Wamentan Muhammad Saleh Mustafa Ajukan Pengunduran Diri dari Jabatan Wakasad

Wamentan Muhammad Saleh Mustafa Ajukan Pengunduran Diri dari Jabatan Wakasad

TERNATE, MALUKU UTARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Pengajuan tersebut dilakukan setelah dirinya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam pemerintahan sebagai Wamentan. Dengan penugasan baru itu, Saleh tidak lagi menjalankan peran rangkap jabatan di lingkungan militer dan posisi dalam kabinet.

Saleh menjelaskan bahwa proses pengunduran dirinya dari TNI masih berlangsung. Pengajuan itu disampaikan melalui Angkatan Darat kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk kemudian diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menyebut tahapan administrasi dan keputusan terkait status tersebut belum seluruhnya selesai, sehingga dirinya masih menunggu proses resmi dari institusi militer.

Setelah seluruh proses selesai, Saleh menyatakan statusnya akan menjadi purnawirawan. Perubahan tersebut diperlukan karena ia kini telah masuk ke pemerintahan dan menjalankan tanggung jawab sebagai Wamentan. Pengunduran diri dari jabatan militer menjadi langkah penting untuk memastikan kejelasan kedudukan, kewenangan, serta akuntabilitasnya dalam melaksanakan tugas di sektor pertanian. Dengan demikian, posisi Saleh sebagai Wamentan akan dijalankan setelah rangkaian proses pengunduran diri dari TNI dan jabatan Wakasad diselesaikan secara resmi.

Muhammad Saleh Mustafa masih menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) ketika dilantik untuk mengisi posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) yang telah lama kosong. Pelantikan tersebut dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet pada 1 Oktober. Saleh menggantikan Sudaryono, yang sebelumnya menduduki posisi Wamentan dan kini dipercaya menjabat Kepala Badan Gizi Nasional.

Penunjukan Saleh berlangsung ketika pemerintah tengah memperkuat koordinasi di sektor pertanian dan pangan. Dengan pengalaman serta tanggung jawab sebelumnya di lingkungan TNI Angkatan Darat, ia diharapkan dapat menjalankan amanat baru tersebut sesuai kebijakan pemerintah. Namun, di tengah proses transisi jabatan itu, Saleh kemudian mengajukan pengunduran diri dari posisi Wamentan. Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena masa tugasnya sebagai Wakasad dan pelantikannya sebagai Wamentan berlangsung dalam periode yang berdekatan.

Saleh menyampaikan bahwa tugas yang diberikan kepadanya merupakan bagian dari tugas negara. Menurut dia, tanggung jawab tersebut telah diarahkan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan dirinya untuk dilaksanakan bersama. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan tugas di Kementerian Pertanian akan mengikuti arahan Amran sebagai menteri yang memimpin kementerian tersebut.

Dalam pembagian kerja, Saleh belum menjelaskan secara rinci bidang atau tanggung jawab khusus yang akan menjadi fokusnya. Ia masih menunggu arahan dari Menteri Pertanian sebelum menentukan langkah berikutnya. Arahan tersebut diperlukan agar peran Wamentan dapat berjalan selaras dengan program kementerian, target pemerintah, serta kebutuhan di lapangan. Saleh juga belum menentukan daerah yang akan menjadi lokasi kunjungan pertamanya sebagai Wamentan. Penetapan wilayah kunjungan akan dilakukan setelah pembagian tugas dan agenda kerja dibahas lebih lanjut bersama Amran.

Selain proses pengunduran dirinya dari jabatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Muhammad Saleh Mustafa menyebut agenda pekerjaan yang akan menjadi perhatian ke depan. Fokus tersebut berkaitan dengan penguatan kedaulatan pangan, pembukaan lahan baru, dan peningkatan kesejahteraan petani. Ketiga hal itu dipandang sebagai bagian dari perhatian terhadap sektor pangan dan kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari pertanian.

Penguatan kedaulatan pangan menjadi salah satu isu yang kemungkinan akan dihadapi pemerintah. Dalam konteks tersebut, pembahasan mengenai lumbung pangan juga termasuk agenda yang perlu mendapat perhatian. Saleh menempatkan isu itu bersama kebutuhan membuka lahan baru serta mendorong kesejahteraan petani. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perhatian pada ketersediaan pangan dan kondisi petani, tanpa merinci bentuk kebijakan atau target baru di luar agenda yang disampaikannya.

Saleh juga merespons arahan mengenai pemberantasan mafia pangan. Ia mempertahankan pandangan bahwa praktik mafia pangan tidak cukup hanya disoroti, tetapi harus ditindak melalui jalur hukum. Pihak-pihak yang terbukti terlibat akan menghadapi pendekatan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penegakan hukum itu menjadi respons terhadap praktik yang dinilai dapat mengganggu tata kelola pangan dan kepentingan masyarakat. Dengan demikian, pembicaraan mengenai kedaulatan pangan tidak hanya mencakup produksi, lahan, dan kesejahteraan petani, tetapi juga penanganan pihak yang terbukti terlibat dalam praktik mafia pangan melalui mekanisme hukum.

Muhammad Saleh Mustafa memiliki latar belakang panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat. Sebelum menduduki jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian, ia tercatat menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Dalam perjalanan karier militernya, Saleh juga pernah dipercaya sebagai Inspektur Jenderal TNI. Kedua jabatan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak kedinasannya sebelum ia menjalankan tugas di bidang pemerintahan.

Saleh lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 14 Maret 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991. Latar belakang penugasannya berada di bidang infanteri, termasuk ketika ia menjabat sebagai Kepala Staf Komando Operasi Gabungan Wilayah II. Jabatan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas dalam lingkup operasi gabungan dan menjadi salah satu posisi yang pernah diembannya selama berdinas di lingkungan militer.

Dalam pengalaman penugasannya, Muhammad Saleh Mustafa juga terlibat dalam Operasi Tinambola di Poso, Sulawesi Tengah. Operasi tersebut kini dikenal dengan nama Operasi Madago Raya. Operasi Tinambola dilancarkan oleh TNI dan Polri sejak 2016 untuk menumpas jaringan Mujahidin Indonesia Timur. Keterlibatan dalam operasi itu tercatat sebagai bagian dari pengalaman Saleh di bidang infanteri dan penugasan keamanan di wilayah Sulawesi Tengah. Setelah menjalani sejumlah penugasan di lingkungan TNI, ia kemudian menduduki jabatan Wakasad sebelum ditugaskan sebagai Wakil Menteri Pertanian.