Prabowo Bertemu Gianni Infantino di Istana, Bahas Perkembangan Sepak Bola ASEAN

Prabowo Bertemu Gianni Infantino di Istana, Bahas Perkembangan Sepak Bola ASEAN

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Presiden FIFA Gianni Infantino menemui Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober. Pertemuan dua pemimpin tersebut menjadi fokus utama pemberitaan mengenai kunjungan Presiden FIFA ke Indonesia. Kehadiran Infantino di Istana menandai berlangsungnya pertemuan resmi dengan Presiden Prabowo di lingkungan pemerintahan pusat.

Dalam peristiwa tersebut, Prabowo menerima Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Keduanya bertemu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dengan waktu pelaksanaan pada Senin, 5 Oktober. Informasi mengenai pertemuan ini disampaikan sebagai inti kabar, tanpa memerinci agenda maupun hasil pembicaraan yang berlangsung Presiden Republik Indonesia dan Presiden FIFA.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga disebut berada dalam rangkaian pertemuan tersebut sebagai pihak yang mendampingi atau memberikan keterangan. Penyebutan Erick Thohir melengkapi informasi mengenai pihak-pihak yang terkait dengan pertemuan di Istana, sementara pokok beritanya tetap pada pertemuan Prabowo Subianto dan Gianni Infantino.

Pertemuan Presiden RI dan Presiden FIFA di Jakarta menjadi perhatian karena mempertemukan pimpinan negara dengan pemimpin organisasi sepak bola dunia. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, kabar ini berfokus pada berlangsungnya pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin, 5 Oktober. Tidak terdapat rincian tambahan mengenai pembahasan, keputusan, atau agenda yang dapat disampaikan di luar fakta tersebut.

Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan bahwa pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana bukanlah perjumpaan pertama bagi kedua tokoh tersebut. Menurut Erick, hubungan komunikasi keduanya telah terjalin melalui sejumlah pertemuan sebelumnya dalam berbagai kesempatan internasional. Karena itu, pertemuan tersebut dapat dipandang sebagai pertemuan dua sahabat yang sudah saling mengenal dan beberapa kali berinteraksi dalam forum global.

Erick menyampaikan bahwa Prabowo dan Infantino telah bertemu dalam beberapa momentum yang berbeda. Keterangan itu menegaskan adanya kelanjutan komunikasi di keduanya, tanpa menjadikan pertemuan di Istana sebagai agenda yang berdiri sendiri. Interaksi yang berulang tersebut memperlihatkan bahwa kedua tokoh memiliki kesempatan untuk kembali bertemu ketika menghadiri kegiatan atau forum internasional yang sama.

Dalam penjelasannya, Erick juga menyebut bahwa Infantino sudah hampir empat kali datang ke Indonesia. Salah satu kedatangannya berlangsung dalam konteks kesempatan yang berkaitan dengan FIFA U-17. Kunjungan Infantino kali ini disebut berlangsung sebagai bagian dari FIFA ASEAN. Penyebutan beberapa kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan lokasi yang baru bagi Presiden FIFA itu, sekaligus menegaskan kesinambungan komunikasi dirinya dan Prabowo. Erick tidak merinci agenda lain di luar keterangan mengenai pertemuan kedua sahabat tersebut, riwayat perjumpaan mereka di berbagai kesempatan internasional, serta kunjungan Infantino ke Indonesia.

Sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, Gianni Infantino menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan sepak bola di kawasan ASEAN. Presiden FIFA itu menilai bahwa kemajuan sepak bola regional menunjukkan adanya perhatian dan kerja sama yang semakin kuat di negara-negara ASEAN. Apresiasi tersebut juga mencakup pelaksanaan FIFA ASEAN Cup yang digelar di Indonesia.

Menurut Infantino, Indonesia telah menjalankan perannya sebagai tuan rumah dengan baik. Ia menilai penyelenggaraan tersebut mampu memberikan pengalaman yang positif bagi tim-tim terbaik ASEAN yang berpartisipasi dalam ajang itu. Penilaian ini menegaskan kepercayaan terhadap kapasitas Indonesia dalam mendukung pelaksanaan agenda sepak bola regional, tanpa mengabaikan karakter kompetisi yang melibatkan negara-negara di kawasan ASEAN.

Infantino juga menyebut FIFA ASEAN Cup sebagai acara yang berlangsung sukses dan melibatkan seluruh kawasan ASEAN. Pernyataan tersebut menempatkan turnamen itu sebagai bagian dari perkembangan sepak bola regional, bukan semata-mata sebagai kegiatan yang berlangsung di satu negara. Keterlibatan kawasan ASEAN menjadi salah satu aspek yang diapresiasi dalam pelaksanaan ajang tersebut.

Apresiasi ini disampaikan menjelang pertemuan Infantino dengan Prabowo di Istana. Pokok penilaiannya berfokus pada perkembangan sepak bola ASEAN serta kualitas Indonesia sebagai tuan rumah. Dengan demikian, pernyataan Infantino menggambarkan pengakuan terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup dan kontribusinya dalam memperkuat perhatian terhadap sepak bola di kawasan. Ia tidak memperluas penilaian itu pada rincian lain di luar pelaksanaan acara, peran Indonesia sebagai tuan rumah, serta keterlibatan negara-negara ASEAN.

Gianni Infantino menilai minat masyarakat terhadap sepak bola di kawasan ASEAN sangat besar. Penilaian tersebut terlihat dari antusiasme penonton yang hadir langsung di stadion untuk menyaksikan pertandingan. Kehadiran suporter dalam jumlah tinggi menunjukkan bahwa sepak bola memiliki tempat penting dalam kehidupan olahraga masyarakat di negara-negara Asia Tenggara.

Menurut Infantino, peningkatan minat itu berjalan beriringan dengan mutu pertandingan yang terus berkembang. Laga-laga di kawasan ASEAN dinilai semakin kompetitif, dengan persaingan yang membuat jalannya pertandingan lebih menarik untuk diikuti. Atmosfer di stadion, dukungan suporter, serta intensitas permainan menjadi bagian dari perkembangan yang ia soroti dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana.

Antusiasme tersebut juga tampak dalam penyelenggaraan ASEAN Cup, yang mempertemukan negara-negara di kawasan dalam persaingan sepak bola regional. Tingginya perhatian publik terhadap kompetisi menjadi salah satu gambaran mengenai besarnya potensi sepak bola ASEAN. Bagi FIFA, kondisi itu memperlihatkan adanya basis penggemar yang kuat dan lingkungan pertandingan yang mampu menghadirkan pengalaman olahraga dengan atmosfer kompetitif.

Infantino berharap FIFA ASEAN Cup pertama dapat menjadi awal dari banyak penyelenggaraan berikutnya. Harapan itu disampaikan seiring dengan pandangannya bahwa kawasan ASEAN memiliki minat besar dan kualitas pertandingan yang terus meningkat. Ia juga mengaku senang dapat kembali bertemu dengan Prabowo. Infantino menyebut Prabowo sebagai sosok yang mencintai sepak bola dan negaranya, sehingga pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali membahas perkembangan olahraga yang memiliki banyak penggemar di kawasan tersebut.