Jakarta | Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, membuat keputusan berbeda saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu, 10/11/26, Shin tidak menempatkan Rizky Ridho dalam susunan pemain utama. Keputusan tersebut menjadi perhatian karena Ridho selama ini merupakan salah satu pilihan penting di lini belakang Macan Kemayoran.
Untuk pertama kalinya pada musim ini, bek berusia 24 tahun tersebut tidak masuk starting XI Persija. Posisi Ridho di awal laga dipercayakan kepada pemain lain yang dinilai mampu menjalankan rencana permainan Shin Tae-yong. Perubahan komposisi itu menunjukkan bahwa pelatih asal Korea Selatan tersebut memiliki pertimbangan taktis tersendiri ketika menyiapkan tim untuk menghadapi PSIM, terutama dalam pertandingan tandang yang menuntut konsentrasi dan organisasi pertahanan.
Meski memulai laga dari bangku cadangan, Ridho tetap disiapkan untuk memberikan kontribusi apabila situasi pertandingan membutuhkannya. Persija berusaha mengendalikan permainan dan mencari celah di pertahanan tuan rumah, tetapi gol belum tercipta ketika laga memasuki babak kedua. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap tenaga serta pengalaman pemain bertahan semakin terbuka, khususnya saat pertandingan mulai berlangsung lebih ketat.
Shin akhirnya memasukkan Rizky Ridho pada menit ke-76. Ia tampil menggantikan Fabio Calonego ketika Persija masih berupaya mencetak gol melawan PSIM. Masuknya Ridho menjadi bagian dari penyesuaian yang dilakukan tim pada fase akhir pertandingan. Walaupun tidak tampil sejak menit awal, kehadirannya tetap memperlihatkan bahwa sang bek masih berada dalam perhitungan pelatih untuk membantu Persija mengejar hasil positif di markas PSIM Yogyakarta.
Keputusan menempatkan Rizky Ridho di bangku cadangan saat Persija menghadapi PSIM tidak terlepas dari kondisi fisik sang kapten. Shin Tae-yong menyebut Ridho mengalami akumulasi kelelahan setelah menjalani rangkaian pertandingan bersama Timnas Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup 2026. Karena itu, Persija mempertimbangkan kebutuhan untuk memberi waktu pemulihan kepada pemain tersebut sebelum kembali tampil sejak menit awal.
Shin menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan padatnya periode pertandingan yang dijalani Ridho bersama tim nasional. Jadwal yang berdekatan membuat kondisi kebugaran pemain perlu diperhatikan secara saksama. Penempatan di bangku cadangan menjadi bagian dari pertimbangan tersebut, terutama agar beban fisik yang telah diterima Ridho tidak bertambah secara berlebihan pada awal musim.
Ridho sebelumnya menjadi bagian penting dari skuad Indonesia yang berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Ia tampil dalam empat pertandingan hingga laga final, meskipun hanya satu kali dipercaya sebagai starter. Rangkaian penampilan itu tetap menunjukkan keterlibatannya dalam perjalanan tim nasional selama turnamen, sekaligus menjelaskan mengapa kondisi fisiknya menjadi perhatian setelah kompetisi berakhir.
Bagi Persija, situasi tersebut membuat kebugaran Ridho perlu dijaga tanpa mengabaikan kebutuhan tim untuk mempertahankan konsistensi pada awal musim. Keputusan mencadangkan sang kapten menjadi langkah yang berkaitan dengan pengelolaan kondisi pemain setelah menjalani agenda internasional yang padat. Dengan demikian, Ridho tetap dapat menjadi bagian dari rencana Persija, sementara kebutuhan pemulihan fisiknya turut diperhitungkan dalam pertandingan di markas PSIM.
Persija Jakarta memasuki babak kedua dengan perubahan penting di lini belakang. Rizky Ridho yang tidak dimainkan sejak menit awal akhirnya mendapat kesempatan tampil setelah pertandingan berjalan. Selama bek tim nasional Indonesia itu masih berada di bangku cadangan, ban kapten Persija dipercayakan kepada Radovan Pankov. Kehadiran Pankov membantu menjaga organisasi permainan tim ibu kota, terutama ketika PSIM Yogyakarta berusaha membangun serangan dan mempertahankan tekanan di hadapan pendukungnya.
Setelah Ridho masuk lapangan, Persija terlihat semakin percaya diri dalam menguasai pertandingan. Aliran bola menjadi lebih teratur, sementara koordinasi antarlini berjalan lebih efektif. Perubahan tersebut turut membuka ruang bagi para pemain depan untuk meningkatkan intensitas serangan. Persija akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-77 melalui Alexander Jeremejeff. Gol itu menjadi awal dari rentetan aksi produktif Macan Kemayoran setelah sebelumnya kedua tim cukup lama gagal menciptakan keunggulan.
Empat menit kemudian, tepatnya pada menit ke-81, Stjepan Loncar menggandakan keunggulan Persija. PSIM belum sempat menemukan respons yang tepat ketika Kwon Chang-hoon kembali membobol gawang mereka pada menit ke-87. Persija terus memanfaatkan momentum hingga masa tambahan waktu. Pada menit 90+3, Loncar mencetak gol keduanya sekaligus melengkapi pesta gol tim tamu. Rangkaian gol tersebut menunjukkan efektivitas Persija dalam mengakhiri pertandingan. Setelah peluit panjang dibunyikan, Persija Jakarta menang telak 4-0 atas PSIM Yogyakarta di markas lawannya.
Kemenangan atas PSIM memberikan dampak penting bagi Persija pada awal BRI Super League 2026/2027. Tambahan tiga poin dari laga tandang tersebut membuat Macan Kemayoran mempertahankan rekor sempurna setelah melewati empat pertandingan. Persija kini mengoleksi 12 poin, sekaligus menempatkan mereka di puncak klasemen sementara. Catatan ini memperlihatkan bahwa tim ibu kota mampu menjaga konsistensi sejak kompetisi dimulai, meskipun susunan pemain dapat mengalami perubahan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Posisi teratas menjadi modal berharga bagi Persija untuk melanjutkan persaingan pada pekan-pekan berikutnya. Empat kemenangan beruntun bukan hanya memperkuat kepercayaan diri, tetapi juga menunjukkan kemampuan tim dalam mengamankan hasil maksimal di tengah tuntutan kompetisi yang panjang. Kemenangan di markas PSIM turut mempertegas bahwa Persija mampu tampil meyakinkan ketika menghadapi lawan di kandang mereka. Namun, posisi puncak masih bersifat sementara sehingga tim perlu mempertahankan fokus, kedisiplinan, dan performa agar tetap berada di jalur persaingan gelar.
Perhatian lain setelah pertandingan tertuju pada keputusan menempatkan Rizky Ridho di bangku cadangan serta tidak tercantumnya Shayne Pattynama dalam daftar pemain Persija. Mengenai absennya Shayne, Shin Tae-yong juga memberikan penjelasan terkait situasi tersebut. Bahan yang tersedia tidak memuat isi penjelasan itu, sehingga alasan maupun rincian mengenai ketidakhadirannya tidak dapat diuraikan. Yang jelas, hasil melawan PSIM tetap membawa Persija menjaga catatan sempurna, mengumpulkan 12 poin dari empat laga, dan memimpin klasemen sementara BRI Super League 2026/2027.

