BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Persib Bandung mengawali kiprahnya di Grup B ASEAN Club Championship 2026/2027 dengan hasil positif. Maung Bandung berhasil menundukkan Port FC dengan skor 3-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Thammasat Stadium, Thailand, Kamis, 8 Oktober 2026 malam WIB. Kemenangan tersebut menjadi pembuka penting bagi Persib dalam persaingan di ajang antarklub Asia Tenggara.
Namun, Persib tidak langsung berada dalam posisi menguntungkan. Port FC lebih dahulu memimpin setelah memperoleh hadiah penalti yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Jude Soonsup-Bell. Penalti itu diberikan setelah Ikhwan Tanamal melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Situasi tersebut membuat Persib harus mengejar ketertinggalan sejak pertandingan berjalan.
Persib kemudian menunjukkan kebangkitan pada babak kedua. Perjuangan untuk membalikkan keadaan terus dilakukan hingga memasuki masa tambahan waktu. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil dengan tiga gol yang mengubah jalannya pertandingan sekaligus memastikan kemenangan 3-1 atas Port FC. Hasil tersebut menegaskan ketangguhan Persib dalam menghadapi tekanan setelah sempat tertinggal lebih dahulu. Berkat kemenangan di Thailand, Maung Bandung mengawali perjalanan di Grup B dengan raihan tiga poin, sementara Port FC harus menerima kekalahan di hadapan pendukungnya. Persib pun menutup pertandingan dengan momentum positif setelah mampu mempertahankan semangat dan mengamankan hasil penuh melalui kebangkitan pada paruh kedua hingga penghujung laga.
Persib memasuki babak kedua dengan pendekatan yang berbeda. Pada paruh pertama, Maung Bandung tampil lebih kompak ketika bertahan dan tidak terburu-buru merebut penguasaan bola. Strategi tersebut membuat Port FC memiliki ruang untuk mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain, sekaligus memutar permainan guna mencari celah di lini pertahanan Persib. Meski lebih banyak menunggu, Persib tetap berusaha menjaga jarak antarpemain agar struktur pertahanan tidak mudah terbuka.
Selepas turun minum, perubahan sistem mulai terlihat jelas. Persib meningkatkan tekanan sejak area tengah dan berusaha mengganggu proses pembangunan serangan Port FC. Lini depan tidak lagi hanya menunggu, tetapi lebih aktif menutup jalur umpan serta memaksa pemain lawan mengambil keputusan dengan cepat. Perubahan ini membuat Persib perlahan mampu merebut kendali ritme pertandingan. Bola lebih sering bergerak ke wilayah pertahanan Port FC, sementara serangan Maung Bandung menjadi lebih terarah dan agresif.
Masuknya Mariano Peralta dan Thom Haye turut memberikan energi baru bagi permainan Persib. Peralta menghadirkan pergerakan yang lebih dinamis di lini serang, sedangkan Haye menambah ketenangan sekaligus pilihan dalam mengatur distribusi bola. Keduanya membantu Persib mempercepat perpindahan dari bertahan ke menyerang. Serangan balik kemudian dijalankan secara lebih cepat, tetapi tetap disiplin. Setiap pemain berusaha mengisi ruang yang tepat, sehingga transisi tidak berubah menjadi serangan terbuka tanpa perlindungan.
Tekanan yang terus dibangun akhirnya menghasilkan momentum penting pada menit ke-87. Mariano Peralta mampu mencetak gol penyama kedudukan setelah Persib memanfaatkan celah di pertahanan Port FC. Gol tersebut bukan sekadar mengubah skor, melainkan juga mengangkat kepercayaan diri seluruh tim. Setelah pertandingan berjalan dalam kendali lawan pada babak pertama, Persib menemukan kembali keberanian untuk menyerang. Dari titik itu, kebangkitan Maung Bandung semakin terlihat dan membuka jalan bagi terciptanya tiga gol pada menit-menit akhir.
Luka Menalo tampil sebagai salah satu pemain paling menentukan dalam kebangkitan Persib Bandung atas Port FC di Thailand. Kontribusinya terlihat pada fase krusial, ketika pertandingan memasuki menit-menit tambahan dan tekanan terhadap pertahanan Persib semakin besar. Setelah Port FC lebih dahulu memimpin, Persib menjaga intensitas serangan hingga mampu mengubah keadaan secara dramatis. Menalo tidak hanya mencetak gol penutup, tetapi juga menyumbangkan satu assist yang berperan dalam terciptanya gol penentu lainnya. Peran ganda itu menegaskan pentingnya kontribusi pemain asal Kroasia tersebut dalam kemenangan tandang yang sulit. Ia menjadi penghubung penting lini serang dan upaya tim mengamankan hasil.
Setelah David da Silva Peralta mencetak gol penyama, momentum pertandingan beralih sepenuhnya kepada Persib. Berguinho kemudian membawa Maung Bandung berbalik unggul pada menit 90+2 melalui serangan yang menunjukkan ketenangan dan keberanian para pemain dalam memanfaatkan celah pertahanan lawan. Menalo turut berkontribusi melalui assist pada fase penentuan tersebut. Tiga menit berselang, tepatnya pada menit 90+5, ia mencetak gol ketiga Persib sekaligus menutup perlawanan Port FC. Gol itu memastikan kemenangan dramatis dengan tiga gol yang lahir pada menit-menit akhir pertandingan.
Menalo menilai keberhasilannya membantu tim merupakan hal yang membahagiakan, terutama karena pertandingan berlangsung sulit dan membutuhkan ketahanan mental hingga peluit terakhir. Ia menyatakan kesiapannya menjalankan berbagai peran sesuai kebutuhan pertandingan. Selain membantu pertahanan dan bekerja secara defensif, Menalo juga siap mencetak gol atau memberikan assist ketika kesempatan terbuka. Sikap tersebut memperlihatkan fleksibilitasnya sebagai pemain yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian akhir. Dalam laga melawan Port FC, kesediaan menjalankan banyak tugas membuatnya mampu memberi dampak langsung saat Persib membutuhkan kontribusi paling besar.
Menalo menilai kemenangan Persib di Thailand lahir dari kemampuan seluruh pemain menjaga konsentrasi hingga menit terakhir pertandingan. Menurutnya, keunggulan yang diraih tidak hanya ditentukan oleh tiga gol pada penghujung laga, tetapi juga oleh kerja sama yang terus dipertahankan ketika pertandingan memasuki fase paling menentukan. Setiap pemain tetap menjalankan perannya, saling membantu, dan berusaha menjaga permainan tetap terorganisasi sampai peluit akhir berbunyi.
Ia menyebut para pemain tampil sebagai satu kesatuan. Tidak ada ego pribadi yang mengganggu tujuan bersama, karena seluruh anggota tim menempatkan kepentingan Persib di atas kepentingan masing-masing. Bagi Menalo, sikap tersebut menjadi salah satu dasar penting di balik keberhasilan Maung Bandung membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan melalui gol-gol yang tercipta pada menit-menit akhir.
Menalo juga menggambarkan rekan-rekannya sebagai sebuah keluarga. Hubungan yang terbangun di pemain, menurut penilaiannya, membuat setiap orang merasa memiliki tanggung jawab terhadap perjuangan tim. Dukungan dan kepercayaan satu sama lain terlihat sepanjang pertandingan, termasuk ketika Persib harus tetap sabar, fokus, dan bekerja keras sebelum akhirnya mencetak tiga gol penentu.
Atas kemenangan tersebut, Menalo menyampaikan apresiasi kepada seluruh rekan setimnya. Ia mengaku senang dapat bermain bersama mereka dan berada di ruang ganti Persib. Pernyataan itu mencerminkan penghargaan terhadap kebersamaan yang dirasakan di dalam tim. Menalo menegaskan bahwa para pemain telah menunjukkan arti sebuah tim yang sebenarnya dengan tetap kompak, tidak mengutamakan ego pribadi, dan mempertahankan konsentrasi hingga pertandingan berakhir.



