Tangerang | Kebakaran melanda area gudang pipa paralon milik PT Indonesia Polyurethane Industri pada Selasa, 13 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Legok, Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Kobaran api terlihat berada di area gudang, sementara proses penanganan kebakaran masih berlangsung.
Lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Raya Legok, yang menjadi titik berlangsungnya penanganan terhadap kebakaran gudang tersebut. Petugas masih berupaya melakukan pemadaman di area gudang pipa paralon milik perusahaan. Informasi mengenai kejadian ini disampaikan dengan menitikberatkan pada kondisi kebakaran dan proses penanganan yang sedang berjalan.
Kebakaran pada gudang pipa paralon itu menjadi peristiwa yang tengah ditangani di wilayah Desa Legok, Kecamatan Legok. Hingga proses pemadaman masih berlangsung, perhatian diarahkan pada upaya mengendalikan kobaran api di area gudang. Perkembangan lebih lanjut mengenai penanganan di lokasi menunggu informasi resmi berikutnya dari pihak terkait.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menerima laporan mengenai kebakaran gudang pipa di wilayah Legok sekitar pukul 16.33 WIB. Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian. Setelah laporan diterima, unsur terkait bergerak untuk menjalankan upaya pemadaman dan mengendalikan dampak kebakaran.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan bahwa penanganan masih berlangsung hingga malam hari. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa petugas belum menghentikan aktivitas di lokasi dan tetap berupaya menangani kebakaran sesuai kondisi lapangan. Proses penanganan dilakukan oleh petugas pemadam bersama unsur pendukung yang berada di sekitar area kejadian.
Waktu penerimaan laporan menjadi informasi penting dalam pencatatan peristiwa ini. BPBD menerima laporan pada sore hari, tepatnya sekitar pukul 16.33 WIB, kemudian melanjutkan penanganan hingga malam. Rangkaian waktu tersebut disampaikan berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Tangerang tanpa memberikan perkiraan mengenai kapan api pertama kali muncul ataupun kapan kebakaran akan selesai ditangani.
Penanganan yang masih berjalan pada malam hari juga memperlihatkan bahwa petugas perlu terus memantau kondisi gudang pipa dan area sekitarnya. Setiap perkembangan di lokasi menjadi bagian dari proses penanganan yang dilakukan secara bertahap. Informasi lebih lanjut mengenai situasi kebakaran, kondisi area, serta hasil penanganan dapat disampaikan oleh pihak berwenang setelah kegiatan di lapangan berkembang.
BPBD Kabupaten Tangerang tetap menjadi salah satu pihak yang memberikan informasi terkait kejadian tersebut. Keterangan Achmad Taufik mengenai penanganan hingga malam hari menegaskan bahwa laporan kebakaran telah ditindaklanjuti dan petugas masih bekerja di lokasi. Sementara itu, waktu penerimaan laporan tercatat sekitar pukul 16.33 WIB sebagai penanda awal informasi kejadian diterima oleh BPBD.
Upaya pemadaman kebakaran gudang pipa di Legok menghadapi kendala di lapangan. Salah satu hambatan utama adalah jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat pasokan air menuju titik kebakaran tidak dapat dilakukan secara cepat dan berkelanjutan. Petugas harus mengandalkan sumber air yang berada jauh dari area gudang, sehingga proses penyemprotan memerlukan waktu lebih lama.
Kendala lain muncul akibat kemacetan parah di sekitar lokasi kebakaran. Kepadatan lalu lintas memperlambat pergerakan kendaraan pemadam serta proses pengisian dan pengangkutan air. Akses menuju area kejadian menjadi lebih sulit, sementara kebutuhan air untuk menangani kobaran api terus berlangsung. Situasi ini menyebabkan upaya pemadaman berjalan lebih lambat dibandingkan kondisi ketika akses jalan dan sumber air tersedia tanpa hambatan.
Di tengah proses tersebut, angin turut memengaruhi perkembangan api. Hembusan angin membuat kobaran meluas, sehingga titik api yang harus ditangani petugas bertambah ke area lain di sekitar lokasi kebakaran. Perubahan arah dan sebaran kobaran menuntut petugas untuk terus mengarahkan penyemprotan ke bagian-bagian yang masih terbakar.
Petugas tetap melakukan penyemprotan air ke sejumlah titik api yang masih menyala. Selang diarahkan secara bergantian ke area yang terlihat memiliki kobaran, dengan mempertimbangkan jangkauan air dan kondisi di sekitar gudang. Upaya tersebut terus dilakukan meskipun jarak sumber air dan kepadatan lalu lintas menghambat dukungan pemadaman. Kedua kendala itu menjadi faktor yang memperlambat penanganan kebakaran, sementara angin membuat api lebih mudah meluas dan mempertahankan nyala di beberapa titik.
Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran yang melanda gudang pipa di wilayah Legok, Kabupaten Tangerang. Pengerahan armada tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemadaman di tengah kendala sumber air dan kemacetan yang dilaporkan menghambat pergerakan menuju lokasi. Petugas dari berbagai unsur bekerja secara terpadu agar penanganan kebakaran dapat terus berlangsung, termasuk dengan mengatur strategi pemadaman sesuai kondisi di lapangan.
Armada yang diterjunkan berasal dari Damkar Kabupaten Tangerang, satuan pemadam kebakaran swasta, serta unit pemadam kebakaran dari Kabupaten Bogor. Keterlibatan sejumlah unsur tersebut memperkuat dukungan operasional selama proses pemadaman berlangsung. Setiap unit dikerahkan untuk membantu mengendalikan situasi di area gudang dan mencegah penanganan terhenti akibat keterbatasan dukungan teknis maupun akses menuju titik kebakaran.
Hingga informasi ini disampaikan, penanganan kebakaran masih berjalan. Petugas masih berupaya melakukan pemadaman dan memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap dapat ditangani. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Karena proses pemeriksaan belum selesai, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai asal api maupun faktor yang memicu kebakaran tersebut. Informasi terkait kondisi bangunan, kemungkinan korban, dan dampak lainnya juga masih menunggu pendataan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.
Baca juga: Pemadaman dan Pembasahan Lahan Gambut Diperkuat, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Berjibaku di Tengah Asap Tekan Dampak Karhutla di Kalsel | Komandan Lanud Sjamsudin Noor Pimpin Langsung Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Selatan


