Yogyakarta | Hingga berakhirnya pekan keenam Super League 2026–2027, empat pelatih kepala telah menjadi korban pemecatan atau pengakhiran kerja sama dengan klub masing-masing. Angka tersebut menunjukkan bahwa pergantian di kursi kepelatihan sudah terjadi pada fase awal kompetisi, sebelum musim berjalan jauh. Keputusan untuk berpisah tidak muncul dalam ruang hampa: hasil buruk dan tekanan terhadap performa tim menjadi latar yang mendorong klub mengambil langkah. Dalam kompetisi yang baru melewati enam pekan, situasi ini menempatkan evaluasi terhadap pelatih sebagai salah satu isu yang menonjol. Namun, perubahan tersebut juga menggambarkan besarnya tuntutan agar tim segera menunjukkan perkembangan dan hasil yang dinilai memadai.
Pergantian pelatih pada awal musim biasanya menjadi keputusan penting bagi klub, sebab perubahan di posisi tersebut dapat memengaruhi arah kerja tim. Dalam konteks ini, pemecatan atau pengakhiran kerja sama menjadi respons terhadap situasi performa yang dianggap belum memenuhi harapan. Empat keputusan yang tercatat hingga pekan keenam memperlihatkan bahwa tekanan tidak hanya menjadi pembicaraan di luar lapangan, tetapi turut memengaruhi langkah organisasi klub. Meski demikian, jumlah itu perlu dibaca sesuai batas informasi yang tersedia: yang dapat ditegaskan ialah kaitannya dengan hasil buruk serta tekanan atas penampilan tim, bukan rincian lain mengenai proses evaluasi masing-masing klub.
Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta menjadi dua nama yang patut diperhatikan dalam gambaran awal ini. Keduanya berada di dasar klasemen, dan keduanya termasuk klub yang mengambil langkah pergantian pelatih pada awal musim. Posisi tersebut memperlihatkan tekanan kompetitif yang menyertai perjalanan mereka, tanpa perlu menambahkan rincian peringkat atau menyimpulkan sebab lain di luar informasi yang tersedia. Perubahan pelatih di kedua klub itu berlangsung dalam konteks hasil buruk dan sorotan terhadap performa tim. Secara lebih luas, catatan empat pelatih yang tersingkir menegaskan bahwa awal kompetisi dapat menghadirkan evaluasi cepat. Klub-klub mengambil keputusan ketika hasil dan penampilan belum sesuai harapan, sementara perjalanan musim masih berlanjut. Perkembangan berikutnya akan memperlihatkan bagaimana keputusan tersebut berdampak pada perjalanan tim masing-masing.
Persijap Jepara mengawali Super League 2026–2027 dengan situasi yang semakin sulit. Dalam enam pertandingan pertama, tim tersebut menelan enam kekalahan dan belum memperoleh satu poin pun. Catatan tanpa kemenangan itu memberi tekanan besar kepada klub, baik dari sisi hasil maupun kebutuhan untuk segera menemukan arah permainan yang lebih stabil. Di tengah tuntutan memperbaiki performa, manajemen mengambil sejumlah keputusan terkait posisi pelatih, sehingga pergantian di kursi penangan tim berlangsung dalam waktu berdekatan.
Perubahan pertama terjadi pada 14 September, ketika Juan Cortes dicopot dari jabatannya. Persijap kemudian menunjuk Mario Lemos sebagai penggantinya dengan harapan pergantian tersebut dapat mengangkat hasil tim. Namun, masa kerja Lemos juga tidak berlangsung lama. Sekitar satu bulan setelah penunjukan, ia didepak menyusul dua kekalahan beruntun. Hasil tersebut membuat manajemen kembali harus menentukan langkah, sementara Persijap masih berupaya keluar dari rentetan hasil buruk pada awal kompetisi.
Setelah Lemos meninggalkan jabatan, Antonio Claudio sempat dipercaya mengisi posisi caretaker. Peran sementara itu menjadi penghubung sebelum manajemen menetapkan keputusan berikutnya. Pada Rabu, 21 Oktober, Persijap memanggil kembali Cortes untuk menangani tim. Kembalinya pelatih asal Spanyol tersebut menandai perubahan arah setelah klub sebelumnya memilih berpisah dengannya dan mencoba dua nama lain dalam rangkaian penangan tim. Keputusan itu juga menghadirkan kembali sosok yang telah memahami lingkungan klub, meski pekerjaan untuk membenahi performa tetap menantang.
Dalam periode tersebut, Persijap tercatat melakukan tiga kali pergantian pelatih: dari Cortes ke Lemos, dari Lemos ke masa caretaker Claudio, lalu kembali kepada Cortes. Angka itu merujuk pada jumlah perubahan dalam susunan penangan tim, bukan berarti tiga pelatih kepala menjadi korban pemecatan. Claudio menjalankan tugas sementara, sedangkan Cortes kembali setelah sempat dicopot. Perbedaan ini penting untuk menggambarkan rangkaian keputusan klub secara tepat. Di tengah enam kekalahan awal, stabilitas kepemimpinan menjadi salah satu persoalan yang harus dijawab Persijap bersama upaya meraih poin perdana dan memperbaiki penampilan pada pertandingan selanjutnya.
PSIM Yogyakarta mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, pada 17 Oktober, sebelum Super League 2026–2027 menuntaskan pekan keenam. Keputusan tersebut menandai perubahan di kursi kepelatihan pada awal musim, ketika hasil pertandingan belum sesuai harapan klub. Manajemen mengambil langkah itu setelah mengevaluasi performa tim dalam rangkaian laga pembuka kompetisi. Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, PSIM perlu menata kembali kepemimpinan teknis sekaligus menjaga persiapan skuad untuk pertandingan berikutnya. Situasi ini menjadi salah satu pergantian pelatih yang terjadi sebelum kompetisi melewati enam pekan.
Perolehan poin PSIM menjadi dasar penting di balik keputusan tersebut. Pada laga pembuka, tim hanya meraih satu poin, sehingga belum mendapatkan kemenangan untuk mengawali musim. Setelah hasil itu, PSIM menelan lima kekalahan secara beruntun. Urutan hasil tersebut membuat klub menghadapi periode sulit dalam enam pertandingan awal: satu hasil imbang diikuti lima kekalahan. Catatan itu menunjukkan bahwa tim belum mampu mengubah performa menjadi hasil yang lebih baik secara konsisten. Evaluasi manajemen kemudian berujung pada pengakhiran kerja sama dengan Van Gastel, sekaligus kebutuhan untuk memastikan kegiatan tim tetap berjalan selama proses pergantian berlangsung.
Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, menyampaikan bahwa Guntur Cahyo Utomo bersama tim analis ditunjuk sebagai caretaker untuk sementara. Penunjukan ini menjaga agar urusan kepelatihan dan persiapan pertandingan tetap memiliki penanggung jawab sambil klub menyiapkan langkah berikutnya. Pada saat yang sama, manajemen mencari pelatih definitif baru untuk memimpin tim. Proses pencarian tersebut memiliki tenggat kurang dari satu bulan, sesuai regulasi yang berlaku. Dengan waktu yang terbatas, PSIM perlu menentukan sosok pengganti tanpa mengabaikan kebutuhan tim dan ketentuan kompetisi. Untuk sementara, Guntur dan tim analis menjalankan tugas caretaker hingga pelatih tetap ditetapkan oleh manajemen.
Arema FC mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos pada Jumat, 23 Oktober, menjadikannya pelatih terbaru yang meninggalkan posisinya sebelum Super League 2026–2027 menuntaskan pekan keenam. Keputusan tersebut menutup masa tugas pelatih asal Brasil itu di tengah hasil yang belum memenuhi harapan klub. Langkah ini juga menambah daftar pergantian pelatih yang terjadi pada fase awal kompetisi, ketika klub-klub masih berupaya menemukan konsistensi.
Situasi Arema memburuk setelah tim kalah telak 1–5 dari Persija Jakarta. Hasil itu menjadi bagian dari rentetan lima pertandingan terakhir tanpa kemenangan, catatan yang memberi tekanan pada staf kepelatihan dan tim. Kekalahan dengan selisih empat gol tersebut memperlihatkan tantangan yang harus segera dibenahi, sementara tidak adanya kemenangan dalam lima laga membuat klub mempertimbangkan perubahan untuk mengangkat performa.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama dimaksudkan untuk memberikan penyegaran taktis sekaligus menciptakan momentum baru bagi tim. Pergantian ini, menurut konteks yang disampaikan klub, bukan sekadar perubahan personel, tetapi juga upaya membuka ruang bagi pendekatan dan suasana kerja yang berbeda. Arema berharap langkah tersebut membantu tim merespons hasil-hasil terakhir dan mempersiapkan diri menghadapi jadwal berikutnya.
Untuk sementara, Andre Caldas ditunjuk sebagai pelatih interim. Pemegang lisensi A Pro itu akan mengawal persiapan Arema menghadapi Dewa United, sehingga tim dapat tetap menjalani agenda latihan dan pertandingan di tengah transisi.
Baca juga: Pacu Adrenalin, Menembak Lorong Jadi Latihan Menantang di Super Garuda Shield 2026 | Dankodiklat TNI Resmikan Renovasi SDN 12 Martapura, Wujud Nyata Kepedulian Lewat Super Garuda Shield 2026 | Latihan Cyber Super Garuda Shield 2026 Perkuat kemampuan Pertahanan Siber Gabungan






