Jakarta | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kegiatan belajar mengajar siswa SDN Baru 05 Pagi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, tetap berlangsung sambil menunggu pembangunan kembali gedung sekolah disiapkan. Kepastian ini menjadi perhatian penting bagi keluarga siswa dan tenaga pendidik, agar proses pendidikan tidak terhenti selama sekolah memasuki tahap persiapan pembangunan. Pemerintah daerah menyatakan keberlangsungan pembelajaran tetap diupayakan sebagai prioritas, sementara penanganan kebutuhan prasarana sekolah berjalan secara bertahap.
Hal tersebut disampaikan Epharem Widjojo Sianturi, Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Jakarta pada Jumat. Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur, satuan pelaksana pendidikan kecamatan, serta pihak sekolah bekerja sama menjaga kelancaran kegiatan belajar. Koordinasi antarpihak diperlukan agar kebutuhan siswa dan guru dapat ditangani selama menunggu rencana pembangunan gedung sekolah ditindaklanjuti.
Kerja sama tersebut mencakup upaya memastikan kegiatan pembelajaran tetap terorganisasi dan komunikasi unsur pendidikan berjalan dengan baik. Pihak sekolah berperan menyampaikan kebutuhan di lapangan, sementara jajaran dinas dan unit terkait mengoordinasikan langkah yang diperlukan. Dengan demikian, siswa tetap dapat mengikuti proses belajar, dan orang tua memperoleh kejelasan bahwa pendidikan anak mereka tetap menjadi perhatian selama masa persiapan pembangunan.
Pembangunan kembali gedung sekolah disiapkan sebagai bagian dari penanganan terhadap kebutuhan sarana pendidikan SDN Baru 05 Pagi. Namun, hingga proses tersebut berjalan, kegiatan belajar mengajar tetap dilanjutkan melalui koordinasi pemerintah dan sekolah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan pentingnya menjaga kelancaran pembelajaran agar perubahan kondisi fasilitas tidak mengganggu hak siswa untuk memperoleh pendidikan. Informasi mengenai pengaturan kegiatan belajar dan perkembangan persiapan pembangunan dapat disampaikan melalui pihak sekolah maupun instansi pendidikan terkait, sehingga warga sekolah memahami langkah yang sedang ditempuh dan dapat mengikuti pembaruan secara terarah.
Selama pembangunan gedung SDN Baru 05 Pagi belum selesai, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dilaksanakan di gedung SDN Baru 06 Pagi. Sekolah tersebut berada tepat di seberang lokasi sekolah asal, sehingga siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus menunggu pembangunan rampung. Pemanfaatan gedung sekolah terdekat ini menjadi langkah sementara agar layanan pendidikan terus berjalan dan kegiatan belajar siswa tidak terhenti. Pengaturan penggunaan ruang dan waktu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan kedua sekolah serta kondisi peserta didik.
Epharem menyampaikan bahwa jadwal belajar disusun secara kondusif agar seluruh siswa memperoleh kesempatan belajar yang memadai. Pengaturan dapat mencakup pembagian shift pagi, siang, atau sore, disesuaikan dengan ketersediaan ruang kelas dan kebutuhan kegiatan pembelajaran. Dengan jadwal yang tertata, penggunaan gedung dapat berlangsung lebih teratur, sementara aktivitas siswa dan guru diupayakan tetap nyaman. Penyesuaian waktu juga perlu dikomunikasikan kepada orang tua agar mereka mengetahui jadwal masuk dan kepulangan anak selama masa pemindahan sementara tersebut.
Selain pengaturan jadwal, fasilitas pendukung pembelajaran juga dipenuhi bersama para guru dan tenaga kependidikan. Kebutuhan yang menunjang kegiatan di kelas diperhatikan agar proses belajar tetap berlangsung secara layak meskipun siswa menggunakan gedung sekolah lain. Kerja sama seluruh unsur sekolah diperlukan untuk mengelola ruang, perlengkapan, dan kegiatan harian dengan baik. Langkah ini membantu menjaga kesinambungan pembelajaran sekaligus mendukung suasana belajar yang tertib bagi para siswa selama menunggu gedung SDN Baru 05 Pagi selesai dibangun.
Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar dilakukan secara berkala oleh pengawas sekolah, satuan pelaksana pendidikan kecamatan, dan suku dinas. Pemantauan tersebut bertujuan memastikan pengaturan sementara berjalan sesuai kebutuhan pendidikan, serta memperhatikan kenyamanan dan keamanan siswa. Para pihak juga meninjau apakah hak belajar peserta didik terpenuhi selama kegiatan berlangsung di gedung SDN Baru 06 Pagi. Melalui koordinasi dan evaluasi berkala, kendala yang muncul dapat diketahui dan ditindaklanjuti, sehingga layanan pendidikan tetap terjaga sampai siswa dapat kembali belajar di gedung sekolah mereka sendiri.
Keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Baru 05 Pagi selama menunggu pembangunan kembali gedung sekolah memerlukan koordinasi yang terarah. Dinas Pendidikan, jajaran pendidikan di Jakarta Timur, dan pihak sekolah perlu terus berkomunikasi untuk memastikan kondisi sementara dapat ditangani dengan baik. Koordinasi tersebut penting agar kebutuhan pembelajaran tetap diperhatikan, informasi mengenai pengaturan kegiatan tersampaikan dengan jelas, dan kendala yang muncul dapat ditindaklanjuti. Dengan demikian, situasi sementara tidak menghambat proses belajar siswa maupun pelaksanaan tugas para guru dan tenaga kependidikan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan kembali SDN Baru 05 Pagi sebagai upaya menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai. Perencanaan ini menjadi bagian penting dari penanganan kebutuhan sekolah, sekaligus menunjukkan bahwa kondisi gedung dan kelangsungan pembelajaran perlu diperhatikan secara bersamaan. Selama rencana pembangunan diproses, koordinasi pemerintah daerah, unsur pendidikan di Jakarta Timur, dan sekolah dapat membantu menjaga kegiatan belajar tetap berlangsung. Langkah komunikasi yang konsisten juga dibutuhkan agar warga sekolah memperoleh informasi yang sesuai mengenai perkembangan rencana tersebut, tanpa menimbulkan kepastian yang belum tersedia.
Menurut Epharem, perencanaan pembangunan kembali sekolah telah berlangsung secara bertahap sejak 2023 dan tidak pernah dihentikan. Prosesnya terus berjalan melalui tahapan yang diperlukan, dan saat ini telah memasuki tahap pemilihan penyedia jasa konstruksi. Tahap tersebut merupakan bagian dari persiapan sebelum pekerjaan pembangunan dapat dilaksanakan. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai tanggal dimulainya pembangunan, sehingga informasi tentang jadwal sebaiknya mengacu pada perkembangan resmi berikutnya. Sementara proses perencanaan dan pemilihan penyedia berlangsung, koordinasi para pihak tetap diperlukan untuk mendukung KBM serta memastikan kebutuhan pendidikan siswa tidak terabaikan.
Rencana pembangunan SDN Baru 05 Pagi berlangsung dalam konteks penanganan sejumlah sekolah rusak di Jakarta. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pembangunan beberapa sekolah yang mengalami kerusakan akan dimulai pada September 2026. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa pembenahan fasilitas pendidikan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta kesiapan perencanaan dan pendanaan. Karena itu, rencana untuk SDN Baru 05 Pagi perlu dipahami sebagai bagian dari agenda yang lebih luas, bukan sebagai satu-satunya proyek sekolah yang sedang disiapkan pemerintah daerah.
Menurut keterangan Gubernur, sebagian anggaran pembangunan sekolah bersumber dari koefisien lantai bangunan (KLB). Skema pendanaan ini menjadi salah satu sumber yang mendukung pembangunan, di samping alokasi anggaran daerah. Penggunaan sumber pendanaan tersebut disampaikan dalam konteks rencana pembangunan beberapa sekolah rusak di Jakarta. Namun, keterangan yang tersedia tidak merinci porsi dana KLB untuk setiap sekolah ataupun memastikan besaran yang dialokasikan khusus bagi SDN Baru 05 Pagi. Dengan demikian, informasi tentang sumber dana itu sebaiknya dibaca sebagai gambaran kebijakan pendanaan, bukan kepastian mengenai komposisi biaya untuk satu sekolah tertentu.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga mencatat bahwa 22 sekolah telah memperoleh rekomendasi teknis untuk rehabilitasi total. Dari jumlah tersebut, tujuh sekolah mendapat alokasi pendanaan melalui APBD DKI Jakarta 2026–2027. Selain itu, penanganan empat sekolah dengan kondisi paling kritis akan dipercepat pada tahun ini. Angka-angka tersebut menggambarkan skala pekerjaan yang perlu ditangani pemerintah, sekaligus menunjukkan adanya tahapan prioritas berdasarkan kondisi bangunan dan ketersediaan anggaran. Data itu merupakan konteks penanganan sekolah rusak secara umum dan tidak berarti seluruh 22 sekolah, tujuh penerima alokasi, atau empat sekolah kritis tersebut merujuk pada SDN Baru 05 Pagi.
Baca juga: Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran, Babinsa Turut Hadiri Musrenbangdes | Komsos Koramil 1710-03/Kuala Kencana Dan Syukuran Selesainya Pembangunan Jembatan Garuda | Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan di Kampung Kulonggame






