Jakarta | Kelompok Houthi tetap mampu bertahan meskipun berulang kali menjadi sasaran operasi militer berskala besar. Serangan udara, pembatasan pergerakan, dan penghancuran sejumlah fasilitas memang dapat mengurangi kapasitas mereka pada waktu tertentu, tetapi dampaknya tidak otomatis mengakhiri kemampuan kelompok tersebut untuk beroperasi. Ketahanan ini tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah persenjataan, melainkan oleh rangkaian faktor yang saling memperkuat dalam lingkungan politik, sosial, ekonomi, dan geografis Yaman.
Salah satu faktor penting ialah kemampuan Houthi beradaptasi. Struktur komando dan jaringan operasional mereka dapat disebarkan ke berbagai lokasi, sehingga kerusakan pada satu fasilitas tidak selalu melumpuhkan keseluruhan organisasi. Mereka juga memanfaatkan medan pegunungan, wilayah pedesaan, serta kepadatan permukiman sebagai ruang untuk menyamarkan pergerakan dan mengurangi efektivitas serangan. Kondisi geografis Yaman yang luas dan sulit dijangkau menambah tantangan bagi pihak yang berupaya melakukan pengawasan maupun penindakan berkelanjutan.
Selain itu, keberlangsungan Houthi ditopang oleh kemampuan mengelola sumber daya. Pendapatan dari pungutan, penguasaan jalur perdagangan, serta akses terhadap jaringan ekonomi lokal dapat membantu membiayai administrasi dan kegiatan militernya. Pada saat yang sama, dukungan teknis, komponen, atau pengetahuan dari jaringan eksternal memungkinkan mereka mempertahankan sebagian kemampuan persenjataan, meskipun menghadapi tekanan dan intersepsi.
Dimensi sosial dan politik juga tidak dapat diabaikan. Houthi memanfaatkan narasi perlawanan, ketidakpuasan terhadap lawan politik, serta kelemahan institusi negara untuk mempertahankan legitimasi di wilayah tertentu. Bagi sebagian penduduk, kelompok ini bukan hanya aktor bersenjata, tetapi juga penyedia layanan, pengelola keamanan, dan otoritas yang hadir ketika pemerintahan formal tidak efektif. Karena itu, operasi militer yang hanya berfokus pada target fisik berisiko mengurangi kemampuan tempur tanpa menghapus jaringan pendukungnya. Ketahanan Houthi pada akhirnya merupakan hasil interaksi organisasi yang lentur, sumber daya yang terus diupayakan, medan yang menguntungkan, dan konflik politik yang belum terselesaikan.
Ketahanan Houthi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mereka mempertahankan posisi di medan Yaman atau mengoperasikan persenjataan seperti rudal dan drone. Di balik aktivitas tersebut terdapat dukungan ekonomi yang membantu menjaga kesinambungan organisasi. Sumber pendanaan menjadi salah satu unsur penting karena memungkinkan kelompok tersebut mempertahankan struktur, mengatur kebutuhan operasional, dan merespons tekanan yang muncul dalam situasi konflik. Dengan demikian, kemampuan bertahan tidak semata-mata merupakan hasil dari faktor militer, tetapi juga berkaitan dengan keberadaan mesin ekonomi yang menopang kegiatan mereka.
Mesin ekonomi ini berperan sebagai fondasi bagi operasional yang berlangsung secara berkelanjutan. Serangan menggunakan rudal dan drone membutuhkan lebih dari sekadar persediaan perangkat; kegiatan tersebut juga memerlukan pengelolaan, koordinasi, pemeliharaan, serta dukungan administratif. Tanpa aliran sumber daya yang memadai, kemampuan untuk mempertahankan aktivitas secara konsisten akan menghadapi hambatan. Dukungan ekonomi membantu menghubungkan berbagai kebutuhan tersebut, sehingga kegiatan organisasi dapat terus berjalan meskipun berada dalam lingkungan yang penuh tekanan.
Pembahasan mengenai ketahanan Houthi karena itu perlu memasukkan dimensi ekonomi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari analisis. Fokus yang hanya tertuju pada serangan dan persenjataan dapat mengabaikan infrastruktur pendukung yang membuat aktivitas tersebut berkelanjutan. Sumber pendanaan memberikan ruang bagi kelompok untuk mempertahankan operasional, menyesuaikan diri terhadap perubahan keadaan, dan menjaga kapasitas organisasinya. Unsur ini tidak berdiri sendiri, melainkan berinteraksi dengan faktor jaringan, kemampuan organisasi, dan kondisi medan Yaman. Memahami peran dukungan ekonomi membantu menjelaskan mengapa tekanan terhadap aspek militer saja belum tentu segera mengakhiri aktivitas Houthi. Ketahanan mereka juga dipengaruhi oleh kemampuan mempertahankan mesin pendukung yang memungkinkan operasi tetap berlangsung dari waktu ke waktu.
Jaringan pengadaan berperan penting dalam menjaga agar pasokan senjata tetap bergerak meskipun menghadapi tekanan, pengawasan, dan gangguan. Dalam konteks ini, pengadaan tidak hanya berarti memperoleh rudal dan drone, tetapi juga mencakup pengelolaan hubungan, pembiayaan, penyimpanan, pemindahan, serta penggantian komponen yang diperlukan. Jaringan yang berlapis membuat proses tersebut tidak bergantung pada satu titik atau satu hubungan saja. Ketika sebagian jalur terganggu, fungsi tertentu masih dapat diteruskan melalui bagian jaringan yang lain.
Kelancaran pasokan memberi Houthi kemampuan untuk mempertahankan kesinambungan aktivitas militernya. Ketersediaan rudal dan drone memungkinkan perencanaan dilakukan secara berulang, bukan hanya melalui tindakan sesekali yang bergantung pada persediaan awal. Pasokan yang terjaga juga membantu mempertahankan tekanan terhadap lawan, karena kemampuan tersebut dapat digunakan kembali setelah operasi, kerusakan, atau kehilangan peralatan. Dengan demikian, ketahanan militer tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah senjata yang dimiliki pada satu waktu, melainkan oleh kemampuan memperbarui dan mempertahankan persediaan.
Jaringan pengadaan juga dapat mendukung fleksibilitas. Pengelolaan pasokan yang berkesinambungan memberi ruang untuk menyesuaikan prioritas, mengatur penggunaan persediaan, dan mempertahankan kapasitas ketika kondisi berubah. Dalam situasi tekanan tinggi, kemampuan mengurangi ketergantungan pada satu sumber menjadi faktor penting. Kerahasiaan, pemisahan fungsi, dan penggunaan hubungan yang beragam dapat membantu menjaga kesinambungan, walaupun setiap lapisan tambahan juga membawa risiko koordinasi dan keterlambatan.
Hubungan pengadaan dan ketahanan Houthi, oleh karena itu, bersifat langsung. Selama jaringan mampu menjaga arus rudal dan drone, kemampuan mempertahankan aktivitas militer tetap tersedia. Sebaliknya, gangguan yang berkepanjangan pada pembiayaan, komponen, penyimpanan, atau pemindahan dapat membatasi tempo operasi dan mengurangi pilihan strategis. Jaringan ini menjadi salah satu fondasi yang menjelaskan mengapa tekanan terhadap Houthi tidak otomatis menghentikan aktivitas militernya.
Geografi Yaman merupakan salah satu faktor penting yang memperumit upaya militer terhadap Houthi. Negara ini memiliki bentang alam yang sangat beragam, mulai dari pegunungan terjal di wilayah utara dan barat, lembah sempit, dataran tinggi, hingga kawasan gurun yang luas. Medan tersebut menyediakan banyak lokasi untuk berlindung, memindahkan personel, menyimpan peralatan, dan mengoperasikan senjata secara tersembunyi. Infrastruktur jalan yang terbatas serta kondisi geografis yang terfragmentasi juga membuat pemantauan dan pengendalian wilayah menjadi pekerjaan yang mahal, lambat, dan berisiko.
Dalam situasi demikian, serangan terhadap gudang senjata atau fasilitas tertentu belum tentu menghilangkan kemampuan Houthi untuk bertindak. Struktur kelompok yang tersebar memungkinkan sebagian unit tetap beroperasi meskipun pusat komando atau persenjataan utama mengalami kerusakan. Pengetahuan lokal, dukungan jaringan masyarakat, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan turut membantu mereka menghindari tekanan militer. Karena itu, keberhasilan taktis dalam menghancurkan target tidak otomatis menghasilkan pelumpuhan strategis.
Upaya melemahkan Houthi juga harus menjangkau sumber pendanaan yang menopang kegiatan organisasi, jalur pasokan yang menghubungkan mereka dengan pemasok dan mitra, serta infrastruktur sipil maupun militer yang mendukung keberlangsungan operasi. Pengawasan atas pelabuhan, jalur darat, titik perlintasan, dan jaringan distribusi menjadi bagian dari persoalan yang lebih luas. Namun, langkah tersebut perlu mempertimbangkan kondisi kemanusiaan Yaman agar tekanan terhadap jaringan kelompok tidak memperburuk kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan demikian, ketahanan Houthi tidak hanya ditentukan oleh jumlah rudal, drone, atau keberadaan pemimpin tertentu. Ketahanan itu terbentuk dari perpaduan medan, organisasi, ekonomi, logistik, dan kemampuan memanfaatkan celah dalam lingkungan politik setempat. Keseluruhan mesin ketahanan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam program Profit pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Baca juga: Pastikan Pasokan Air Tetap Siaga, Satgas Pam Irigasi Embung Jokowi Lanud Sjamsudin Noor Rawat Kesiapan Pompa Untuk Penanganan Karhutla | Pasokan Beras ASN Tiba di Yahukimo, Diangkut Hercules C-130 TNI AU | Rp5 Juta Jadi Pintu Masuk Mengurai Perkara: Dedy Luqman Hakim Soroti Bukti, Aliran Uang, dan Niat Para Pihak

