Jakarta | Kontras perjalanan Elkan Baggott belakangan ini menjadi perhatian: bek Timnas Indonesia berusia 23 tahun tersebut baru saja ikut berkontribusi dalam keberhasilan Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi belum memperoleh satu pun menit bermain dalam tiga pertandingan beruntun bersama Millwall. Perbedaan situasi itu menempatkannya dalam sorotan, terutama karena peran penting yang ia jalani di level internasional tidak tercermin dalam kesempatan bermainnya di klub Inggris tersebut.
Media sepak bola Asia Goalpost_asia menyoroti keadaan itu melalui unggahan yang membandingkan posisi Baggott di kedua tim. Bersama tim nasional, ia menjadi bagian dari skuad yang meraih gelar dan berkontribusi dalam perjalanan Indonesia menuju keberhasilan. Namun, sekembalinya ke Millwall, bek tersebut hanya berada di bangku cadangan selama tiga laga berturut-turut. Inti perbandingan yang disampaikan media itu adalah adanya perbedaan mencolok keterlibatannya dalam keberhasilan timnas dan minimnya kesempatan tampil di klub.
Situasi tersebut menarik perhatian karena keberhasilan di turnamen internasional biasanya dapat meningkatkan perhatian terhadap seorang pemain, tetapi tidak selalu langsung mengubah posisinya di klub. Millwall memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan susunan pemain, sementara persaingan di lini belakang dapat membatasi peluang setiap anggota skuad. Tidak adanya menit bermain dalam tiga pertandingan beruntun juga belum cukup untuk memastikan alasan di balik keputusan tersebut, sehingga kondisi itu sebaiknya dipahami sebagai gambaran sementara mengenai status Baggott di tim.
Bagi Baggott, tantangan berikutnya adalah terus menjaga kesiapan dan memanfaatkan kesempatan apabila datang. Pengalaman membela Indonesia dalam turnamen yang berakhir dengan gelar juara menjadi bekal penting, tetapi ia tetap perlu bersaing untuk mendapatkan tempat di Millwall. Perbedaan peran timnas dan klub bukan hal yang sepenuhnya asing dalam sepak bola, sebab kebutuhan taktis, pilihan pelatih, serta persaingan pemain dapat berubah dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Karena itu, sorotan Goalpost_asia menggambarkan kontras situasi Baggott saat ini, bukan kesimpulan mengenai masa depannya di klub.
Elkan Baggott belum memperoleh kesempatan bermain dalam tiga pertandingan beruntun Millwall di Championship 2026/2027. Dalam rangkaian laga tersebut, bek Indonesia itu tetap berada di bangku cadangan dan tidak masuk ke lapangan. Catatan ini mencakup pertandingan melawan Swansea City, Lincoln City, serta Portsmouth, yang berlangsung sepanjang Oktober 2026. Hasil ketiga pertandingan itu berbeda, tetapi status Baggott sebagai pemain yang tidak dimainkan tetap sama.
Millwall lebih dahulu menghadapi Swansea City pada 13 Oktober 2026. Dalam pertandingan itu, tim menelan kekalahan tipis dengan skor 0-1. Baggott berada di bangku cadangan sepanjang laga dan tidak mendapatkan menit bermain. Dengan demikian, pertandingan melawan Swansea menjadi awal dari tiga penampilan beruntun Millwall ketika ia tidak diturunkan.
Empat hari kemudian, pada 17 Oktober, Millwall bertemu Lincoln City. Laga tersebut berakhir imbang 2-2, tetapi Baggott kembali tidak dimainkan. Ia tetap menjadi pemain cadangan hingga pertandingan selesai. Hasil imbang itu membuat Millwall terhindar dari kekalahan, namun tidak mengubah catatan kesempatan bermain Baggott dalam rangkaian tersebut.
Kesempatan berikutnya datang saat Millwall bertandang ke markas Portsmouth pada 24 Oktober. Bermain di Fratton Park, Millwall kalah 1-2. Baggott sekali lagi tidak masuk sebagai pemain pengganti dan menghabiskan pertandingan di bangku cadangan. Dengan hasil itu, tiga laga berturut-turut berakhir tanpa penampilan bagi sang bek, terlepas dari perubahan lawan dan hasil yang diraih tim.
Rangkaian ini menjadi catatan penting dalam pemantauan kiprah Baggott bersama Millwall pada musim tersebut. Namun, fakta bahwa ia tidak dimainkan dalam tiga pertandingan tidak dengan sendirinya menjelaskan pertimbangan di balik keputusan tim. Tidak tersedia keterangan mengenai alasan pelatih mempertahankannya di bangku cadangan, sehingga penyebabnya tidak dapat dipastikan dari informasi pertandingan ini. Yang dapat ditegaskan adalah ia tidak tampil saat Millwall kalah dari Swansea, bermain imbang melawan Lincoln, maupun kalah dari Portsmouth. Tiga hasil tersebut memperlihatkan konteks berbeda, sementara status Baggott dalam seluruh laga tetap serupa: ia tercatat sebagai pemain cadangan dan tidak memperoleh menit bermain di lapangan.
Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Millwall menghadapi Portsmouth dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 1-2. Elkan Baggott hanya tercantum sebagai pemain cadangan dan tidak masuk ke lapangan sepanjang pertandingan. Hasil tersebut membuat Millwall gagal meraih poin dari laga ini, meskipun tim sempat memimpin lebih dahulu. Pelatih Alex Neil tidak memasukkan Baggott, termasuk setelah Portsmouth membalikkan keadaan dan membawa keunggulan hingga pertandingan berakhir. Dengan demikian, bek tersebut kembali tidak mendapat kesempatan bermain saat Millwall berhadapan dengan Portsmouth. Laga ini menjadi penampilan ketiga secara beruntun ketika Baggott tidak dimainkan oleh klubnya, sementara namanya tetap ada dalam daftar pemain cadangan untuk pertandingan terbaru tersebut.
Millwall membuka skor pada menit keenam melalui Jenson Metcalfe. Gol itu membawa tuan rumah unggul 1-0 pada awal pertandingan dan menjadi pembuka jalannya pertemuan dengan Portsmouth. Setelah gol tersebut, pertandingan berlanjut dengan keunggulan sementara bagi Millwall. Namun, keunggulan itu tidak bertahan sampai akhir. Portsmouth kemudian mendapatkan gol penyama kedudukan melalui gol bunuh diri Lyndon Dykes. Gol tersebut mengubah skor menjadi imbang dan membuat tim tamu kembali berada dalam persaingan untuk meraih hasil positif. Millwall belum mampu mempertahankan keunggulan awalnya setelah momen tersebut, sementara Portsmouth memanfaatkan jalannya pertandingan untuk mengejar ketertinggalan.
Portsmouth memastikan kemenangan 2-1 lewat gol Thomas Waddingham, yang membalikkan skor setelah gol bunuh diri Dykes. Millwall tidak berhasil menyamakan kedudukan sebelum laga usai, sehingga skor tersebut bertahan hingga peluit akhir. Baggott tetap berada di bangku cadangan, dan Alex Neil tidak menggunakannya sebagai pemain pengganti dalam pertandingan itu. Catatan tersebut melanjutkan rangkaian tiga laga beruntun ketika Baggott tidak tampil bersama Millwall. Dalam laga terbaru ini, ia menjadi salah satu pemain cadangan tim, sedangkan Metcalfe mencetak gol untuk Millwall dan Dykes serta Waddingham mencatat gol yang membawa Portsmouth menang. Hasil akhir 1-2 menutup pertandingan tanpa tambahan poin bagi Millwall.
Beberapa pekan sebelum namanya menjadi sorotan karena tidak dimainkan dalam tiga laga beruntun Millwall, Elkan Baggott turut mencuri perhatian melalui kiprahnya bersama Timnas Indonesia. Bek tersebut menjadi salah satu pemain yang berperan dalam keberhasilan skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Capaian itu memberi konteks berbeda terhadap situasi yang sedang dihadapinya di level klub. Bersama tim nasional, Baggott mendapat kesempatan tampil dan ikut berkontribusi dalam perjalanan Indonesia menuju gelar juara. Salah satu momen pentingnya hadir ketika Indonesia menghadapi Thailand pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
Laga final tersebut berlangsung dengan tekanan besar, terlebih Indonesia sempat berada dalam posisi tertinggal. Pada babak tambahan waktu, Peeradol Chamrasamee mencetak gol yang membawa Thailand unggul 2-1. Situasi itu membuat skuad Garuda perlu merespons dalam pertandingan penentuan gelar. Di tengah tantangan tersebut, Baggott mencetak gol penting bagi Indonesia. Golnya menjadi bagian dari upaya tim untuk menjaga peluang dalam laga yang berjalan ketat, sekaligus menegaskan kontribusinya pada momen krusial. Perannya dalam pertandingan final itu melengkapi sumbangan para pemain lain yang membawa Indonesia melewati fase sulit dan meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Keberhasilan di turnamen tersebut menunjukkan bahwa Baggott memiliki peran dalam agenda tim nasional termasuk pada.
Baca juga: Solar dari Lapak Penampungan di Tuban Diduga Diambil PT Trisaka Adi Rajasa, Legalitas Jadi Sorotan






