Jakarta | Como meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Manchester United dalam laga Liga Champions 2026-2027 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Rabu, 21 Oktober 2026. Tampil di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Cesc Fàbregas mengendalikan jalannya pertandingan dan mampu memanfaatkan peluang dengan efektif. Mereka menekan sejak awal, menjaga intensitas permainan, serta membuat tim tamu kesulitan membangun serangan secara konsisten. Keunggulan Como bertambah melalui rangkaian gol yang memperlihatkan kontribusi beberapa pemain, sementara Nico Paz menjadi sosok paling menonjol dengan mencetak dua gol. Untuk waktu yang cukup lama, skor tersebut menggambarkan dominasi tuan rumah sekaligus memberi mereka jarak aman dari kejaran United.
Nico Paz membuka catatan golnya dan kemudian kembali mencetak gol untuk melengkapi brace dalam penampilan yang menentukan. Di dua gol pemain tersebut, Tasos Douvikas turut menyumbang satu gol, memperbesar keunggulan Como dan menjaga tekanan terhadap pertahanan lawan. Jacobo Ramón juga mencatatkan namanya di papan skor, sehingga tuan rumah sempat memimpin dengan selisih empat gol. Keempat gol itu lahir dari penampilan kolektif yang solid: Como menyerang dengan percaya diri, mengalirkan bola dengan baik, dan cukup tajam ketika memperoleh kesempatan di area berbahaya. Manchester United berusaha merespons, tetapi selama sebagian besar laga mereka belum mampu mengubah momentum ataupun membendung serangan Como secara efektif.
Dengan skor 4-0, Como tampak berada di jalur kemenangan besar tanpa kebobolan. Namun, situasi berubah pada masa injury time ketika Joshua Zirkzee mencetak gol bagi Manchester United. Gol tersebut menjadi balasan tim tamu sekaligus menghapus peluang tuan rumah menutup pertandingan dengan empat gol tanpa jawaban. Skor akhir 4-1 tetap menegaskan kemenangan Como dengan selisih tiga gol, tetapi gol di penghujung laga membuat hasil itu terasa sedikit ternoda. Perubahan skor tersebut juga menjadi konteks penting bagi evaluasi Fàbregas setelah pertandingan. Meski timnya sudah unggul jauh dan menguasai sebagian besar laga, terciptanya gol lawan pada menit-menit terakhir menunjukkan bahwa konsentrasi serta tekanan perlu dipertahankan sampai peluit akhir dibunyikan.
Cesc Fabregas mengakui bahwa keputusannya meminta Como menurunkan tempo pada sekitar 10 menit terakhir menjadi bagian yang ia sesali setelah timnya kebobolan gol pada penghujung pertandingan. Saat Como sudah unggul jauh, pelatih asal Spanyol itu memilih mengurangi intensitas permainan. Ia ingin para pemain menghemat tenaga dan mengelola keunggulan, tetapi gol akhir lawan membuat keputusan tersebut kembali dievaluasi. Bagi Fabregas, hasil besar tetap tidak menghapus pertanyaan mengenai cara tim mengendalikan laga hingga peluit akhir.
Fabregas menjelaskan bahwa pertimbangannya bukan semata-mata untuk bertahan. Como akan kembali berlaga di kompetisi liga domestik menghadapi Sassuolo pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sehingga rotasi serta kondisi fisik pemain ikut diperhitungkan. Jadwal itu mendorongnya memikirkan kebutuhan menjaga stamina, terutama setelah tim membangun keunggulan empat gol. Namun, melihat kembali jalannya pertandingan, ia menilai pendekatan untuk mengendurkan tekanan memberi lawan ruang lebih besar untuk mengambil inisiatif pada fase akhir.
Dalam evaluasinya, Fabregas menilai Como telah memainkan pertandingan dengan baik secara taktis. Tim mampu menerapkan rencana permainan dan mencapai posisi yang sangat menguntungkan. Meski demikian, ia mengakui bahwa para pemain mungkin dapat berbuat lebih banyak apabila tetap mempertahankan intensitas, bahkan ketika skor sudah 4-0. Pengakuan itu menyoroti dilema yang kerap dihadapi pelatih saat unggul besar: menjaga kebugaran untuk pertandingan berikutnya atau terus menekan demi mengendalikan permainan sepenuhnya. Fabregas memilih mempertimbangkan tenaga dan rotasi, tetapi gol yang tercipta menjelang akhir membuatnya menilai kembali pilihan itu. Penyesalan tersebut tidak berarti ia mengabaikan kebutuhan mengatur beban pemain, melainkan menunjukkan bahwa pengelolaan keunggulan juga menuntut ketegasan menjaga struktur serta tekanan. Dengan laga melawan Sassuolo yang sudah dekat, keputusan tersebut berangkat dari pertimbangan jadwal, namun ia menyadari tim seharusnya tetap menjaga konsentrasi dan intensitas sampai pertandingan benar-benar selesai. Karena tidak tersedia redaksi sumber yang dapat diverifikasi, pernyataan Fabregas disampaikan sebagai parafrasa, bukan kutipan langsung.
Menjelang akhir pertandingan, Cesc Fabregas memberikan arahan khusus kepada penyerang Tasos Douvikas. Ia meminta pemain tersebut mengurangi lari agresif yang sebelumnya membantu Como menekan lawan, lalu lebih banyak bertahan di area tengah. Instruksi itu dimaksudkan untuk mengelola situasi saat tim berusaha mempertahankan keunggulan, tetapi setelah pertandingan Fabregas mengakui bahwa keputusan tersebut menjadi bagian yang paling ia sesali.
Fabregas menilai arahan itu tidak sejalan dengan prinsip yang selama ini ingin ia tanamkan kepada para pemainnya: terus berjuang dan menjaga intensitas sampai laga benar-benar berakhir. Dalam pandangannya, tim seharusnya tetap berusaha mengganggu lawan dan mengambil inisiatif, bukan terlalu cepat mengurangi tekanan demi melindungi skor. Karena itu, perubahan peran Douvikas terasa bertentangan dengan pendekatan yang ia anggap penting bagi Como, terutama ketika pertandingan masih menyisakan waktu.
Pengakuan tersebut mencerminkan evaluasi pribadi Fabregas atas cara tim menghadapi menit-menit penutup, bukan sekadar kritik terhadap penampilan seorang pemain. Douvikas menjalankan arahan pelatih, sementara keputusan untuk mengubah intensitas dan posisinya berada di tangan Fabregas. Sang pelatih kemudian menyoroti instruksi itu sebagai titik yang ingin ia tangani secara berbeda apabila menghadapi situasi serupa di masa mendatang. Bagi Fabregas, tetap menekan dapat membantu tim mempertahankan kendali, meskipun tentu tidak menjamin hasil tertentu.
Kekecewaan itu semakin terasa setelah Joshua Zirkzee mencetak gol pada penghujung pertandingan dan mengubah suasana kemenangan Como. Gol tersebut membuat keunggulan besar yang sudah dibangun tim terasa ternoda, sekaligus mendorong Fabregas meninjau kembali pilihan taktisnya. Namun, pengakuannya tidak berarti bahwa instruksi kepada Douvikas merupakan satu-satunya penyebab gol. Terjadinya gol dapat dipengaruhi sejumlah faktor dalam rangkaian permainan, termasuk keputusan pemain, pergerakan lawan, serta cara tim bertahan secara keseluruhan. Fabregas menghubungkan penyesalannya dengan momen itu karena ia merasa tim semestinya mempertahankan semangat dan tekanan hingga peluit akhir, bukan karena ia menyatakan bahwa satu arahan langsung menentukan terciptanya gol Zirkzee.
Kemenangan 4-1 tetap menjadi hasil impresif bagi Como, meskipun gol yang bersarang pada penghujung laga sedikit mengurangi kesan sempurna dari penampilan mereka. Sepanjang pertandingan, tim asuhan Cesc Fabregas memperlihatkan kualitas serangan dan kendali permainan yang membuat lawan kesulitan mengembangkan tekanan. Skor akhir mempertegas dominasi Como, sementara gol telat Manchester United menjadi pengingat bahwa konsentrasi tetap penting sampai peluit terakhir. Fabregas telah mengakui timnya keliru mengendurkan tekanan, dan evaluasi atas momen tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran setelah laga. Namun, satu gol di menit akhir tidak menghapus kerja kolektif maupun efektivitas yang ditunjukkan Como dalam meraih kemenangan besar ini. Hasil tersebut layak dipandang sebagai capaian berarti, terutama karena tim mampu menjaga keunggulan dan menciptakan jarak skor yang jelas sebelum insiden penutup. Bagi Como, performa ini memberi dasar positif untuk melanjutkan kompetisi dengan keyakinan, tanpa mengabaikan koreksi yang diperlukan.
Nico Paz tampil menonjol dan menjadi salah satu sosok penting dalam kemenangan Como. Kontribusinya di lapangan membantu membangun serangan dan memberi ancaman bagi pertahanan lawan, sementara kualitas serta ketenangannya terlihat di berbagai momen pertandingan. Penampilan tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan pemain terbaik, sebuah apresiasi yang selaras dengan pengaruhnya terhadap permainan. Penghargaan itu juga mencerminkan peran pemain muda tersebut dalam malam yang menghasilkan kemenangan besar bagi timnya.






