MRT Jakarta Jelaskan Teguran kepada Penumpang yang Minum di Kereta

MRT Jakarta Jelaskan Teguran kepada Penumpang yang Minum di Kereta

Jakarta | PT MRT Jakarta (Perseroda) mengingatkan seluruh pengguna jasa agar mematuhi tata tertib selama berada di lingkungan stasiun maupun saat menggunakan kereta Ratangga. Salah satu ketentuan yang perlu diperhatikan ialah larangan makan dan minum di area berbayar stasiun serta di dalam kereta. Imbauan ini disampaikan menyusul perhatian terhadap perilaku penumpang yang minum di kereta, sekaligus menegaskan kembali aturan yang berlaku bagi setiap pengguna layanan.

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta pada Selasa. Ia mengingatkan bahwa aturan bukan sekadar ketentuan administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga fasilitas dan memastikan perjalanan berlangsung nyaman bagi semua orang. Dengan menaati larangan tersebut, penumpang turut membantu mencegah tumpahan minuman dan sisa makanan yang dapat mengotori area stasiun atau gerbong.

Ketertiban di ruang publik seperti MRT memerlukan kepedulian bersama. Area berbayar dan kereta digunakan oleh banyak penumpang dengan kebutuhan serta jadwal perjalanan yang berbeda, sehingga perilaku setiap orang dapat berdampak pada pengalaman pengguna lain. Menjaga kebersihan juga membantu petugas mempertahankan kondisi fasilitas agar tetap layak digunakan sepanjang waktu. Karena itu, pengguna diharapkan memperhatikan rambu dan pengumuman, serta menyelesaikan makan atau minum sebelum memasuki area berbayar. Jika membawa bekal, penumpang dapat menyimpannya dengan baik selama perjalanan dan mengonsumsinya setelah keluar dari area tersebut. Kepatuhan terhadap tata tertib mendukung suasana perjalanan yang bersih, nyaman, dan tertib, sekaligus menunjukkan penghormatan terhadap sesama pengguna layanan. MRT Jakarta mengajak penumpang untuk saling mengingatkan secara bijak apabila melihat aturan tidak dijalankan, tanpa mengganggu kenyamanan maupun keselamatan orang lain. Dengan demikian, fasilitas bersama dapat terpelihara dan layanan dapat dinikmati secara lebih baik oleh seluruh pengguna.Imbauan MRT Jakarta mengenai larangan minum di dalam kereta disampaikan sebagai tanggapan atas konten media sosial yang beredar. Konten tersebut memperlihatkan seorang penumpang ditegur oleh petugas karena minum di dalam kereta. Perusahaan kemudian memberikan penjelasan mengenai tindakan petugas itu, sekaligus menegaskan bahwa aturan yang berlaku di area MRT Jakarta perlu dipatuhi oleh seluruh pengguna. Dengan demikian, perhatian perusahaan tertuju pada penerapan ketentuan di lingkungan layanan, bukan pada rincian pribadi penumpang yang terlihat dalam video.

Rendy menjelaskan bahwa teguran yang disampaikan petugas merupakan bagian dari pelaksanaan tugas. Petugas bertanggung jawab menegakkan aturan yang berlaku di area MRT Jakarta, termasuk ketentuan mengenai aktivitas makan dan minum di dalam kereta. Dalam konteks itu, teguran diberikan sebagai bentuk pengingat ketika ada perilaku yang tidak sesuai dengan ketentuan. Penjelasan tersebut menjawab pertanyaan yang muncul setelah video tersebar, dengan menempatkan tindakan petugas sebagai bagian dari tanggung jawabnya dalam menjaga pelaksanaan aturan.

Respons perusahaan juga memperjelas dasar teguran yang terlihat dalam konten media sosial tersebut. Penumpang yang menggunakan layanan MRT Jakarta diharapkan memperhatikan ketentuan yang berlaku selama berada di area operasional, termasuk saat berada di dalam kereta. Penyampaian aturan dan pengingat oleh petugas merupakan salah satu cara untuk memastikan ketentuan dipatuhi. Penjelasan ini tidak memuat informasi lebih lanjut mengenai identitas maupun kondisi penumpang dalam video. Fokusnya adalah bahwa teguran diberikan untuk menegakkan aturan yang berlaku, dan imbauan perusahaan disampaikan setelah konten tersebut menjadi perhatian di media sosial.

Manajemen MRT Jakarta menekankan bahwa petugas lapangan perlu menyampaikan imbauan secara santun dan persuasif ketika mengingatkan penumpang yang minum di dalam kereta. Pendekatan tersebut dimaksudkan agar ketentuan perjalanan dapat dipahami tanpa membuat pelanggan merasa direndahkan atau diperlakukan secara tidak hormat. Petugas tetap bertugas menjaga ketertiban dan mengingatkan pengguna jasa mengenai aturan yang berlaku, tetapi cara penyampaiannya juga menjadi perhatian. Dengan komunikasi yang jelas dan baik, pesan tentang larangan atau ketentuan dapat diterima secara lebih mudah. Sikap ramah diharapkan berjalan seiring dengan ketegasan dalam menjalankan aturan, sehingga suasana perjalanan tetap nyaman bagi seluruh penumpang.

Rendy menjelaskan bahwa petugas mengingatkan penumpang untuk menaati ketentuan sebagai bagian dari tugasnya. Pengingat itu bukan dimaksudkan untuk mempermalukan pelanggan, melainkan untuk memastikan aturan layanan dipatuhi bersama. Dalam situasi seperti ini, petugas diharapkan memilih kata-kata yang sopan, menjelaskan maksud teguran dengan terang, serta tidak menggunakan nada yang dapat dianggap menghakimi. Imbauan yang persuasif memberi ruang bagi penumpang untuk memahami alasan di balik aturan dan menyesuaikan perilakunya. Pada saat yang sama, tugas petugas tetap dijalankan secara konsisten, karena aturan berlaku bagi semua pengguna layanan, bukan hanya bagi orang tertentu.

Manajemen juga menyampaikan harapan agar cara petugas berkomunikasi senantiasa menghormati pelanggan. Penghormatan tersebut dapat ditunjukkan melalui pilihan kata, intonasi, dan sikap saat menyampaikan pengingat, tanpa mengurangi kejelasan isi imbauan. Penumpang merupakan bagian penting dari layanan, sehingga interaksi di dalam kereta perlu berlangsung dengan tertib dan saling menghargai. Jika ada perilaku yang tidak sesuai ketentuan, petugas dapat menyampaikan koreksi secara langsung dengan bahasa yang tenang dan mudah dipahami. Penekanan ini menempatkan kepatuhan terhadap aturan dan kualitas pelayanan sebagai dua hal yang berjalan bersama. Dengan demikian, teguran tetap berfungsi sebagai pengingat, sekaligus menjaga hubungan yang baik petugas dan pelanggan.

Video yang beredar dan menjadi perhatian masyarakat diunggah melalui akun Instagram @lbj_jakarta pada Sabtu pagi, 31/10. Rekaman tersebut menampilkan dua anggota sekuriti menegur seorang penumpang yang kedapatan minum di dalam kereta. Peristiwa ini mengingatkan bahwa perjalanan dengan transportasi publik melibatkan ruang bersama, sehingga kepatuhan terhadap ketentuan dan arahan petugas berperan penting dalam menjaga kenyamanan seluruh pengguna jasa.

MRT Jakarta menyampaikan apresiasi atas dukungan serta kerja sama masyarakat dalam menjaga fasilitas publik. Kepedulian penumpang terhadap aturan membantu menciptakan lingkungan perjalanan yang tertib, aman, dan nyaman. Sikap saling menghormati juga dapat mengurangi gangguan bagi orang lain, terutama di area kereta yang digunakan bersama selama perjalanan. Dengan partisipasi pengguna jasa, upaya merawat sarana transportasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola, tetapi juga bagian dari kebiasaan bersama.

Fasilitas publik dapat berfungsi dengan baik apabila dirawat dan digunakan sesuai ketentuan. Karena itu, setiap penumpang diharapkan memperhatikan informasi yang tersedia, menjaga kebersihan, serta mengikuti instruksi petugas di stasiun maupun di dalam kereta. Petugas berada di lapangan untuk membantu memastikan kegiatan operasional berlangsung tertib dan memberikan panduan ketika diperlukan. Kerja sama yang baik petugas dan pengguna jasa mendukung perjalanan yang lebih lancar, sekaligus menjaga ruang publik tetap nyaman bagi beragam kalangan.

MRT Jakarta mengajak seluruh pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan kenyamanan mobilitas bersama di Jakarta. Jika menerima pengingat atau instruksi, penumpang diharapkan menyimak dan menindaklanjutinya dengan baik, serta menghubungi petugas apabila membutuhkan penjelasan. Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah kesalahpahaman dan memungkinkan perjalanan berlangsung tertib dari awal hingga tujuan. Dengan saling mendukung, masyarakat dapat turut menjaga fasilitas yang digunakan setiap hari dan membangun pengalaman transportasi publik yang lebih nyaman bagi semua.

Baca juga: Penyaluran tersebut berlangsung di Jakarta dan ditujukan kepada yayasan yang mengasuh anak yatim-piatu serta pesantren | Satu Dekade Ganjil-Genap Jakarta dan Beragam Cara Pengendara Menghindarinya | Dari Sisa Produksi Menjadi Karya: Eksplorasi Material di Art Jakarta 2026

65 kunjungan