Tiga Jembatan di Kali Gabus Akan Diganti untuk Mengurangi Risiko Banjir

Tiga Jembatan di Kali Gabus Akan Diganti untuk Mengurangi Risiko Banjir

Kabupaten Bekasi | Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan pembongkaran tiga jembatan yang berada di sepanjang Jalan Raya Gabus, Kecamatan Tambun Utara, Jawa Barat. Ketiga jembatan tersebut terletak pada lintasan Desa Srijaya dan Desa Srimukti, yang dilalui Kali Gabus. Rencana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi hambatan aliran air dan mengantisipasi risiko banjir, terutama ketika hujan deras terjadi di wilayah tersebut.

Setelah dibongkar, jembatan-jembatan itu akan diganti dengan konstruksi berbentuk lengkung. Bentuk tersebut direncanakan memberi ruang lebih luas bagi air untuk mengalir di bawah jembatan dibandingkan kondisi yang ada saat ini. Pemerintah daerah menilai penyesuaian desain perlu dilakukan agar infrastruktur jalan tetap dapat digunakan tanpa menghambat aliran sungai. Dengan demikian, pembaruan jembatan tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari penanganan potensi genangan dan banjir di sekitar Kali Gabus.

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa posisi jembatan yang sekarang sejajar dengan jalan dan aliran sungai dinilai menghambat debit Kali Gabus saat hujan deras. Ketika curah hujan meningkat, debit air dapat bertambah dan membutuhkan ruang aliran yang memadai. Hambatan pada lintasan sungai berpotensi memperlambat aliran, sehingga kondisi tersebut menjadi perhatian dalam rencana pembongkaran dan pembangunan kembali. Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan perubahan konstruksi sebagai langkah antisipasi, dengan harapan aliran air dapat bergerak lebih lancar. Pelaksanaan rencana ini akan mencakup tiga titik jembatan di ruas Jalan Raya Gabus yang menghubungkan kawasan Desa Srijaya dan Desa Srimukti. Perubahan bentuk menjadi lengkung diharapkan menyesuaikan struktur jembatan dengan kebutuhan aliran Kali Gabus, sekaligus menjaga fungsi jalan bagi masyarakat yang melintas. Rencana tersebut menempatkan penanganan infrastruktur dan pengurangan risiko banjir sebagai tujuan yang saling berkaitan.

Banjir yang melanda wilayah utara Kabupaten Bekasi pada 2025 menjadi salah satu pertimbangan penting dalam rencana penggantian tiga jembatan di Kali Gabus. Saat itu, luapan sungai menimbulkan genangan di sejumlah kawasan dan mengganggu kegiatan sehari-hari warga. Dampaknya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar aliran kali maupun mereka yang bergantung pada jalan-jalan setempat untuk bekerja, bersekolah, dan mengakses layanan dasar. Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa kondisi infrastruktur yang melintasi sungai perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya mengurangi kerentanan wilayah terhadap gangguan banjir. Pengalaman itu juga menjadi pengingat bahwa dampak luapan air dapat meluas ketika jalur penghubung warga ikut terdampak.

Genangan akibat luapan Kali Gabus tercatat berdampak di sejumlah kecamatan, termasuk Tambun Utara, Sukawangi, dan Tambelang. Di beberapa lokasi, air tidak hanya menggenangi lingkungan permukiman, tetapi juga menghambat mobilitas warga. Salah satu dampak yang menonjol adalah terputusnya akses Jalan Raya Gabus, sehingga perjalanan masyarakat dan kegiatan di sekitar jalur tersebut terganggu. Ketika akses utama tidak dapat dilalui, warga perlu menghadapi hambatan untuk mencapai tujuan, sementara penanganan keadaan darurat dan distribusi kebutuhan juga berpotensi menjadi lebih sulit. Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko banjir berkaitan dengan keselamatan dan kelancaran konektivitas, bukan semata-mata tinggi genangan di suatu titik.

Dengan latar pengalaman tersebut, pembongkaran jembatan akses warga di Kali Gabus diarahkan untuk mengurangi risiko kejadian serupa terulang. Rencana penggantian tiga jembatan menjadi bagian dari penataan infrastruktur pada lokasi yang dinilai perlu ditangani setelah banjir. Langkah ini dimaksudkan agar akses warga dapat ditangani dengan mempertimbangkan kondisi aliran dan kebutuhan penghubung setempat. Namun, penggantian jembatan bukan jaminan bahwa banjir tidak akan terjadi lagi atau bahwa seluruh genangan dapat dihilangkan. Banjir dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi sungai dan curah hujan. Karena itu, pengalaman pada 2025 memberikan konteks bagi keputusan tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya upaya penanganan yang lebih luas untuk mengurangi dampak banjir di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

Asep menjelaskan bahwa penggantian tiga jembatan di Kali Gabus akan melibatkan pembagian tugas Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemkab Bekasi bertanggung jawab membongkar ketiga jembatan yang ada, sementara pembangunan jembatan pengganti akan menjadi tugas pemerintah provinsi. Pembagian peran tersebut menjadi bagian penting dari rencana penanganan infrastruktur di lokasi itu, yang ditujukan untuk mengurangi risiko banjir.

Jembatan baru direncanakan menggunakan model lengkung, berbeda dari jembatan yang saat ini berdiri. Rencana pembangunan dengan bentuk tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia sebelumnya mengunjungi lokasi beberapa hari sebelum rencana itu dijelaskan. Setelah melihat kondisi jembatan dan lingkungan sekitarnya, Dedi meminta agar proses pembongkaran dilakukan secepatnya, tanpa menunggu musim hujan tiba.

Permintaan untuk mempercepat pembongkaran berkaitan dengan kebutuhan menyiapkan penggantinya sebelum curah hujan meningkat. Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan memerlukan koordinasi pemerintah kabupaten dan provinsi, sesuai pembagian tanggung jawab yang telah disampaikan Asep. Pemkab Bekasi akan menangani tahap pembongkaran, sedangkan pemerintah provinsi akan membangun jembatan baru. Informasi tersebut memberi gambaran mengenai urutan pekerjaan yang direncanakan, tetapi jadwal rinci pembangunan maupun waktu penyelesaiannya tidak disebutkan.

Dedi juga menjelaskan fungsi jembatan-jembatan tersebut bagi warga. Akses yang dilayani mencakup jalan menuju sebuah SMK, lingkungan RW, dan sebuah SMP. Karena itu, perubahan pada jalur penyeberangan berpotensi berpengaruh terhadap mobilitas pelajar dan masyarakat sekitar selama pekerjaan berlangsung. Keterangan mengenai fungsi tersebut menjadi salah satu alasan penting untuk memperhatikan akses warga dalam pelaksanaan proyek. Penggantian jembatan diharapkan dapat menjaga konektivitas menuju fasilitas pendidikan dan permukiman sekaligus mendukung upaya mengurangi risiko banjir di Kali Gabus.

Pembongkaran tiga jembatan di Kali Gabus dijadwalkan mulai pekan berikutnya. Pekerjaan pada tiga titik tersebut akan berlangsung beriringan dengan kelanjutan normalisasi Kali Gabus. Dengan demikian, pembongkaran dan penanganan sungai menjadi bagian dari upaya yang diarahkan untuk menekan risiko banjir. Pemerintah menyebut pekerjaan tersebut ditujukan untuk meminimalkan dampak banjir di tiga kecamatan. Rencana itu menjadi fokus penanganan karena kondisi sungai serta keberadaan jembatan termasuk dalam pekerjaan yang akan dilakukan.

Normalisasi Kali Gabus mencakup pengerukan lumpur dan pengangkatan sampah. Kedua kegiatan itu merupakan bagian dari pekerjaan yang akan dilanjutkan, bersamaan dengan rencana pembongkaran jembatan. Keterangan tersebut menjelaskan lingkup normalisasi tanpa merinci tahapan teknis ataupun waktu pelaksanaan setiap kegiatan. Pengerukan dan pengangkatan sampah disebut sebagai bentuk penanganan sungai, sementara pembongkaran dilakukan di tiga titik. Seluruh pekerjaan diarahkan untuk mendukung upaya mengurangi risiko banjir, dengan sasaran meminimalkan dampaknya di tiga kecamatan.

Dedi menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan menurunkan alat setelah jembatan dibongkar. Pernyataan itu menunjukkan urutan yang direncanakan: pembongkaran lebih dahulu, kemudian alat dari pemerintah provinsi diturunkan untuk mendukung pekerjaan. Tidak ada rincian mengenai jenis alat maupun waktu penggunaannya yang disebutkan. Karena itu, informasi yang disampaikan terbatas pada rencana penurunan alat setelah pembongkaran, bersamaan dengan kelanjutan normalisasi sungai. Pekerjaan tersebut tetap dipaparkan sebagai bagian dari penanganan Kali Gabus.

Dedi juga menyebut adanya rencana pembuatan embung. Rencana ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meminimalkan dampak banjir di tiga kecamatan. Belum ada rincian tambahan mengenai pelaksanaan maupun bentuk teknis embung dalam keterangan tersebut, sehingga rencana itu tidak dapat dipahami sebagai kepastian bahwa dampak banjir akan hilang. Secara keseluruhan, pembongkaran tiga jembatan, pengerukan lumpur, pengangkatan sampah, penurunan alat setelah pembongkaran, dan rencana embung merupakan langkah-langkah yang disebutkan dalam penanganan Kali Gabus.

Baca juga: Kodim 1710/Mimika Rampungkan Jembatan Beton di Kelurahan Pasar Sentral | Kodim 1714/Puncak Jaya Gandeng Masyarakat Binaan Membangun Jembatan Merah Putih di Kampung Kulok Enggame | Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat Perbaiki Jembatan Poros Lokpon-Dekai Sambut HUT ke-81 TNI