BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Persib Bandung mencatat kemenangan penting dengan mengalahkan Port FC 3-1 dalam pertandingan ASEAN Club Championship yang berlangsung di markas lawan. Hasil tersebut menjadi pencapaian yang menegaskan kemampuan Persib untuk menjaga ketenangan dan daya juang ketika menghadapi situasi sulit dalam pertandingan. Bermain di kandang Port FC, Persib harus menerima kenyataan bahwa tuan rumah lebih dahulu membuka keunggulan dan mampu mempertahankan posisi tersebut hingga pertandingan memasuki fase akhir.
Persib masih tertinggal 0-1 ketika waktu normal menyisakan lima menit. Kondisi itu menempatkan tim Bandung dalam tekanan besar karena peluang untuk mengubah jalannya pertandingan semakin terbatas. Namun, ketertinggalan tersebut tidak membuat Persib kehilangan keyakinan. Tim tetap berusaha mencari celah dan mempertahankan dorongan untuk mengejar hasil yang lebih baik sampai peluit akhir semakin dekat.
Perubahan dramatis kemudian terjadi pada sisa waktu pertandingan. Dalam rentang lima menit terakhir, Persib menciptakan tiga gol balasan untuk membalikkan keadaan sekaligus mengubah skor menjadi 3-1. Tiga gol tersebut membuat keunggulan Port FC beralih menjadi kemenangan bagi tim tamu. Peristiwa ini menunjukkan bahwa pertandingan belum berakhir selama masih tersedia kesempatan untuk melakukan perlawanan.
Kemenangan atas Port FC bukan hanya menghasilkan tiga angka, tetapi juga memperlihatkan soliditas Persib dalam menghadapi tekanan pertandingan tandang. Comeback tersebut diraih melalui respons yang kuat pada momen penentuan, saat sebagian besar jalannya laga telah menempatkan Persib dalam posisi tertinggal. Dengan skor akhir 3-1, Persib berhasil membawa pulang hasil maksimal dari markas Port FC melalui pembalikan keadaan yang berlangsung secara dramatis pada lima menit terakhir waktu normal.
Dalam proses kebangkitan Persib atas Port FC, Luis Menalo memainkan peran penting pada momen-momen penentu. Gelandang tersebut tidak hanya terlibat dalam membangun serangan, tetapi juga menunjukkan ketenangan ketika tim membutuhkan keputusan tepat di area berbahaya. Kontribusinya terlihat melalui assist yang diberikan kepada Berguunho. Umpan Menalo membuka peluang bagi Berguunho untuk mencetak gol dan menghidupkan kembali harapan Persib setelah sempat berada dalam tekanan. Aksi itu memperlihatkan kemampuannya membaca ruang, menjaga aliran bola, serta memberikan dukungan langsung terhadap upaya tim membalikkan keadaan.
Menalo kemudian melengkapi penampilan pentingnya dengan mencetak gol ketiga Persib. Ia memanfaatkan situasi di dalam kotak penalti dan menyelesaikan peluang tersebut melalui sundulan. Gol itu menjadi penegasan atas momentum kebangkitan Maung Bandung sekaligus mengunci kemenangan atas Port FC. Perannya menjadi semakin menonjol karena hadir pada dua fase krusial, yakni ketika Persib berusaha menyamakan kedudukan dan saat memastikan keunggulan tidak kembali lepas. Kontribusi tersebut menjadikan Menalo salah satu figur penting dalam comeback dramatis itu.
Meski demikian, Menalo menilai keberhasilan Persib tidak semata-mata lahir dari penampilan individu. Baginya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari kekuatan tim yang solid dan memiliki kesatuan kuat. Setiap pemain menjalankan tugas, saling membantu, serta mempertahankan kepercayaan ketika pertandingan berjalan sulit. Assist dan gol yang dicetak Menalo memang menjadi bagian penting dari hasil akhir, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan dari kerja kolektif seluruh skuad. Semangat kebersamaan itu membantu Persib menjaga fokus, merespons tekanan, dan mengubah jalannya pertandingan. Pandangan tersebut menegaskan bahwa kebangkitan Maung Bandung dibangun melalui koordinasi, mentalitas bersama, dan keyakinan untuk berjuang hingga peluit terakhir.
Semangat kebersamaan menjadi salah satu hal yang terlihat dari perjalanan Persib ketika menghadapi Port FC. Bagi Stjepan Loncar Menalo, setiap pemain memiliki kesempatan untuk membantu tim melalui cara yang berbeda. Kontribusi tersebut tidak selalu harus hadir dalam bentuk gol, karena peran dalam bertahan juga sama pentingnya bagi kebutuhan tim di lapangan.
Menalo menyampaikan bahwa ia senang dapat membantu Persib dalam berbagai bentuk. Ia dapat memberikan dukungan melalui kontribusi bertahan, tetapi juga berusaha membantu ketika memperoleh kesempatan untuk mencetak gol atau memberikan assist. Pernyataan itu menunjukkan bahwa dirinya tidak memandang satu jenis kontribusi sebagai hal yang paling utama. Setiap tindakan yang mendukung kebutuhan tim tetap memiliki arti bagi perjuangan bersama.
Menurut Menalo, para pemain Persib berjuang seperti sebuah keluarga. Hubungan tersebut membuat mereka berusaha saling mendukung dalam setiap situasi pertandingan, baik ketika harus bertahan maupun saat membangun serangan. Kebersamaan itu juga tercermin dari cara para pemain bekerja sebagai satu kesatuan, bukan sebagai individu yang mengejar kepentingan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa tim bekerja tanpa ego. Setiap pemain menjalankan tugasnya dengan tujuan yang sama, sehingga perbedaan peran tidak mengurangi rasa saling membutuhkan di mereka. Ada pemain yang membantu dengan menjaga pertahanan, sementara yang lain berkontribusi melalui gol atau assist. Bagi Menalo, semua bentuk bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja tim sejati.
Pandangan itu menempatkan keberhasilan Persib sebagai hasil perjuangan bersama seluruh skuad. Gol, assist, penyelamatan, tekel, dan kerja keras untuk menjaga keseimbangan permainan dipandang sebagai kontribusi yang saling melengkapi. Dengan semangat seperti keluarga dan tanpa ego, para pemain menjalankan perannya untuk membantu tim melewati pertandingan.
Perubahan jalannya pertandingan juga tidak terlepas dari kontribusi para pemain yang masuk dari bangku cadangan. Kehadiran mereka memberikan tambahan tenaga dan pilihan dalam permainan Persib ketika laga melawan Port FC berlangsung semakin ketat. Pergantian pemain tidak sekadar menjadi langkah taktis, tetapi turut menghadirkan energi baru yang membantu tim menjaga tekanan serta merespons situasi pertandingan dengan lebih baik.
Mariano Peralta dan Thom Haye termasuk pemain pengganti yang menjadi bagian dari faktor perubahan tersebut. Keduanya masuk ketika Persib membutuhkan dorongan tambahan untuk mempertahankan intensitas permainan. Peran pemain yang baru diturunkan terlihat dari kemampuan mereka mengikuti kebutuhan tim, baik dalam menjaga keseimbangan maupun membantu membangun serangan. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa kedalaman skuad dapat menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan yang menuntut konsentrasi hingga menit-menit akhir.
Penilaian positif juga disampaikan Menalo terhadap para pemain yang diturunkan dari bangku cadangan. Menurutnya, seluruh pemain yang masuk mampu memberikan kemampuan terbaik mereka untuk membantu Persib dalam pertandingan tersebut. Sikap itu menunjukkan adanya kesiapan dan komitmen yang sama, meskipun setiap pemain memiliki waktu bermain serta peran yang berbeda. Kontribusi tersebut membuat pergantian pemain dapat berjalan sesuai kebutuhan pertandingan dan mendukung upaya tim untuk membalikkan keadaan.
Bagi Menalo, kesempatan bermain bersama para pemain tersebut menjadi hal yang patut diapresiasi. Ia merasa senang dapat berada di lapangan bersama rekan-rekannya yang terus berusaha memberikan kemampuan terbaik setelah dipercaya masuk sebagai pemain pengganti. Apresiasi itu mencerminkan suasana kebersamaan di dalam skuad Persib, ketika pemain yang tampil sejak awal maupun mereka yang memulai laga dari bangku cadangan tetap memiliki tujuan yang sama dalam membantu tim.

