Sosial  

Polisi Telusuri Insiden Pria Mengamuk Setelah Kalah Judi Online di Margaasih

Kampus Telkom University Dalami Dugaan Perundungan yang Viral di Media Sosial

BANDUNG | Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria mengamuk di sebuah kamar kontrakan di wilayah Margaasih. Dalam video tersebut, pria itu terlihat meluapkan kemarahan dengan memecahkan kaca di dalam kamar. Aksi tersebut berlangsung ketika istri dan anaknya masih berada di lokasi, sehingga situasi di dalam ruangan menjadi sangat menegangkan.

Pecahan kaca yang dihasilkan dari aksi tersebut mengenai anak pria itu yang masih kecil. Kejadian tersebut membuat sang ibu segera mengambil tindakan untuk melindungi anaknya. Ia membawa anak tersebut keluar dari kamar kontrakan agar menjauh dari suaminya yang masih berada dalam kondisi marah.

Setelah kaca pecah dan anaknya dibawa keluar, pria tersebut disebut masih melanjutkan kemarahannya. Ia melontarkan kalimat-kalimat kasar kepada istri dan anaknya. Perilaku itu terekam dalam video yang kemudian menyebar melalui media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.

Rekaman tersebut menunjukkan bagaimana pertengkaran di dalam kamar kontrakan berubah menjadi tindakan yang membahayakan anggota keluarga. Upaya sang ibu membawa anaknya menjauh dilakukan untuk menghindari situasi yang semakin tidak terkendali. Dalam video, suara dan tindakan pria itu memperlihatkan kemarahan yang belum mereda meskipun anaknya telah dibawa keluar dari ruangan.

Peristiwa ini menjadi bagian dari penelusuran aparat kepolisian terkait insiden seorang pria yang mengamuk setelah kalah judi online di Margaasih. Polisi menelusuri kejadian tersebut berdasarkan rekaman yang beredar serta informasi mengenai lokasi dan pihak-pihak yang terlibat. Fakta mengenai rangkaian kejadian selanjutnya masih menunggu pendalaman dari pihak berwenang.

Istri pria tersebut menyampaikan bahwa kemarahan suaminya muncul setelah ia mengalami kekalahan dalam judi online. Keterangan itu menjadi penjelasan dari pihak keluarga mengenai peristiwa yang terjadi di Margaasih. Menurut sang istri, perubahan emosi tersebut berlangsung setelah suaminya mengetahui atau menyadari hasil permainan yang tidak sesuai harapan. Ia mengaitkan kekalahan itu dengan tindakan suaminya yang kemudian menjadi lebih emosional di rumah.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan sang istri, pria tersebut melampiaskan kemarahannya dengan memecahkan kaca. Selain itu, ia disebut memarahi anggota keluarganya dalam rangkaian kejadian yang sama. Perilaku tersebut menggambarkan adanya ledakan emosi setelah pria itu kalah dalam judi online, sebagaimana diceritakan oleh istrinya. Keterangan ini menjelaskan urutan peristiwa yang diketahui keluarga, yakni kekalahan dalam permainan, kemarahan, lalu tindakan merusak dan memarahi orang-orang di sekitarnya.

Namun, hubungan kekalahan judi online dan tindakan pria tersebut disampaikan berdasarkan keterangan istrinya, bukan sebagai kesimpulan terpisah mengenai seluruh penyebab insiden. Polisi masih menelusuri kejadian tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, termasuk mengenai kronologi dan faktor lain yang mungkin berkaitan. Karena itu, informasi yang tersedia saat ini perlu dipahami sebagai atribusi kepada sang istri tentang pemicu kemarahan suaminya. Keterangan tersebut menyebut kekalahan judi online sebagai pemicu yang mendahului amarah, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa hal itu merupakan satu-satunya penyebab tindakan memecahkan kaca dan memarahi anggota keluarga. Penelusuran aparat diharapkan dapat memperjelas fakta berdasarkan keterangan para pihak dan bukti yang ditemukan di lokasi.

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa dalam video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk setelah kalah judi online terjadi di Margaasih. Wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan Kabupaten Bandung dan Cimahi. Keterangan mengenai lokasi ini menjadi acuan dalam penelusuran insiden yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Penegasan lokasi diperlukan agar informasi mengenai kejadian tidak tercampur dengan peristiwa lain yang mungkin memiliki kemiripan, baik dari sisi situasi maupun rekaman yang beredar. Margaasih disebut sebagai tempat terjadinya peristiwa dalam video, sedangkan lokasi lain yang tidak dicantumkan dalam sumber informasi belum dapat dikaitkan dengan insiden tersebut. Karena itu, penyebutan wilayah harus tetap mengikuti keterangan yang telah tersedia.

Hingga informasi yang diterima tersebut, belum terdapat keterangan tambahan yang dapat memastikan titik kejadian secara lebih rinci. Tidak ada dasar yang cukup untuk menyebut alamat tertentu, termasuk lokasi kontrakan atau nama desa, sehingga detail tersebut tidak disertakan. Penjelasan mengenai wilayah perbatasan Kabupaten Bandung dan Cimahi juga tidak berarti bahwa peristiwa berlangsung di seluruh kawasan tersebut, melainkan hanya menggambarkan konteks geografis Margaasih.

Polisi masih menelusuri insiden tersebut untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian dan pihak-pihak yang terlibat. Proses penelusuran diharapkan dapat memverifikasi lokasi sebagaimana terlihat dalam video serta memisahkan fakta yang telah dikonfirmasi dari informasi tambahan yang belum memiliki sumber. Masyarakat diimbau merujuk pada keterangan resmi dan tidak menyebarkan rincian lokasi yang belum dipastikan.

Setelah video seorang pria mengamuk ramai beredar di media sosial, Polsek Margaasih segera mengambil langkah untuk menelusuri kejadian tersebut. Kapolsek Margaasih Kompol K Gumilar menyatakan, polisi berupaya mencari keberadaan pria yang terlihat dalam video. Upaya itu dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat.

Selain mencari pria tersebut, petugas mendatangi tempat kejadian perkara. Kedatangan polisi bertujuan memastikan kondisi anak dan ibunya, yang disebut berkaitan dengan insiden dalam video. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih utuh mengenai situasi di lokasi, termasuk latar belakang persoalan yang memicu keributan.

Kanit Reskrim bersama sejumlah anggota Polsek Margaasih kemudian berkoordinasi dengan aparat desa, ketua RT, dan ketua RW setempat. Polisi juga berkomunikasi dengan perempuan yang merekam video tersebut. Koordinasi dilakukan untuk memahami persoalan dari berbagai pihak serta mencocokkan informasi mengenai kejadian yang berlangsung di lingkungan tersebut.

Saat ditemui pada Selasa, 13 Oktober 2026, Gumilar menjelaskan bahwa insiden itu merupakan persoalan keluarga. Ia menyebut persoalan tersebut bermula dari informasi mengenai keterlibatan suami dalam judi online. Dengan demikian, polisi memandang kejadian itu sebagai persoalan pribadi dalam lingkungan keluarga. Penelusuran yang dilakukan berfokus pada pemahaman terhadap kondisi anak, ibu, dan pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan.

Baca juga: Kasus Arisan Online Kediri Memanas: Istri Anggota Polisi Ditahan, Rp2,465 Miliar Dipersoalkan | LIRA Dorong Kejari Telusuri Data Tambang Trass dan Kepatuhan Pembayaran MBLB