Razia Gabungan di Saritem Temukan Tiga Orang Positif Sabu

Razia Gabungan di Saritem Temukan Tiga Orang Positif Sabu

Kota Bandung | Kepolisian bersama TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menggelar razia narkotika di kawasan Saritem, Kecamatan Andir, Kota Bandung, pada Jumat malam, 16 Oktober. Kegiatan tersebut menjadi razia kedua yang dilakukan di kawasan itu. Dalam operasi gabungan ini, petugas menyisir sejumlah titik di Saritem dalam rangka Operasi Antik.

Pelibatan beberapa unsur tersebut menandai pelaksanaan penertiban secara bersama-sama. Aparat dari kepolisian, TNI, BNN, dan Satpol PP bergerak dalam satu kegiatan untuk melakukan pemeriksaan di lokasi yang menjadi sasaran penyisiran. Razia berlangsung pada malam hari, dengan kawasan Saritem sebagai fokus operasi. Informasi mengenai kegiatan ini menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan pengulangan razia sebelumnya di tempat yang sama, bukan kegiatan pertama yang digelar di kawasan itu.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penyisiran sebagai bagian dari Operasi Antik. Keterangan tersebut menjadi dasar yang disampaikan terkait tujuan kegiatan, tanpa penjelasan tambahan mengenai alasan khusus lain. Karena itu, razia ini dapat dipahami sebagai langkah penindakan dalam rangka operasi tersebut, dengan sejumlah instansi terkait ikut terlibat langsung di lapangan.

Hasil pemeriksaan dalam razia gabungan itu kemudian mengungkap tiga orang yang dinyatakan positif sabu. Temuan tersebut menjadi salah satu hasil utama dari kegiatan pada Jumat malam tersebut. Pemeriksaan terhadap orang-orang yang dijumpai selama penyisiran dilakukan dalam rangkaian razia, sementara aparat dari berbagai instansi berkoordinasi selama operasi berlangsung. Dengan demikian, kegiatan di Saritem mencakup penyisiran kawasan sekaligus pemeriksaan yang menghasilkan temuan tersebut.

Razia kedua di Saritem ini memperlihatkan bahwa operasi gabungan kembali diarahkan ke lokasi yang sama dalam kerangka Operasi Antik. Kepolisian, TNI, BNN, dan Satpol PP menjadi unsur yang disebut turut serta dalam kegiatan itu. Fokus informasi mengenai operasi mencakup waktu pelaksanaan, lokasi, keterlibatan instansi, statusnya sebagai razia kedua, serta hasil pemeriksaan berupa tiga orang positif sabu. Tidak ada alasan khusus lain yang disampaikan selain bahwa penyisiran dilakukan dalam rangka Operasi Antik.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan sebagai bagian dari razia gabungan di kawasan Saritem, petugas menjalankan tes urine terhadap sejumlah orang yang diperiksa. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan tiga orang dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Temuan ini menjadi salah satu hasil penting dari kegiatan tersebut karena memberikan indikasi awal mengenai penggunaan narkotika pada orang-orang yang menjalani pemeriksaan. Informasi mengenai tiga hasil positif itu disampaikan Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi saat menjelaskan hasil razia. Pemeriksaan urine menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan petugas, dan hasilnya akan ditindaklanjuti melalui proses lebih lanjut sesuai keterangan kepolisian.

Kombes Dedi Supriyadi menyampaikan bahwa tiga orang tersebut diketahui positif setelah menjalani tes urine dalam razia. Keterangan itu merujuk pada hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap mereka, bukan pada dugaan semata. Temuan tersebut menjadi perhatian petugas dalam kegiatan penertiban di Saritem. Namun, informasi yang disampaikan mengenai hasil tes terbatas pada jumlah orang yang dinyatakan positif dan tindak lanjut yang akan dilakukan. Karena itu, hasil pemeriksaan tersebut perlu dipahami sesuai keterangan Kapolrestabes Bandung, tanpa menambahkan rincian yang belum disampaikan. Kepolisian akan melakukan pendalaman untuk memperoleh keterangan dan memastikan langkah penanganan berikutnya terhadap ketiganya.

Setelah hasil tes urine diketahui, ketiga orang itu akan dibawa ke Polrestabes Bandung. Mereka dibawa untuk menjalani pendalaman lebih lanjut oleh petugas, sebagaimana disampaikan Kombes Dedi Supriyadi. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas temuan positif dalam pemeriksaan urine selama razia gabungan. Pendalaman di kepolisian akan menjadi bagian dari proses untuk menelusuri informasi terkait hasil pemeriksaan dan menentukan penanganan berikutnya. Hingga pendalaman dilakukan, keterangan yang tersedia menyebutkan bahwa ketiganya positif mengonsumsi sabu berdasarkan tes urine dan akan dibawa ke Polrestabes Bandung. Rangkaian tindak lanjut itu menempatkan hasil tes sebagai dasar pemeriksaan lanjutan, tanpa mengubah makna keterangan yang disampaikan Kapolrestabes Bandung.

Selain penanganan terhadap tiga orang yang dinyatakan positif sabu dalam razia gabungan di Saritem, sejumlah perempuan di kawasan tersebut juga akan dibawa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tindak lanjut itu menjadi bagian lain dari kegiatan petugas di lokasi. Informasi yang disampaikan mengenai para perempuan tersebut terbatas pada rencana bahwa mereka akan dibawa oleh Satpol PP; tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai alasan, status, ataupun dugaan keterlibatan mereka dalam perkara tertentu.

Pemisahan informasi ini penting agar tindakan terhadap mereka tidak disamakan dengan hasil pemeriksaan narkotika. Temuan tiga orang positif sabu merupakan keterangan tersendiri dalam rangkaian razia, sedangkan rencana Satpol PP membawa sejumlah perempuan dilaporkan sebagai tindak lanjut di lapangan. Tanpa penjelasan tambahan dari petugas, tidak tepat untuk menarik kesimpulan bahwa para perempuan tersebut merupakan pengguna, pengedar, atau terlibat dalam tindak pidana. Rincian mengenai proses selanjutnya juga belum disampaikan.

Dedi menerangkan bahwa Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung secara konsisten melakukan penyisiran di kawasan Saritem. Kegiatan itu, menurut keterangannya, diarahkan untuk mencari pengguna maupun pengedar narkotika. Penyisiran berkala menjadi upaya kepolisian untuk memantau situasi di wilayah tersebut dan menindaklanjuti informasi yang ditemukan petugas. Keterangan Dedi menjelaskan fokus kerja Satnarkoba, tetapi tidak dengan sendirinya menetapkan status setiap orang yang berada di kawasan saat operasi berlangsung.

Dalam operasi gabungan, masing-masing instansi dapat menjalankan tindak lanjut sesuai tugasnya. Satpol PP menangani langkah yang disebutkan terhadap sejumlah perempuan, sementara Satnarkoba melakukan penyisiran terkait dugaan peredaran dan penggunaan narkotika. Namun, rincian dasar tindakan Satpol PP, identitas pihak yang dibawa, maupun tujuan setelah mereka dibawa tidak dijelaskan dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, informasi mengenai mereka perlu dibatasi pada pernyataan bahwa Satpol PP akan membawa sejumlah perempuan dari lokasi.

Razia di Saritem dengan demikian mencakup beberapa tindak lanjut yang berbeda. Keterangan kepolisian menyoroti upaya pencarian pengguna dan pengedar secara konsisten, sedangkan informasi tentang Satpol PP menyebut adanya sejumlah perempuan yang akan dibawa. Sampai ada penjelasan resmi lebih lanjut, kedua hal tersebut sebaiknya dipahami sesuai keterangan yang tersedia, tanpa menghubungkan para perempuan itu dengan hasil tes narkotika atau dugaan tertentu.

Kasatnarkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana menyebut temuan tiga orang yang dinyatakan positif sabu dalam razia gabungan di Saritem lebih sedikit dibandingkan hasil razia pertama. Pada operasi sebelumnya, petugas menemukan 21 orang mengonsumsi narkoba. Perbandingan tersebut menunjukkan adanya penurunan jumlah orang yang terindikasi menggunakan narkotika berdasarkan pemeriksaan dalam kegiatan razia.

Oliestha menyampaikan bahwa hasil terbaru itu menjadi catatan bagi kepolisian dalam melihat perkembangan situasi di lapangan. Meski jumlah temuan kali ini lebih rendah, aparat tidak menganggap upaya penindakan telah selesai. Pemeriksaan dan pengawasan tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya serta mencegah penyalahgunaan narkoba terus terjadi. Razia gabungan juga menjadi salah satu langkah kepolisian untuk mendeteksi indikasi peredaran dan penggunaan narkotika di lingkungan masyarakat.

Kepolisian berencana melanjutkan razia secara berkala, termasuk membuka kemungkinan menyasar wilayah lain di Kota Bandung. Lokasi yang akan menjadi perhatian dapat ditentukan berdasarkan indikasi adanya peredaran narkoba, informasi yang diterima, serta hasil pemantauan petugas. Oliestha menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kapolri. Ia juga menyatakan komitmen kepolisian untuk terus melakukan langkah pencegahan dan penindakan guna menciptakan Kota Bandung yang bebas narkoba.

Baca juga: Kesiap Siagaan Babinsa Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla Di Buluqsen | STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR | STAFFEX SGS 2026 Masuki Tahap Penyusunan Perintah Operasi Gabungan