Medan | Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution atas perhatian dan dukungannya terhadap perkembangan tim nasional Indonesia. Pujian tersebut disampaikan ketika Sumardji membuka Kongres Luar Biasa pemilihan Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030. Kegiatan itu berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, pada Senin.
Dalam kesempatan tersebut, Sumardji menilai kepedulian Bobby Nasution terhadap sepak bola nasional terlihat dari dukungannya kepada tim nasional, khususnya kelompok umur. Perhatian semacam itu dinilai penting karena pembinaan pemain muda menjadi salah satu fondasi bagi keberlanjutan prestasi Indonesia di tingkat internasional. Dukungan dari pemerintah daerah juga dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi pengembangan bakat, kompetisi, serta pembinaan pemain sejak usia dini.
Sumardji menyampaikan apresiasi itu secara langsung di hadapan Bobby Nasution. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi pemerintah daerah terhadap kemajuan sepak bola tidak hanya dipandang dari sisi penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga dari kepedulian terhadap perjalanan tim nasional. Bagi BTN PSSI, perhatian kepada tim kelompok umur memiliki arti strategis karena para pemain muda merupakan bagian dari proses regenerasi skuad Indonesia pada masa mendatang.
Apresiasi itu sekaligus memperlihatkan adanya hubungan positif federasi sepak bola dan pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan nasional. Kepedulian Bobby Nasution terhadap tim nasional kelompok umur menjadi sorotan dalam pembukaan kongres tersebut. Dukungan yang konsisten diharapkan dapat memperkuat perhatian publik dan pemangku kepentingan terhadap pembinaan pemain muda, sehingga perkembangan sepak bola Indonesia dapat berlangsung secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Dukungan Bobby Nasution dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap sepak bola nasional diwujudkan melalui kesediaan menjadi tuan rumah berbagai kompetisi internasional kelompok usia. Langkah tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap tim nasional tidak hanya diberikan dalam bentuk pernyataan, tetapi juga melalui kesiapan menyediakan tempat, fasilitas, serta dukungan penyelenggaraan turnamen. Bagi pembinaan pemain muda, kesempatan bertanding di hadapan publik sendiri dapat menjadi pengalaman penting untuk mengembangkan mental, disiplin, dan kemampuan bersaing di tingkat internasional.
Sumatera Utara tercatat telah dua kali dipercaya menjadi tuan rumah ajang sepak bola kelompok umur. Pertama, provinsi tersebut menyelenggarakan Piala Kemerdekaan 2025 yang menjadi ajang pemanasan menuju Piala Dunia U-17. Turnamen itu memberikan ruang bagi tim nasional untuk mengukur kesiapan sekaligus membangun atmosfer kompetisi sebelum menghadapi agenda yang lebih besar. Kepercayaan serupa kembali diterima Sumatera Utara melalui penyelenggaraan Piala AFF U-19 pada Juni 2026.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Sumardji, menilai komitmen tersebut patut diapresiasi karena tidak banyak gubernur yang bersedia memberikan perhatian sekaligus mengurus perkembangan tim nasional kelompok umur. Menurutnya, dukungan kepala daerah memiliki arti strategis, terutama ketika pembinaan pemain membutuhkan kesinambungan, fasilitas memadai, dan koordinasi lintas pihak. Keterlibatan pemerintah daerah juga membantu menciptakan ekosistem yang lebih kuat bagi talenta muda di berbagai wilayah.
Sumardji menyampaikan bahwa dirinya telah berkeliling Indonesia untuk meminta dukungan para gubernur terhadap tim nasional. Namun, dari berbagai daerah yang dikunjungi, ia belum menemukan dukungan yang dinilainya melebihi perhatian Gubernur Sumatera Utara. Penilaian itu menegaskan posisi Bobby Nasution sebagai salah satu kepala daerah yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap sepak bola nasional, khususnya proses pembentukan dan penguatan tim kelompok usia.
Kehadiran Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam Kongres Luar Biasa PSSI Sumut memiliki arti penting bagi Sumardji. Menurut anggota Komite Eksekutif PSSI tersebut, forum itu bukan sekadar agenda organisasi, melainkan juga menjadi kesempatan untuk melihat perhatian pemerintah daerah terhadap sepak bola. Kongres serupa telah berlangsung di sejumlah provinsi. Namun, Bobby menjadi gubernur yang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran itu dinilai memberikan pesan bahwa pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap perkembangan sepak bola di wilayahnya.
Bagi Sumardji, kehadiran Bobby menunjukkan komitmen terhadap sepak bola. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, mendapat tempat dalam perhatian pemerintah daerah. Komitmen itu terlihat melalui kehadiran gubernur dalam forum yang berkaitan langsung dengan tata kelola dan perkembangan sepak bola. Pernyataan tersebut menempatkan partisipasi kepala daerah sebagai bentuk dukungan yang penting bagi lingkungan sepak bola, termasuk dalam upaya membangun perhatian yang lebih luas terhadap tim nasional Indonesia.
Sumardji berharap semakin banyak pemerintah daerah mengikuti langkah tersebut dengan memberikan dukungan terhadap kemajuan tim nasional Indonesia. Pemerintah daerah diharapkan tidak mengesampingkan olahraga dalam agenda dan perhatiannya. Menurutnya, sepak bola memiliki kemampuan untuk menyatukan berbagai pihak. Karena itu, dukungan dari daerah dipandang penting agar perhatian terhadap tim nasional dapat tumbuh secara lebih luas. Harapan tersebut disampaikan agar keterlibatan pemerintah daerah dalam sepak bola tidak berhenti pada satu wilayah, tetapi turut berkembang di berbagai provinsi melalui dukungan terhadap kegiatan dan kemajuan olahraga nasional.
Bobby Nasution menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan kepengurusan baru PSSI Sumut dapat mempertahankan hubungan yang telah terjalin baik. Menurutnya, kerja sama pemerintah daerah dan organisasi sepak bola merupakan fondasi penting untuk menjalankan program pembinaan secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap atlet, pelatih, klub, serta penyelenggaraan kompetisi di berbagai daerah.
Ia juga berharap Sumatera Utara terus menghadirkan ajang sepak bola berskala nasional dan internasional. Kehadiran kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi dinilai dapat memberikan pengalaman berharga bagi pemain lokal sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas. Bobby menyatakan bahwa PSSI Sumut pada periode sebelumnya telah berhasil membawa berbagai kompetisi ke Sumatera Utara. Pencapaian tersebut, menurutnya, layak dilanjutkan dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas.
Bobby berharap kesinambungan program tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk berprestasi. Dengan pembinaan yang terarah, dukungan pemerintah, dan pengelolaan organisasi yang solid, Sumatera Utara diharapkan mampu meraih prestasi melalui PSSI. Ia menilai kolaborasi pemangku kepentingan menjadi kunci untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat, kompetitif, dan mampu menghasilkan pemain berkelas bagi tim daerah maupun nasional.
Dalam kesempatan itu, Arya Sinulingga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030. Arya menyebut dukungan gubernur serta kepala dinas pemuda dan olahraga berperan penting dalam pelaksanaan program yang telah berjalan. Ke depan, ia berkomitmen membangun sepak bola Sumatera Utara dengan langkah yang lebih tegas. Komitmen tersebut mencakup penguatan pembinaan, peningkatan kualitas kompetisi, dan konsolidasi organisasi agar PSSI Sumut dapat bekerja lebih efektif serta menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Baca juga: Putusan MK 2026 Ubah Aturan Kuota Internet: Konsumen Berhak Mendapat Perlindungan atas Sisa Kuota | TNI Terus Perkuat Dukungan Penanganan Gempa NTT

