Kabupaten HSS Tata Syafrudin Noor | Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Tata Syafrudin Noor, menerima penghargaan atas dedikasinya dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini. Penghargaan tersebut diberikan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kalimantan Selatan sebagai bentuk apresiasi terhadap perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan Tata bagi perkembangan PAUD di Kabupaten HSS.
Penerimaan penghargaan ini menandai pengakuan atas peran Tata Syafrudin Noor dalam mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini. Sebagai Bunda PAUD Kabupaten HSS, dukungan yang diberikan menjadi bagian penting dalam memperkuat perhatian terhadap penyelenggaraan PAUD. Apresiasi dari HIMPAUDI Kalimantan Selatan tersebut juga mencerminkan penghargaan terhadap pihak-pihak yang berkontribusi dalam mendukung tumbuhnya pendidikan anak usia dini.
PAUD memiliki peran penting dalam memberikan dasar pendidikan bagi anak pada tahap awal pertumbuhan dan perkembangannya. Karena itu, dukungan dari berbagai unsur, termasuk Bunda PAUD, diperlukan agar perkembangan pendidikan anak usia dini terus mendapat perhatian. Dalam konteks tersebut, dedikasi Tata Syafrudin Noor memperoleh apresiasi dari HIMPAUDI Kalimantan Selatan melalui penghargaan yang diterimanya.
Penghargaan ini sekaligus memperkuat pesan bahwa kemajuan PAUD membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Perhatian terhadap pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga dengan komitmen untuk mendukung perkembangan lembaga dan ekosistem PAUD. Melalui apresiasi tersebut, HIMPAUDI Kalimantan Selatan menyampaikan penghormatan atas dukungan Tata terhadap kemajuan PAUD di HSS.
Bagi Kabupaten HSS, penghargaan itu menjadi catatan penting atas dedikasi Bunda PAUD dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Pengakuan tersebut menempatkan kontribusi Tata Syafrudin Noor sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjaga perhatian terhadap PAUD dan mendorong perkembangannya secara berkelanjutan.
Penyerahan penghargaan kepada Tata Syafrudin Noor berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Gedung Bela Diri Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Momen tersebut menjadi bagian penting dari puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI). Kegiatan ini menghadirkan suasana penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang dinilai memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan anak usia dini.
Dalam prosesi tersebut, penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat HIMPAUDI, Dr. Betti Nuraini, kepada Tata Syafrudin Noor. Penyerahan itu menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya dalam memajukan pendidikan anak usia dini di HSS. Penghargaan yang diberikan sekaligus menegaskan pentingnya peran individu maupun organisasi dalam membangun layanan PAUD yang bermutu, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan anak.
Rangkaian kegiatan penyerahan penghargaan berlangsung sebagai bagian dari agenda peringatan yang mempertemukan unsur HIMPAUDI, pendidik, tenaga kependidikan, serta para pemangku kepentingan pendidikan. Kehadiran berbagai pihak memperkuat makna perayaan ulang tahun organisasi, bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai ruang untuk mengapresiasi pengabdian dan memperbarui komitmen terhadap kemajuan PAUD.
Puncak peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI tersebut mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”. Tema ini merefleksikan harapan agar guru PAUD memperoleh pengakuan yang layak serta kesempatan yang setara dalam menjalankan profesinya. Dalam konteks itu, penghargaan kepada Tata Syafrudin Noor menjadi bagian dari pesan yang lebih luas, yakni bahwa dedikasi untuk memajukan pendidikan anak usia dini perlu dihargai dan terus didukung secara konsisten.
PAUD dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan. Pada tahap inilah anak mulai mengenal lingkungan, membangun kebiasaan, mengembangkan kemampuan dasar, serta belajar berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang cerdas, berkarakter, mandiri, kreatif, dan berakhlak mulia.
Menurut Tata Syafrudin Noor, proses pendidikan pada usia dini memiliki peran strategis karena pengalaman yang diperoleh anak akan memengaruhi perkembangan mereka pada tahap berikutnya. Pendekatan pembelajaran perlu dilakukan secara tepat, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan anak. Setiap anak memiliki karakteristik, kemampuan, minat, serta kecepatan perkembangan yang berbeda. Perbedaan tersebut perlu menjadi perhatian pendidik agar kegiatan belajar dapat berlangsung secara bermakna dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang secara optimal.
Dalam menjalankan tugasnya, pendidik PAUD dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi. Pendidik perlu memperbarui pengetahuan, memperkaya pengalaman, serta mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Upaya tersebut penting agar proses pembelajaran tidak berjalan secara seragam, melainkan mampu menyesuaikan tahap perkembangan dan potensi masing-masing anak.
Tata berharap para pendidik terus menambah pengetahuan dan pengalaman untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran di satuan PAUD. “Diharapkan para pendidik dapat menambah pengetahuan dan pengalaman, kemudian menerapkannya dalam proses pembelajaran di satuan PAUD masing-masing,” ujarnya. Penerapan pengetahuan dan pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sekaligus memastikan anak memperoleh pendampingan yang sesuai selama masa pertumbuhan dan perkembangannya.
Pendekatan pembelajaran yang ditekankan Tata Syafrudin Noor menempatkan anak sebagai pusat dari seluruh proses pendidikan anak usia dini. Dalam pendekatan ini, kegiatan belajar tidak semata-mata diarahkan untuk menyampaikan materi, melainkan untuk memahami kebutuhan, minat, serta tahap perkembangan setiap anak. Guru berperan menciptakan lingkungan yang aman, menyenangkan, dan mendorong anak untuk aktif mengeksplorasi berbagai pengalaman.
Prinsip bermain sambil belajar menjadi bagian penting dalam pembelajaran tersebut. Melalui permainan, anak dapat mengenal konsep, mengembangkan keterampilan, dan berinteraksi dengan lingkungan tanpa merasa terbebani. Aktivitas bermain juga memberi kesempatan kepada anak untuk bertanya, mencoba, melakukan kesalahan, kemudian menemukan cara untuk memperbaikinya. Dengan demikian, proses belajar berlangsung secara alami dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Pembelajaran berpusat pada anak juga menuntut penghargaan terhadap perbedaan kemampuan. Setiap anak memiliki kecepatan belajar, minat, pengalaman, dan potensi yang tidak selalu sama. Karena itu, pendidik perlu menghindari perbandingan yang dapat menimbulkan tekanan, serta memberikan dukungan berdasarkan kebutuhan masing-masing anak. Ruang untuk memilih, berinisiatif, dan mengekspresikan gagasan perlu dibuka agar anak dapat berkembang secara optimal sesuai potensinya.
Peran pendidik dalam pendekatan ini bukan untuk mengarahkan semua kegiatan secara kaku, melainkan mendampingi, mengamati, dan memberikan stimulasi yang tepat. Respons terhadap pertanyaan atau perilaku anak perlu diberikan dengan sabar agar mereka merasa dihargai. Lingkungan belajar yang demikian dapat membantu anak mengembangkan rasa percaya diri, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi. Keempat aspek tersebut menjadi bekal penting bagi anak dalam menjalani proses perkembangan dan pembelajaran pada tahap berikutnya.

