Ajudan Gubernur Kaltim Dikembalikan ke Kesatuan, Propam Selidiki Insiden dengan Mahasiswa

Ajudan Gubernur Kaltim Dikembalikan ke Kesatuan, Propam Selidiki Insiden dengan Mahasiswa

Samarinda | Briptu Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, dikembalikan ke kesatuannya di lingkungan Polri setelah muncul tuduhan bahwa ia menyenggol seorang mahasiswa di kompleks Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda. Perkembangan tersebut disampaikan Tim Ahli Gubernur Kaltim, Sudarno, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Menurut Sudarno, kesatuan tempat Asky bertugas akan mengambil kebijakan terkait status dan penanganan personel tersebut.

Sudarno menegaskan bahwa pengembalian Asky ke kesatuan tidak berarti ia telah dipecat dari kepolisian. Ia membantah informasi yang menyebut ajudan gubernur itu sudah diberhentikan. Proses yang berlangsung, kata dia, merupakan bagian dari penanganan atas dugaan insiden, sementara keputusan lebih lanjut belum ditetapkan. Dengan demikian, pengembalian tersebut perlu dipahami sebagai langkah penanganan kepegawaian, bukan sebagai keputusan akhir mengenai kedudukan Asky di Polri.

Perkara yang menjadi perhatian itu masih diperiksa oleh Propam Polda Kalimantan Timur. Sudarno menyatakan, Propam masih menyelidiki kejadian yang melibatkan Asky dan mahasiswa tersebut. Pemeriksaan diperlukan untuk mengklarifikasi apa yang terjadi di kompleks masjid, termasuk menilai keterangan dan informasi yang berkaitan dengan dugaan senggolan. Sampai proses itu selesai, tuduhan yang beredar belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan resmi mengenai peristiwa ataupun tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat.

Sudarno juga menyampaikan bahwa kesatuan Asky akan menentukan kebijakan setelah mempertimbangkan penanganan yang berjalan. Keputusan berikutnya bergantung pada hasil investigasi Propam. Karena itu, belum ada kepastian mengenai langkah administratif atau tindak lanjut lain yang akan dikenakan kepada Briptu Asky. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi institusi untuk menilai perkara dan menentukan respons sesuai prosedur yang berlaku.

Penjelasan tersebut menempatkan dua hal sebagai pokok perkembangan saat ini: Asky telah dikembalikan ke kesatuannya, dan penyelidikan internal masih berlangsung. Pernyataan Sudarno sekaligus meluruskan kabar pemecatan yang dibantahnya. Publik masih menunggu hasil pemeriksaan Propam Polda Kaltim serta kebijakan kesatuan setelah hasil itu dipertimbangkan. Hingga ada penjelasan resmi lebih lanjut, status akhir Asky maupun kesimpulan mengenai dugaan insiden tersebut tetap menunggu proses investigasi.

Aksi mahasiswa yang menjadi latar insiden tersebut berlangsung di Kalimantan Timur dan dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Para peserta menyampaikan tuntutan agar kepemimpinan di lingkungan pemerintah provinsi dievaluasi. Mereka juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah nyata untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Tuntutan itu menjadi pokok perhatian dalam aksi, yang digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap kebijakan dan respons pemerintah daerah. Menurut informasi yang tersedia, aksi berlangsung selama beberapa jam, tetapi tuntutan peserta disebut tidak mendapat tanggapan. Situasi tersebut menjadi bagian penting dari kronologi sebelum massa kemudian bertemu dengan rombongan gubernur pada waktu menjelang malam.

Setelah menyampaikan aspirasi sejak siang, para mahasiswa masih berupaya menemui Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Menjelang waktu magrib, massa mendatangi Masjid Nurul Mu’minin dan bertemu dengan rombongan gubernur di lokasi itu. Pertemuan tersebut terjadi setelah aksi berlangsung tanpa tanggapan, sebagaimana disebut dalam informasi mengenai kejadian. Kehadiran rombongan di masjid kemudian menjadi momen ketika salah seorang pengunjuk rasa menyampaikan pertanyaan langsung kepada Rudy. Kronologi ini menghubungkan aksi di ruang publik dengan interaksi singkat mahasiswa dan gubernur di area masjid, namun informasi yang tersedia tidak memerinci bagaimana massa mengetahui keberadaan rombongan tersebut atau berapa lama mereka menunggu sebelum bertemu.

Dalam pertemuan itu, seorang pengunjuk rasa bertanya kepada Rudy Mas’ud mengapa sebelumnya ia tidak menemui para mahasiswa. Rudy disebut tersenyum setelah mendengar pertanyaan tersebut, lalu bergegas menuju masjid. Informasi yang tersedia tidak menjelaskan alasan gubernur tidak menemui mahasiswa saat aksi berlangsung, sehingga hal itu tidak dapat dipastikan dari kronologi ini. Uraian kejadian hanya menyebut waktu dimulainya demonstrasi, tuntutan evaluasi kepemimpinan dan penanganan kebakaran hutan serta lahan, tidak adanya tanggapan, dan pertemuan menjelang magrib. Rangkaian tersebut menjadi konteks bagi insiden yang kemudian diselidiki Propam, sementara rincian mengenai kejadian ajudan gubernur dan mahasiswa perlu merujuk pada keterangan resmi maupun sumber lain yang dapat diverifikasi.

Video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar di media sosial memunculkan dugaan bahwa Asky sengaja menyenggol seorang mahasiswa. Dalam rekaman itu, mahasiswa tersebut terlihat sedang merekam kedatangan rombongan Gubernur Kalimantan Timur. Potongan video tersebut kemudian menjadi perhatian warganet dan memicu beragam tanggapan mengenai interaksi ajudan gubernur dan mahasiswa di lokasi. Namun, rekaman singkat yang tersebar itu hanya menampilkan sebagian kejadian, sehingga konteks sebelum dan sesudah momen yang terlihat tidak dapat diketahui dari video tersebut saja. Dugaan mengenai tindakan Asky karena itu perlu dibedakan dari kesimpulan yang telah dipastikan.

Sudarno menyampaikan bantahan terhadap cara potongan video itu dipahami dan disebarkan. Menurutnya, rekaman yang beredar merupakan framing yang provokatif dan tidak menggambarkan peristiwa secara utuh. Pandangan tersebut merupakan penilaian Sudarno atas video, bukan konfirmasi independen tentang apa yang terjadi. Dengan demikian, klaim bahwa Asky sengaja menyenggol mahasiswa tetap harus disampaikan sebagai dugaan yang muncul dari tayangan, bukan sebagai fakta yang sudah terbukti. Keterangan Sudarno juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan tentang bagaimana rekaman tersebut merepresentasikan kejadian di lapangan.

Perbedaan keterangan itu membuat publik perlu mencermati informasi dengan hati-hati. Video yang singkat dapat memperlihatkan satu momen, tetapi belum tentu menjelaskan rangkaian peristiwa, situasi sekitar, atau tindakan pihak-pihak yang terlibat secara menyeluruh. Karena itu, penilaian atas insiden sebaiknya tidak hanya bertumpu pada potongan yang viral maupun pada satu pernyataan. Penyelidikan Propam, sebagaimana diberitakan, menjadi proses yang relevan untuk menelaah kejadian berdasarkan keterangan dan bahan yang tersedia. Sampai ada hasil pemeriksaan yang menjelaskan duduk perkara, dugaan dalam video dan bantahan Sudarno perlu diperlakukan sebagai keterangan yang berbeda, tanpa menganggap motif atau tindakan tertentu telah dipastikan.

Setelah rekaman insiden tersebut beredar luas dan menjadi viral, Asky menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah tayangan video. Dalam penyampaiannya, ia mengakui bahwa tindakan yang dilakukannya terhadap mahasiswa itu merupakan kekeliruan. Pengakuan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas perhatian publik terhadap peristiwa yang terekam dalam video. Asky menyatakan bahwa perbuatannya tidak seharusnya dilakukan dan tidak memiliki pembenaran, apa pun situasi yang melatarbelakanginya. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah kesalahannya sendiri dan menyampaikan penyesalan atas sikap yang ditunjukkan saat kejadian berlangsung. Permintaan maaf itu menjadi pernyataan langsung dari Asky setelah videonya tersebar di masyarakat.

Asky juga menjelaskan bahwa tindakannya terjadi secara spontan. Ia menyebut tidak menerima instruksi dari siapa pun untuk melakukan perbuatan tersebut. Dengan demikian, menurut pengakuannya dalam video permintaan maaf, tindakan itu bukan bagian dari arahan pihak lain, melainkan respons yang ia lakukan sendiri pada saat itu. Ia tidak berupaya membenarkan tindakannya dengan alasan tertentu dan kembali mengakui bahwa perbuatannya keliru. Penjelasan tersebut disampaikan bersamaan dengan permintaan maafnya kepada pihak yang terdampak, terutama mahasiswa yang terlibat dalam insiden. Asky menyesali tindakannya dan menyatakan bahwa ia memahami perbuatannya telah berlebihan. Ia menyampaikan permohonan maaf atas sikap tersebut tanpa menyertakan pembenaran atas kejadian itu.

Dalam tayangan yang sama, Asky menyampaikan janji untuk tidak mengulangi tindakan serupa. Ia menyatakan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat bagi dirinya agar lebih mengendalikan sikap dan tindakannya.

Baca juga: Gunakan Cairan Khusus, Metode Undercooling Dikerahkan; Gubernur, Danlanud, dan Forkopimda Kalsel Bersinergi di Titik Api Atasi Karhutla