Jakarta | PT Astra International Tbk (ASII) berencana menambah kepemilikannya di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melalui penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO). Rencana ini menjadi langkah korporasi untuk meningkatkan porsi kepemilikan ASII pada perusahaan yang bergerak di bidang komponen otomotif tersebut, dengan tetap mempertahankan struktur pengendalian yang telah berjalan.
Dalam penawaran tersebut, ASII menyasar tambahan kepemilikan sekitar 4,95% saham AUTO. Harga yang ditawarkan ditetapkan sebesar Rp3.600 per saham. Dengan demikian, pemegang saham AUTO memperoleh pilihan untuk menerima penawaran sesuai ketentuan transaksi, sementara ASII berupaya memperbesar eksposurnya terhadap AUTO melalui mekanisme tender sukarela.
Penambahan kepemilikan ini tidak dimaksudkan untuk mengubah status ASII sebagai pengendali AUTO. Setelah transaksi, ASII tetap menjadi pihak pengendali perusahaan. Artinya, rencana tersebut lebih mencerminkan peningkatan porsi kepemilikan dibandingkan perubahan arah pengendalian atau struktur utama AUTO.
Pelaksanaan VTO juga menunjukkan bahwa ASII tetap memperhatikan batas kepemilikan publik atau free float AUTO. Penambahan saham dilakukan dengan mempertimbangkan agar persentase saham yang beredar di masyarakat tetap berada dalam batas yang berlaku. Aspek tersebut penting karena free float berperan dalam menjaga ketersediaan saham AUTO untuk diperdagangkan oleh investor publik.
Dengan harga penawaran Rp3.600 per saham dan sasaran tambahan sekitar 4,95%, rencana ini menempatkan AUTO sebagai bagian penting dalam strategi kepemilikan ASII di sektor otomotif. Namun, posisi ASII sebagai pengendali tetap dipertahankan, sedangkan batas free float menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan transaksi.
Manajemen PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan bahwa penambahan porsi kepemilikan saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja perusahaan serta prospek bisnisnya. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada 12 Oktober 2026, AUTO dinilai memperlihatkan kinerja yang baik dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan arus kas yang kuat.
Penilaian tersebut menjadi salah satu pertimbangan Astra dalam meningkatkan kepemilikannya di perusahaan komponen dan suku cadang otomotif tersebut. Arus kas yang kuat dipandang mencerminkan kemampuan AUTO dalam menjalankan kegiatan operasional serta mendukung keberlanjutan bisnisnya. Kinerja tersebut juga menjadi dasar bagi Astra untuk tetap melihat AUTO sebagai bagian penting dari ekosistem bisnis otomotif Grup Astra.
Dalam keterbukaan informasi itu, manajemen ASII menjelaskan bahwa penambahan kepemilikan merupakan bentuk komitmen Astra untuk terus mendukung perkembangan bisnis AUTO di masa depan. Dukungan tersebut berkaitan dengan posisi AUTO sebagai perusahaan yang bergerak di bidang komponen dan suku cadang otomotif, sektor yang memiliki peran penting dalam rantai industri kendaraan bermotor.
Dengan demikian, langkah tersebut tidak semata-mata mencerminkan perubahan investasi, tetapi juga menunjukkan keyakinan Astra terhadap kemampuan AUTO untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Astra tetap menempatkan peningkatan kinerja, penguatan bisnis komponen otomotif, dan penciptaan nilai jangka panjang sebagai bagian dari pertimbangan dalam mendukung AUTO.
Rencana tender tersebut membawa konsekuensi finansial yang terukur bagi PT Astra International Tbk (ASII). Apabila seluruh saham yang menjadi objek penawaran berhasil diperoleh, ASII diperkirakan perlu menyiapkan dana sekitar Rp858 miliar. Nilai ini mencerminkan kebutuhan kas untuk menyelesaikan pembelian saham dalam jumlah penuh sesuai target penawaran, sehingga realisasi pengeluaran dapat berbeda apabila jumlah saham yang diterima tidak mencapai keseluruhan objek tender.
Dari sisi struktur permodalan, tambahan saham yang ditargetkan setara dengan sekitar 4,947% dari modal ditempatkan dan disetor PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Persentase tersebut menunjukkan besarnya peningkatan kepemilikan ASII secara relatif terhadap total modal AUTO, bukan sekadar jumlah saham yang berpindah tangan. Dengan demikian, transaksi ini akan meningkatkan eksposur ekonomi ASII terhadap kinerja Astra Otoparts, termasuk potensi manfaat dari pembagian laba maupun perubahan nilai investasi pada masa mendatang.
Jika seluruh saham dalam penawaran terserap, kepemilikan ASII di AUTO diproyeksikan meningkat dari sekitar 80% menjadi sebanyak-banyaknya 84,947%. Istilah “sebanyak-banyaknya” menegaskan bahwa angka tersebut merupakan batas maksimum berdasarkan asumsi seluruh saham yang ditawarkan berhasil dibeli. Apabila tingkat penerimaan saham lebih rendah, kenaikan porsi kepemilikan dan dana yang dikeluarkan juga akan berada di bawah angka maksimum tersebut. Setelah transaksi, porsi ASII tetap perlu ditempatkan dalam kerangka ketentuan pasar modal, termasuk persyaratan mengenai saham yang beredar di publik atau free float. Oleh karena itu, peningkatan kendali ekonomi melalui tender tidak serta-merta berarti seluruh saham AUTO dapat dikonsolidasikan tanpa memperhatikan batas kepemilikan publik yang berlaku.
Dalam rencana penambahan kepemilikan pada Astra Otoparts, Tbk. (Astra Otoparts), PT Astra International Tbk (ASII) tetap menegaskan komitmennya untuk memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemeliharaan batas minimum saham yang beredar di masyarakat atau free float. Perseroan akan tetap menjaga tingkat free float Astra Otoparts paling sedikit sebesar 15%, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh regulator dan penyelenggara pasar modal. Dengan demikian, pelaksanaan rencana tender sukarela tetap memperhatikan kebutuhan likuiditas saham publik serta kepatuhan terhadap persyaratan pencatatan yang berlaku.
Pendanaan atas transaksi tersebut direncanakan berasal dari kas internal perseroan. Penggunaan sumber dana internal akan dilakukan dengan tetap menerapkan disiplin dalam mengalokasikan belanja modal dan kebutuhan investasi lainnya. Manajemen juga memastikan posisi neraca perseroan tetap kuat dan sehat, sehingga transaksi dapat dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas serta kemampuan keuangan ASII. Kebijakan tersebut mencerminkan pendekatan yang berhati-hati dalam mengelola sumber daya perusahaan, sekaligus mempertahankan fleksibilitas keuangan untuk mendukung kegiatan usaha dan kebutuhan operasional yang telah direncanakan.
Manajemen menilai rencana tender sukarela ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional perseroan. Penilaian tersebut juga mencakup aspek hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan usaha ASII. Pelaksanaan transaksi akan mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku di pasar modal Indonesia, termasuk persyaratan terkait keterbukaan informasi dan perlindungan terhadap pemegang saham publik. Dengan memperhatikan batas free float, sumber pendanaan, disiplin belanja modal, dan kekuatan neraca, perseroan menempatkan rencana transaksi dalam kerangka kepatuhan terhadap regulasi serta pengelolaan keuangan yang terukur.

