Hujan Dua Hari Picu Pohon Tumbang dan Longsor di Trenggalek

Hujan Dua Hari Picu Pohon Tumbang dan Longsor di Trenggalek

Kabupaten Trenggalek | Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, selama dua hari terakhir memicu pohon tumbang dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Trenggalek mencatat kejadian tersebar di lima kecamatan, yaitu Dongko, Panggul, Durenan, Kampak, dan Munjungan. Cuaca dengan intensitas hujan tinggi tersebut berdampak pada warga, bangunan, serta infrastruktur di beberapa lokasi. Seorang warga dilaporkan mengalami luka ringan, sementara sejumlah bangunan dan sarana umum mengalami kerusakan.

Plt Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyampaikan laporan mengenai sebaran kejadian itu pada Senin (2/11). Informasi tersebut merangkum dampak hujan selama dua hari terakhir berdasarkan pendataan Pusdalops. Pohon tumbang dan longsor menjadi jenis kejadian yang dilaporkan di wilayah terdampak. Meski lokasi kejadian berada di beberapa kecamatan, laporan yang disampaikan menegaskan bahwa dampaknya tidak hanya berupa gangguan lingkungan, tetapi juga menyentuh keselamatan warga dan kondisi fasilitas.

Kerusakan bangunan dan infrastruktur menambah dampak yang perlu ditangani setelah hujan deras berlangsung. Adapun luka ringan yang dialami seorang warga menjadi catatan penting dalam pendataan dampak peristiwa tersebut. Sebaran kejadian di Dongko, Panggul, Durenan, Kampak, dan Munjungan menunjukkan bahwa hujan memengaruhi sejumlah bagian Kabupaten Trenggalek, bukan hanya satu titik. Data BPBD memberikan gambaran awal mengenai dampak yang terjadi selama periode cuaca buruk itu. Rincian mengenai kerusakan maupun penanganan selanjutnya dapat diperbarui seiring pendataan di lapangan. Untuk sementara, laporan Pusdalops menjadi dasar informasi mengenai kejadian pohon tumbang dan longsor, korban luka ringan, serta kerusakan bangunan dan infrastruktur di lima kecamatan tersebut.

Sebuah pohon trembesi tumbang di Jalan Raya Durenan–Trenggalek, tepatnya di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, sekitar pukul 06.50 WIB. Pohon berukuran besar itu jatuh melintang hingga menutup seluruh badan jalan. Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas melalui ruas tersebut seperti biasa dan arus lalu lintas terhambat. Kejadian berlangsung setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama dua hari, sebagaimana dijelaskan dalam laporan. Informasi yang tersedia mengaitkan peristiwa ini dengan kondisi hujan deras, tanpa menyebutkan penyebab khusus lain yang dapat dipastikan.

Trembesi yang tumbang diperkirakan memiliki diameter sekitar 110 sentimeter dan tinggi kurang lebih 15 meter. Ukuran tersebut membuat batang serta bagian pohon yang jatuh memenuhi ruang jalan. Penutupan seluruh badan jalan berdampak langsung pada pengguna jalan di jalur Durenan–Trenggalek, terutama mereka yang melintas saat kejadian berlangsung. Lalu lintas pun terhambat karena kendaraan tidak dapat melewati titik pohon tumbang secara normal. Informasi kejadian mencatat hambatan perjalanan tersebut, tetapi tidak merinci lama penutupan ataupun jumlah kendaraan yang terdampak.

Selain menghalangi jalan, pohon yang tumbang juga membuat kabel listrik milik PLN menjadi kendur. Kondisi kabel tersebut menjadi dampak lain yang tercatat dalam peristiwa di Desa Kendalrejo. Dengan demikian, kejadian ini tidak hanya mengganggu kelancaran perjalanan pada ruas utama, tetapi juga berkaitan dengan jaringan listrik di sekitar lokasi. Ukuran pohon dan posisinya yang menutup jalan menjelaskan mengapa akses kendaraan terhambat, sementara kabel yang kendur memerlukan perhatian sebagai bagian dari situasi di tempat kejadian. Laporan menyebut kedua dampak tersebut tanpa memberikan rincian mengenai gangguan layanan listrik.

Peristiwa sekitar pukul 06.50 WIB ini menjadi salah satu kejadian pohon tumbang di tengah hujan deras yang melanda kawasan Trenggalek. Bagi pengguna Jalan Raya Durenan–Trenggalek, penutupan badan jalan berarti perjalanan di titik tersebut mengalami kendala. Sementara itu, keberadaan kabel PLN yang kendur menambah unsur keselamatan yang perlu diperhatikan di sekitar pohon. Rincian yang disampaikan berfokus pada lokasi, waktu, ukuran trembesi, dan dampak langsungnya: arus lalu lintas terhambat serta kabel listrik menjadi kendur.

Dalam kejadian pohon tumbang di wilayah Durenan, Puput Setianingtias, 23 tahun, warga Desa Panggungrejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, mengalami luka ringan. Saat pohon tumbang, ia berada di lokasi kejadian dan membutuhkan pertolongan medis. Petugas kemudian membawa Puput ke Puskesmas Durenan agar dapat memperoleh pemeriksaan serta penanganan. Informasi mengenai kondisi korban menjadi bagian penting dalam proses penanganan, selain upaya menyingkirkan pohon dan memastikan situasi di sekitar lokasi aman.

Penanganan dilakukan oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek. Mereka bekerja bersama unsur TNI dan Polri, petugas PLN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat. Koordinasi lintas unsur tersebut diperlukan untuk mendukung proses evakuasi dan mengurangi gangguan yang ditimbulkan oleh pohon tumbang. Petugas dan warga membantu menyingkirkan material pohon dari area kejadian, sementara unsur terkait mendukung pengamanan, kelancaran pekerjaan, dan kebutuhan penanganan lainnya.

Evakuasi berlangsung hingga pagi hari dan selesai sekitar pukul 08.40 WIB. Selama proses itu, penanganan dipusatkan pada pemindahan pohon yang menghalangi akses serta pemulihan kondisi di sekitar lokasi. Setelah pohon berhasil disingkirkan, arus lalu lintas yang sebelumnya terganggu dapat kembali berjalan normal. Pengendara pun dapat melintas kembali setelah jalur dinyatakan terbuka, sedangkan Puput telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya koordinasi petugas, pemerintah setempat, dan masyarakat ketika menghadapi dampak cuaca buruk, terutama saat akses jalan terhalang dan terdapat warga yang memerlukan layanan medis.Peristiwa pohon tumbang juga dilaporkan di Jalan Raya Panggul–Dongko, tepatnya di Dusun Kasian, Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB. Di lokasi itu, pohon yang tumbang terdiri atas satu pohon akasia, dua pohon juar, dan satu pohon pinus. Dengan demikian, laporan kejadian di ruas jalan tersebut mencatat empat pohon dari tiga jenis berbeda.

Informasi mengenai jumlah dan jenis pohon itu merujuk pada kejadian di Dusun Kasian, bukan keseluruhan laporan pohon tumbang di wilayah Trenggalek. Rincian yang tersedia menyebutkan lokasi, waktu, serta jenis dan jumlah pohon secara spesifik. Tidak ada keterangan tambahan mengenai dampak terhadap pengguna jalan maupun kondisi sekitar lokasi, sehingga informasi tersebut tidak dapat dipastikan dari laporan yang disampaikan.

Stefanus menyampaikan bahwa laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat tiga kejadian pohon tumbang. Ketiga kejadian itu tersebar di Kecamatan Panggul, Durenan, dan Kampak. Catatan tersebut menunjukkan bahwa laporan pohon tumbang mencakup beberapa kecamatan, sementara kejadian di Jalan Raya Panggul–Dongko merupakan salah satu peristiwa yang berada di Kecamatan Panggul.

Stefanus juga menjelaskan bahwa kejadian lain yang tercatat tidak seluruhnya berupa pohon tumbang. Laporan BPBD mencakup peristiwa longsor serta kerusakan bangunan dan infrastruktur. Dengan membedakan jenis kejadian tersebut, jumlah pohon tumbang tidak tercampur dengan catatan bencana maupun kerusakan lain yang terjadi dalam periode laporan yang sama.

Lokasi di Dusun Kasian menjadi bagian dari gambaran dampak cuaca di kawasan tersebut, tetapi rincian yang dapat dipastikan untuk peristiwa ini terbatas pada waktu kejadian dan empat pohon yang tumbang. Penyebutan satu akasia, dua juar, dan satu pinus memberikan catatan yang lebih jelas tentang kejadian di jalur Panggul–Dongko. Sementara itu, keterangan Stefanus menempatkannya dalam konteks laporan BPBD yang lebih luas, dengan kejadian pohon tumbang di tiga kecamatan serta laporan longsor dan kerusakan bangunan maupun infrastruktur.

Baca juga: Kondisi Dede Sunandar Berangsur Pulih Setelah Tumbang di Pertandingan Tinju

15 kunjungan