Jakarta | Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggelar operasi gabungan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri, serta Korps Sabhara Baharkam Polri. Petugas menyasar sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya aparat mengawasi lokasi yang berpotensi digunakan untuk peredaran maupun penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya.
Razia berlangsung pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026, dan berlanjut hingga Minggu dini hari, 18 Oktober 2026. Pelibatan beberapa unsur kepolisian dan BNN menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga. Dalam kegiatan itu, petugas mendatangi sejumlah lokasi hiburan malam untuk melaksanakan pemeriksaan sesuai kewenangan masing-masing. Operasi juga memberi perhatian pada situasi di tempat-tempat yang ramai dikunjungi masyarakat pada malam hari, ketika pengawasan terhadap kemungkinan penyalahgunaan zat terlarang dinilai penting.
AKBP Ivan Adhitira, Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menekan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di tempat hiburan malam. Sasaran itu mencakup pencegahan agar lokasi hiburan tidak dimanfaatkan sebagai ruang transaksi atau penggunaan zat terlarang. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus mendorong pengelola tempat hiburan untuk menjaga lingkungan usahanya tetap tertib. Operasi gabungan ini menegaskan bahwa penanganan peredaran narkotika memerlukan kerja bersama, pengawasan berkelanjutan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan di sejumlah lokasi menjadi salah satu langkah untuk mendukung tujuan tersebut, dengan pelaksanaan yang melibatkan instansi terkait dan berlangsung sepanjang malam hingga dini hari.
Dalam operasi gabungan tersebut, petugas membagi personel ke dalam dua klaster wilayah agar pemeriksaan dapat dilakukan di titik-titik yang menjadi sasaran. Klaster pertama mencakup kawasan Jakarta Timur. Klaster kedua meliputi kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 di Penjaringan, Jakarta Utara, serta PIK 2 di Tangerang. Pembagian ini menggambarkan cakupan kegiatan yang menjangkau wilayah berbeda, tanpa mengubah fokus pemeriksaan yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dan penyimpanan narkotika.
Di lokasi-lokasi dalam klaster tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap badan dan orang yang berada dalam lingkup operasi. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari langkah untuk menemukan indikasi terkait narkotika. Selain memeriksa individu, petugas juga menelusuri lokasi tertentu yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan narkotika. Dengan demikian, pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada orang, tetapi juga mencakup area yang dinilai perlu diperiksa berdasarkan dugaan yang ada.
Pengelompokan wilayah menjadi Jakarta Timur dan kawasan PIK 1 serta PIK 2 membantu menjelaskan sebaran operasi tanpa merinci tempat hiburan yang didatangi. Informasi yang tersedia menyebutkan wilayah-wilayah tersebut sebagai klaster kegiatan, sementara pemeriksaan dilakukan terhadap badan dan orang serta lokasi tertentu yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan narkotika. Tidak terdapat keterangan lebih lanjut mengenai nama tempat atau rincian teknis lain, sehingga uraian mengenai pelaksanaan operasi dibatasi pada informasi tersebut. Langkah pemeriksaan di dua klaster itu menjadi bagian dari rangkaian operasi gabungan yang menghasilkan temuan sembilan orang positif narkotika, sebagaimana disebutkan dalam laporan mengenai kegiatan tersebut. Penyebutan hasil ini memberi konteks terhadap pemeriksaan, tetapi tidak mengubah batas informasi tentang lokasi maupun cara petugas melakukan penelusuran.
Dalam keterangan yang disampaikan Ivan, hasil pemeriksaan setelah operasi gabungan di tempat hiburan Jakarta menunjukkan sembilan orang dinyatakan positif menggunakan narkotika. Temuan tersebut terbagi ke dalam dua klaster wilayah, yakni PIK dan Jakarta Timur. Rinciannya, enam orang berasal dari klaster PIK, sementara tiga orang lainnya berasal dari klaster Jakarta Timur. Dengan demikian, jumlah keseluruhan orang yang dinyatakan positif dari kedua klaster itu mencapai sembilan orang.
Zat yang disebut dalam keterangan terkait hasil pemeriksaan tersebut adalah etomidate serta amfetamin atau sabu. Informasi ini menggambarkan hasil yang disampaikan mengenai pemeriksaan, bukan keterangan tambahan mengenai siapa saja orang yang diperiksa atau seperti apa keadaan mereka. Tidak ada identitas pribadi, usia, pekerjaan, maupun kondisi masing-masing orang yang perlu ditambahkan di luar informasi yang tersedia.
Pembagian angka per klaster memberikan gambaran mengenai hasil operasi berdasarkan wilayah yang disebutkan. Di PIK, terdapat enam orang dengan hasil positif, sedangkan di Jakarta Timur terdapat tiga orang. Angka tersebut merupakan rincian dari total sembilan orang, bukan jumlah yang terpisah dari hasil keseluruhan. Keterangan mengenai etomidate dan amfetamin atau sabu juga disampaikan sebagai jenis zat yang terdeteksi atau disebut dalam hasil pemeriksaan.
Perlu dicatat bahwa informasi yang dapat dipastikan dari bahan sumber pada bagian ini terbatas pada jumlah, pengelompokan wilayah, jenis zat yang disebut, serta penyampai keterangan, yaitu Ivan. Karena itu, uraian ini tidak menyimpulkan keadaan hukum para orang tersebut, tidak menyebut mereka sebagai pelaku tindak pidana, dan tidak mengaitkan hasil pemeriksaan dengan identitas tertentu. Hasil positif sebagaimana disampaikan dalam keterangan menjadi dasar untuk melaporkan angka temuan secara proporsional dan tetap menjaga batas informasi yang tersedia.
Dengan menyajikan rincian secara terpisah, pembaca dapat memahami bahwa enam hasil positif dilaporkan dari klaster PIK dan tiga dari klaster Jakarta Timur. Kedua angka tersebut membentuk total sembilan orang dalam hasil pemeriksaan yang disampaikan Ivan. Penyebutan etomidate dan amfetamin atau sabu mengikuti keterangan tersebut, tanpa memperluasnya menjadi klaim lain yang tidak dinyatakan dalam bahan sumber.
Dalam operasi gabungan di sejumlah tempat hiburan Jakarta, petugas menemukan vape atau kartrid vape yang terindikasi mengandung cairan etomidate. Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung, sehingga kandungan di dalam perangkat itu belum dapat dipastikan. Sampel telah dikirim untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil uji diperlukan untuk memastikan jenis zat yang terkandung dan menjadi dasar bagi langkah penanganan berikutnya. Karena pemeriksaan masih berjalan, temuan itu belum dapat diperlakukan sebagai hasil laboratorium yang telah terkonfirmasi.
Badan Narkotika Nasional (BNN) masih mendalami asal-usul vape atau kartrid tersebut, termasuk konteks penemuannya dalam operasi. Pemeriksaan ini juga bertujuan memperjelas keterkaitan barang yang ditemukan dengan sembilan orang yang dinyatakan positif narkotika. Namun, status pemeriksaan barang bukti maupun hasil tes awal tidak dengan sendirinya menjelaskan peran setiap orang. BNN masih melakukan asesmen untuk mengetahui apakah mereka merupakan pengguna atau memiliki keterkaitan dengan jaringan narkotika. Proses itu menjadi dasar untuk menentukan penanganan yang sesuai, dan belum menghasilkan kesimpulan yang dapat diumumkan.
Ivan menyampaikan bahwa apabila hasil asesmen menetapkan seseorang sebagai pengguna, rehabilitasi wajib dilakukan. Keterangan tersebut merujuk pada tindak lanjut yang akan ditentukan setelah asesmen selesai, bukan keputusan yang telah ditetapkan terhadap sembilan orang itu saat ini. Karena itu, belum tepat untuk menyimpulkan bahwa mereka seluruhnya pengguna, ataupun bahwa mereka terafiliasi dengan jaringan narkotika. BNN masih perlu mencocokkan keterangan, hasil pemeriksaan laboratorium, serta hasil asesmen sebelum menentukan status dan langkah selanjutnya. Hingga informasi tersebut tersedia, penjelasan mengenai kandungan vape dan peran masing-masing orang tetap menunggu proses pemeriksaan resmi.
Baca juga: STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR | STAFFEX SGS 2026 Masuki Tahap Penyusunan Perintah Operasi Gabungan | TNI Dan Militer Negara Sahabat Bangun Sinergi Operasi Gabungan Melalui STAFFEX SGS 2026





