung agenda pemerintah dan menjaga koordinasi, sambil terus menjalankan kewajiban masing-masing. Dengan begitu, perhatian tidak hanya tertuju pada siapa yang tampil atau memperoleh penugasan lebih dahulu, tetapi juga pada kerja bersama untuk memenuhi tanggung jawab pemerintahan. Prabowo tidak menyebut siapa saja anggota yang dimaksud maupun mengumumkan perubahan penugasan tertentu. Inti pesannya adalah agar mereka tidak gelisah, tetap tenang, dan bersabar menanti giliran, karena pemerintah masih berada pada babak pertama perjalanan kerjanya.
Pada awal masa pemerintahan, Prabowo menyampaikan keprihatinan karena sejumlah anggota kabinet telah masuk rumah sakit. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kondisi kesehatan para pejabat menjadi perhatiannya di tengah pelaksanaan tugas pemerintahan. Ia menyoroti keadaan itu saat berbicara mengenai kebutuhan para menteri, wakil menteri, serta kepala badan. Tidak ada rincian mengenai siapa saja yang dirawat ataupun penyebab mereka harus mendapatkan perawatan. Informasi yang disampaikan terbatas pada keprihatinan Prabowo atas sejumlah anggota kabinet yang masuk rumah sakit pada awal pemerintahan. Dengan demikian, perhatian yang disampaikan berangkat dari kabar tentang beberapa pejabat yang sakit, tanpa keterangan tambahan mengenai keadaan masing-masing orang. Pokok tersebut menjadi latar bagi permintaannya kepada Menteri Kesehatan terkait vitamin bagi jajaran kabinet.
Sebagai respons terhadap hal tersebut, Prabowo meminta Menteri Kesehatan mengupayakan vitamin yang baik bagi para anggota kabinet. Permintaan itu ditujukan kepada para menteri, wakil menteri, dan kepala badan, sebagaimana disebutkan dalam pernyataannya. Arahan tersebut menempatkan penyediaan vitamin sebagai hal yang perlu diperhatikan bagi kelompok pejabat itu. Prabowo tidak merinci jenis atau merek vitamin tertentu, maupun cara pemberiannya. Ia juga tidak menyampaikan jadwal penggunaan atau keterangan lain mengenai vitamin yang dimaksud. Karena itu, pokok yang dapat dicatat ialah permintaan kepada Menteri Kesehatan agar mengupayakan vitamin yang baik untuk para pejabat yang disebutkan. Pernyataan tersebut menyebut kebutuhan vitamin secara umum, tanpa mengaitkannya dengan kondisi kesehatan tertentu.
Prabowo turut menyampaikan bahwa ia akan memberikan daftar vitamin apabila Menteri Kesehatan tidak mengetahuinya. Ucapan itu disampaikan sebagai bagian dari permintaannya agar kebutuhan vitamin bagi para menteri, wakil menteri, dan kepala badan diperhatikan. Pernyataan tersebut tidak menyebut nama vitamin dalam daftar yang dimaksud, sehingga tidak ada jenis tertentu yang dapat dipastikan dari informasi tersebut.
Baca juga: Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan Meluas, Tim Penyuluh Alpha Mabes TNI Berikan Sosialisasi Dan Wawasan Kepada Anggota Bayan Resourse | Enam Anggota dan Simpatisan OPM Ikrar Setia NKRI | Tim Penyuluh Alpha Mabes TNI Bersama Siswa Sesko Berikan Wawasan Karhutla kepada Anggota BSSR






