Jakarta | Survei Parameter Politik Indonesia (PPI) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebesar 65,2 persen. Hasil tersebut menjadi gambaran penilaian responden terhadap pemerintah dan mendapat perhatian sebagai salah satu indikator kepercayaan masyarakat. Pengamat politik Hendri Satrio menilai capaian itu sebagai sinyal positif, sekaligus dorongan agar pemerintah menjaga kepercayaan publik melalui kerja yang berkelanjutan.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, Hendri menyampaikan bahwa angka kepuasan tersebut perlu dibaca sebagai kesempatan bagi pemerintah untuk terus menunjukkan hasil kerja yang dirasakan masyarakat. Menurut dia, penilaian positif dapat menjadi modal, tetapi bukan alasan untuk berpuas diri. Pemerintah tetap perlu memastikan kebijakan dan program yang dijalankan menjawab kebutuhan warga serta mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Hendri juga melihat capaian dalam survei itu sebagai indikasi adanya pembenahan dalam kinerja pemerintahan. Namun, penilaian publik dapat berubah seiring perkembangan kondisi dan pengalaman masyarakat terhadap layanan maupun kebijakan pemerintah. Karena itu, konsistensi pelaksanaan program dan perhatian terhadap persoalan sehari-hari dinilai penting untuk mempertahankan dukungan tersebut. Kepercayaan publik perlu dirawat melalui hasil nyata, komunikasi yang terbuka, serta respons terhadap masukan masyarakat.
Angka 65,2 persen dengan demikian dapat menjadi tolok ukur awal bagi pemerintah untuk mengevaluasi pekerjaan yang telah dilakukan dan menentukan langkah berikutnya. Pemerintah diharapkan meneruskan upaya pembenahan, menjaga mutu pelaksanaan kebijakan, dan memprioritaskan dampak bagi masyarakat luas. Bagi Hendri, sinyal positif dari survei PPI sepatutnya diterjemahkan menjadi dorongan untuk bekerja lebih baik, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, tingkat kepuasan tidak hanya dipertahankan sebagai angka, tetapi diperkuat melalui kinerja yang konsisten dan dapat dirasakan publik dalam kehidupan sehari-hari.
Survei PPI tidak hanya mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah sebesar 65,2 persen, tetapi juga mengukur kepercayaan publik yang berada pada angka 67 persen. Dengan demikian, kepercayaan tercatat sedikit lebih tinggi daripada kepuasan, dengan selisih 1,8 poin persentase. Perbedaan ini menjadi catatan penting dalam membaca penilaian masyarakat: meskipun tingkat kepuasan belum mencapai angka yang sama, sebagian besar responden masih memberikan kepercayaan kepada pemerintah.
Hendri Satrio menafsirkan angka kepercayaan tersebut sebagai tanda bahwa masyarakat masih menyimpan harapan dan memberi kesempatan kepada pemerintah untuk menunjukkan hasil kerjanya. Kepercayaan, menurut pandangan ini, bukan sekadar penilaian atas kondisi saat ini. Angka itu juga mencerminkan ruang yang masih tersedia bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja, menuntaskan program, dan membuktikan bahwa harapan publik tidak diberikan dengan sia-sia. Karena itu, capaian tersebut patut dipahami sebagai amanah, bukan alasan untuk berpuas diri.
Hendri mendorong pemerintah agar menjawab kepercayaan itu melalui kerja nyata, terutama saat memasuki tahun ketiga pemerintahan. Pada tahap ini, masyarakat tentu menantikan bukti yang dapat dirasakan, bukan hanya janji atau penjelasan mengenai rencana. Upaya pemerintah perlu tampak dalam kebijakan yang berjalan, pelaksanaan program yang konsisten, serta penyelesaian persoalan yang dekat dengan kebutuhan warga. Langkah-langkah tersebut dapat membantu menjaga jarak tingkat kepercayaan dan kepuasan agar tidak semakin lebar.
Pesan untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan publik juga mengandung tuntutan agar pemerintah terus terbuka terhadap evaluasi. Ketika kebijakan belum memberi hasil yang diharapkan, penjelasan yang jujur dan perbaikan yang terukur dapat menjadi bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat. Sebaliknya, jika kesempatan yang diberikan tidak diikuti perubahan yang nyata, harapan publik berisiko melemah. Angka 67 persen, dengan demikian, menunjukkan adanya modal sosial yang perlu dijaga melalui kinerja dan akuntabilitas. Pemerintah masih memiliki ruang untuk memperkuat dukungan masyarakat, tetapi ruang itu harus diisi dengan tindakan yang konsisten dan relevan bagi kehidupan warga.
Hendri Satrio mengapresiasi sejumlah perubahan yang telah dilakukan pemerintah, termasuk perbaikan kebijakan dan perombakan kabinet. Menurutnya, langkah-langkah tersebut menunjukkan adanya upaya untuk merespons berbagai kebutuhan serta mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Apresiasi ini menjadi bagian dari penilaiannya terhadap hasil survei PPI yang mencatat kepuasan publik sebesar 65,2 persen. Namun, angka tersebut tidak semestinya membuat pemerintah berpuas diri. Kepercayaan masyarakat perlu dijaga melalui kebijakan yang konsisten, pelaksanaan yang bertanggung jawab, dan kesediaan untuk memperbaiki hal-hal yang masih menjadi perhatian publik. Perubahan yang telah ditempuh dapat menjadi pijakan, tetapi keberlanjutannya tetap bergantung pada hasil yang dirasakan masyarakat.
Di samping mengakui perubahan tersebut, Hendri memberi catatan bahwa sejumlah sektor masih memerlukan peningkatan. Pemberantasan korupsi, misalnya, perlu terus diperkuat agar komitmen pemerintah dapat tercermin dalam tindakan dan menjaga kepercayaan masyarakat. Penanganan kebakaran hutan dan lahan juga menjadi bidang yang perlu mendapat perhatian lebih. Pemerintah diharapkan memastikan upaya penanganan berjalan dengan sungguh-sungguh dan menjadi bagian dari prioritas, bukan hanya respons sesaat. Catatan ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap kebijakan baru dapat berjalan beriringan dengan kritik yang konstruktif. Bagi Hendri, kepuasan publik yang tercatat dalam survei tetap perlu dibaca bersama tuntutan untuk meningkatkan kinerja pada persoalan-persoalan penting tersebut.
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis turut menjadi perhatian. Hendri berharap program itu dijalankan dengan baik dan tidak menimbulkan kasus keracunan. Harapan tersebut menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pelaksanaan program, agar tujuan yang hendak dicapai tidak terganggu oleh persoalan yang dapat merusak kepercayaan publik. Pemerintah perlu menjaga mutu pelaksanaan sekaligus memperhatikan berbagai risiko secara serius. Dengan demikian, program dapat memperoleh dukungan masyarakat dan memberikan manfaat sebagaimana diharapkan. Secara keseluruhan, pesan Hendri memadukan penghargaan atas perubahan yang telah dilakukan dengan dorongan agar pemerintah terus membenahi sektor-sektor yang masih perlu ditingkatkan. Menjaga kepercayaan publik membutuhkan evaluasi berkelanjutan, keterbukaan terhadap masukan, serta pelaksanaan kebijakan yang konsisten. Angka kepuasan dapat menjadi dorongan, sekaligus pengingat bahwa tanggung jawab pemerintah untuk memenuhi harapan masyarakat terus berlangsung.
Hendri Satrio menilai angka kepuasan sebesar 65,2 persen dalam survei terbaru PPI menunjukkan perubahan arah dibandingkan hasil survei-survei sebelumnya. Menurut keterangannya, angka kepuasan pada survei terdahulu selalu berada di bawah 50 persen. Karena itu, capaian terbaru tersebut ia pandang sebagai perkembangan yang patut dicermati, sekaligus menjadi sinyal bahwa penilaian publik terhadap kinerja pemerintah dapat bergerak dari waktu ke waktu. Pandangan ini merujuk pada perbandingan angka survei sebagaimana disampaikan Hendri, bukan penjelasan tersendiri mengenai faktor yang mendorong perubahan tersebut.
Hendri berharap tren positif itu dapat berlanjut. Ia mendorong pemerintah untuk menjaga kepercayaan publik dengan terus memperbaiki kinerja dan memastikan hasil kerja dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, angka kepuasan yang lebih tinggi sebaiknya tidak diperlakukan sebagai alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut dapat menjadi dorongan agar pemerintah mempertahankan perhatian pada kebutuhan warga, melaksanakan kebijakan secara konsisten, serta merespons persoalan yang muncul. Harapan tersebut menempatkan hasil survei sebagai salah satu pengingat bagi pemerintah untuk terus bekerja, bukan sebagai ukuran tunggal yang memastikan seluruh persoalan telah terselesaikan.
Ia juga mengharapkan agar perkembangan kinerja pemerintahan ke depan semakin baik sehingga kepercayaan masyarakat dapat terjaga. Penilaian publik, seperti yang tercermin dalam survei, dapat berubah seiring pengalaman masyarakat dan perkembangan kebijakan. Namun, bagian ini hanya menyampaikan penilaian serta harapan Hendri mengenai perbandingan hasil survei dan arah kinerja pemerintah.
Baca juga: TNI Bersama Pemerintah Perkuat Penanggulangan Karhutla






