Kabupaten Flores Timur | Kuasa hukum Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, Ardy Mbalembout, meminta agar rekaman CCTV asli dari Mako Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri diperiksa oleh ahli. Permintaan tersebut disampaikan setelah tim hukum menelaah lebih dari sepuluh video yang berkaitan dengan perkara. Dalam penelaahan itu, tim menyebut menemukan sejumlah hal yang mereka nilai janggal, sehingga pemeriksaan teknis dinilai diperlukan untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai rekaman. Bagi pihak pembela, pemeriksaan terhadap berkas asli penting agar analisis tidak hanya bertumpu pada salinan atau potongan video yang tersedia. Mereka meminta proses dilakukan secara cermat, dengan metode yang dapat menjelaskan kondisi serta integritas rekaman tersebut.
Anggota tim hukum, Fransiska Xaveria, menjelaskan bahwa pemeriksaan ahli diperlukan untuk meneliti metadata yang melekat pada rekaman CCTV. Metadata dapat membantu memeriksa informasi teknis berkas, termasuk waktu pembuatan atau pencatatan, serta perubahan yang mungkin terjadi pada file. Menurut Fransiska, ahli juga perlu menguji keabsahan durasi, tanggal, dan waktu yang tercantum atau terlihat dalam video. Pemeriksaan itu diharapkan dapat menjawab apakah informasi tersebut konsisten dengan karakteristik berkas asli. Dengan demikian, penilaian tidak semata-mata didasarkan pada tampilan visual video, tetapi juga mempertimbangkan data teknis yang menyertainya dan proses penyimpanannya.
Tim hukum turut meminta pengujian untuk memastikan apakah video mengalami penyuntingan, pemotongan, atau perubahan lain sebelum diperiksa. Permintaan tersebut merupakan langkah yang diajukan pihak pembela, bukan kesimpulan bahwa rekaman telah dimanipulasi. Kejanggalan yang disebut tim masih perlu ditelaah melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk dengan membandingkan berkas asli dan salinan yang tersedia bila diperlukan. Hasil analisis ahli diharapkan memberi keterangan objektif mengenai keutuhan serta keandalan rekaman, sehingga dapat dipertimbangkan dalam proses penanganan perkara. Ardy dan timnya menilai akses terhadap rekaman asli penting bagi pemeriksaan, sementara dugaan terkait isi maupun kondisi video tetap harus dibuktikan melalui proses tersebut.
Rekaman kamera pengawas yang diperlihatkan dalam perkara Bharatu Valdo hanya mencakup rentang waktu pukul 04.35 hingga 04.50 WIB. Rentang tersebut menjadi perhatian Ardy karena, menurutnya, potongan video itu belum memberikan gambaran utuh mengenai pergerakan tersangka. Tayangan yang tersedia belum memperlihatkan secara jelas kapan tersangka tiba di markas maupun kapan ia meninggalkan lokasi. Karena itu, informasi penting tentang urutan kejadian masih belum dapat dipastikan hanya dari rekaman tersebut.
Ardy juga menilai video yang ditampilkan belum menjelaskan bagaimana keberadaan tersangka pertama kali diketahui oleh Propam. Tanpa rekaman sebelum pukul 04.35 atau setelah pukul 04.50, publik belum memperoleh konteks yang cukup untuk memahami apa yang terjadi sebelum dan sesudah periode tersebut. Pertanyaan mengenai dasar petugas mengetahui atau menelusuri kehadiran tersangka pun, dalam pandangannya, masih perlu dijawab melalui keterangan tambahan dan pemeriksaan yang lebih menyeluruh.
Salah satu bagian yang disoroti adalah kemunculan sosok berhelm balap yang masuk ke markas. Ardy mempertanyakan bagaimana orang tersebut dapat memasuki area tanpa ditegur, sementara terlihat ada penjaga di dekat ruang penyimpanan senjata. Ia menekankan bahwa penggunaan helm semestinya menarik perhatian, terlebih di lingkungan markas yang aksesnya perlu diawasi. Dalam pernyataannya, Ardy mengatakan, “orang pakai topi aja ruang mako kan mesti dibuka, ini pakai helm,” untuk menggambarkan kejanggalan yang menurutnya perlu diklarifikasi.
Rekaman itu juga memuat suara tembakan dan teriakan. Namun, bunyi tersebut tidak serta-merta menunjukkan secara visual siapa yang menembak, dari mana tembakan dilepaskan, atau apa yang berlangsung tepat pada saat itu. Kamera tidak menangkap langsung momen penembakan, sehingga audio saja belum cukup untuk memastikan rangkaian peristiwa. Perbedaan suara yang terekam dan gambar yang tidak memperlihatkan kejadian utama menjadi alasan lain untuk menelaah materi tersebut secara hati-hati.
Dengan keterbatasan rentang waktu, sudut pandang, dan informasi yang tertangkap, rekaman CCTV belum menjawab seluruh pertanyaan seputar kedatangan, keberadaan, serta tindakan sosok yang terlihat. Pemeriksaan ahli dapat membantu menilai kesinambungan video, kualitas gambar dan suara, serta konteks waktu rekaman. Hasil analisis itu tetap perlu dipadukan dengan keterangan saksi dan bukti lain agar kesimpulan mengenai kejadian tidak hanya bertumpu pada potongan tayangan yang tersedia.
Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, anggota Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Baharkam Polri yang berasal dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penembakan. Peristiwa tersebut terjadi di markas Polairud Baharkam Polri, kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026). Kejadian ini menjadi pokok perkara yang kini ditangani aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun menyebut penembakan diduga dilakukan oleh sesama anggota Polri, yang disebut merupakan junior Valdo. Namun, dugaan tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka proses penyidikan dan pembuktian. Keterangan mengenai peristiwa maupun pihak yang terlibat menjadi bagian dari perkara yang sedang ditangani, sehingga penetapan tersangka tidak dengan sendirinya menggantikan proses hukum untuk menguji fakta dan alat bukti.
Terduga pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum. Dalam perkembangan penanganan perkara, Polda Metro Jaya menetapkan Bharada Andika Rahmadani sebagai tersangka. Penetapan tersebut merupakan langkah penyidik dalam mengusut dugaan tindak pidana terkait meninggalnya Valdo. Informasi yang tersedia belum memuat rincian lebih jauh mengenai kronologi maupun motif, sehingga keterangan tambahan mengenai kedua hal itu tidak dapat dipastikan dari data yang ada.
Penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara di markas Polairud Baharkam Polri. Selain itu, sejumlah barang bukti telah diamankan sebagai bagian dari penyidikan. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pemeriksaan dan membantu penyidik menyusun gambaran mengenai peristiwa yang terjadi. Jenis barang bukti serta hasil pemeriksaan terhadapnya belum dirinci dalam informasi yang dihimpun.
Perkara ini menjadi perhatian karena berlangsung di lingkungan markas kepolisian dan melibatkan anggota institusi yang sama. Meski demikian, uraian mengenai latar peristiwa tetap perlu membedakan informasi yang telah disampaikan kepada publik dari hal-hal yang masih menjadi materi penyidikan. Dengan tersangka telah ditetapkan, penyidik melanjutkan proses hukum berdasarkan bukti yang diamankan dan hasil pemeriksaan. Perkembangan penyidikan diharapkan dapat menjelaskan duduk perkara secara utuh, termasuk memastikan fakta-fakta yang relevan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Jenazah Bharatu Valdo tiba kembali di Larantuka pada Sabtu siang menggunakan pesawat Polri Casa P 4101. Kedatangannya disambut ribuan warga yang memadati Bandara Gewayantana. Suasana duka terasa ketika keluarga dan masyarakat menyambut kepulangan Valdo, yang sebelumnya bertugas jauh dari kampung halaman. Kehadiran warga menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarga tercinta. Setelah tiba di bandara, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk menjalani proses selanjutnya.
Antonius Fernandez, ayah Valdo, menyampaikan kesedihan mendalam atas kepergian putra tunggalnya dari tiga bersaudara. Ia mengenang Valdo sebagai sosok yang suka membantu dan mudah bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Menurut Antonius, putranya telah menjalani masa dinas selama enam tahun tujuh bulan. Selama itu, Valdo juga menjadi tulang punggung keluarga, sehingga kepergiannya meninggalkan kehilangan besar bagi orang-orang yang bergantung dan berharap kepadanya. Bagi keluarga, sosok Valdo bukan hanya seorang anak yang dicintai, tetapi juga pribadi yang hadir dan memberi dukungan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah duka, Antonius meminta agar perkara yang menyebabkan kematian Valdo diusut secara transparan.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, Koramil Trucuk Bojonegoro dan Puskesmas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Kodim 0906/Kkr Hadir Untuk Masyarakat, Gelar Donor Darah Serta Pengobatan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Menyambut HUT TNI






