KOTA JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Pertandingan tinju hiburan Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar di GOR Kota Jambi, Sabtu malam, 3 Oktober 2026, berakhir dengan suasana yang mendadak menegangkan. Laga yang sejak awal diposisikan sebagai tontonan hiburan itu tidak berjalan sampai akhir setelah Dede terkapar di atas ring dan dilaporkan kehilangan kesadaran.
Momen tersebut terjadi ketika Dede tidak lagi mampu melanjutkan pertandingan. Situasi yang semula berlangsung sebagai duel hiburan berubah menjadi kepanikan setelah tubuh Dede terlihat tidak berdaya. Perubahan suasana itu menjadi perhatian utama dalam laga yang mempertemukan dua figur publik tersebut.
Duel Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar merupakan bagian dari rangkaian acara Kapolda Fighter Match 2026 yang digelar di GOR Kota Jambi. Pertandingan itu sebelumnya hadir sebagai hiburan bagi penonton, tetapi insiden di atas ring membuat jalannya acara berubah secara tiba-tiba. Dede yang sempat bertanding harus berhenti ketika kondisinya tidak memungkinkan untuk meneruskan laga.
Keadaan tersebut menjadi titik paling menonjol dalam pertandingan pada Sabtu malam itu. Ketika seorang petinju tidak mampu mempertahankan kesadaran dan tidak dapat melanjutkan duel, suasana pertandingan secara otomatis bergeser dari hiburan menjadi situasi yang serius. Peristiwa Dede Sunandar terkapar di atas ring pun menjadi inti perhatian dari pelaksanaan Kapolda Fighter Match 2026 di Jambi.
Laga tersebut memperlihatkan bagaimana pertandingan yang dirancang sebagai tontonan dapat berubah tegang dalam waktu singkat. Duel Vicky dan Dede akhirnya dikenang bukan hanya karena unsur hiburannya, melainkan karena insiden yang membuat pertandingan terhenti sebelum selesai. Dede kehilangan kesadaran di atas ring, sementara jalannya laga tidak dapat diteruskan seperti semula.
Sebelum insiden terjadi, pertandingan tersebut mempertemukan Vicky dengan Dede Sunandar dan Bedu dalam susunan laga yang menempatkan Vicky sebagai pihak yang menghadapi keduanya secara bergantian. Format ini penting untuk dipahami karena pertandingan bukan digambarkan sebagai duel beregu, melainkan rangkaian pertemuan Vicky dan masing-masing lawannya. Dede serta Bedu berada di posisi sebagai lawan Vicky, sementara Vicky harus menjalani laga menghadapi dua orang dalam satu rangkaian acara.
Gambaran mengenai susunan pertandingan itu disampaikan Vicky ketika menjelaskan situasi yang berlangsung sebelum Dede tidak sadarkan diri di atas ring. Dalam pesan suara kepada awak media, Vicky mengatakan, “Mereka kan udah dua lawan satu, Dede sama Bedu, saya sendiri.” Pernyataan tersebut dikutip pada Minggu, 4 Oktober 2026, dan menjadi konteks penting untuk memahami bagaimana posisi para peserta dalam pertandingan hiburan itu.
Kalimat Vicky menunjukkan bahwa Dede dan Bedu sama-sama tercatat sebagai pihak yang berhadapan dengannya, tetapi tidak otomatis berarti keduanya bertanding sebagai sebuah tim. Susunan laga yang disebutkan lebih tepat dipahami sebagai Vicky menghadapi Dede dan Bedu secara bergantian. Sumber yang memuat pernyataan tersebut juga tidak menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung tanpa jeda, sehingga detail mengenai perpindahan dari satu laga ke laga berikutnya tidak dapat disimpulkan lebih jauh.
Dengan format demikian, perhatian penonton tertuju pada duel yang dijalani Vicky bersama dua lawan berbeda dalam rangkaian pertandingan yang sama. Dede menjadi salah satu lawan yang dihadapi Vicky sebelum insiden berlangsung. Karena pertandingan mengusung nuansa hiburan, penyebutan “dua lawan satu” dalam keterangan Vicky berfungsi menggambarkan susunan pihak yang terlibat, bukan untuk mengubah formatnya menjadi pertarungan tim. Penjelasan ini membantu memisahkan fakta mengenai format laga dari peristiwa ketika Dede kemudian mengalami kondisi tidak sadarkan diri di atas ring.
Kondisi Dede Sunandar disebut mengkhawatirkan setelah ia menerima sejumlah benturan dalam duel hiburan tersebut. Situasi di atas ring kemudian menjadi perhatian ketika Dede tampak kehilangan tenaga dan akhirnya mengalami blackout atau kehilangan kesadaran. Peristiwa itu membuat suasana pertandingan yang semula berlangsung sebagai hiburan berubah menjadi tegang, sementara orang-orang di sekitar ring berupaya memastikan kondisi Dede segera mendapat perhatian.
Menurut dugaan Vicky, kelelahan turut memengaruhi menurunnya kondisi Dede. Ia menyebut Dede telah menerima pukulan berulang yang mengenai bagian rusuk dan rahangnya. Benturan yang terjadi berkali-kali itu diduga terakumulasi, sehingga tubuh Dede semakin lemah dan kesadarannya menurun. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengamatan terhadap situasi yang berlangsung dalam pertandingan, bukan sebagai diagnosis medis mengenai kondisi Dede.
Vicky juga mengatakan bahwa ia tidak dapat memastikan seberapa keras pukulan yang diterimanya berdampak terhadap ketahanan tubuh Dede. Karena itu, dugaan mengenai kelelahan dan akumulasi benturan belum dapat dipastikan sebagai penyebab medis dari hilangnya kesadaran tersebut. Kondisi Dede tetap memerlukan penilaian dari tenaga kesehatan untuk mengetahui keadaan sebenarnya, termasuk dampak benturan pada rusuk, rahang, maupun bagian tubuh lainnya. Informasi tentang blackout tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kejadian di atas ring dipandang serius, meskipun duel itu berawal sebagai bagian dari hiburan.
Suasana di sekitar arena langsung berubah ketika Dede Sunandar terjatuh dan tidak sadarkan diri di atas ring. Riuh penonton yang sebelumnya mengiringi duel hiburan mendadak mereda. Perhatian semua orang tertuju kepada Dede, sementara sejumlah pihak di sekitar arena berusaha memastikan kondisinya. Momen tersebut membuat pertandingan tidak lagi dipandang sebagai hiburan semata, karena keadaan Dede dinilai membutuhkan perhatian segera.
Melihat sahabatnya tidak berdaya, Vicky memilih untuk tidak melanjutkan pertandingan. Ia tidak berupaya meneruskan duel atau mengejar hasil dari pertarungan tersebut. Fokus Vicky beralih sepenuhnya pada kondisi Dede yang masih berada di atas ring. Keputusan itu menunjukkan bahwa keselamatan dan penanganan terhadap Dede menjadi hal yang lebih penting dibandingkan keberlanjutan laga.
Vicky kemudian mengambil keputusan untuk menghentikan pertandingan. Laga yang semula berlangsung dalam suasana hiburan pun berakhir setelah kondisi Dede dinilai tidak memungkinkan untuk meneruskan duel. Penghentian tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memberi ruang bagi penanganan yang diperlukan, sekaligus mencegah situasi menjadi lebih buruk.
Setelah pertandingan dihentikan, Dede dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Langkah itu diambil setelah melihat keadaan Dede yang tidak sadarkan diri dan tidak memungkinkan untuk kembali bertanding. Perubahan suasana di arena memperlihatkan bahwa sebuah duel hiburan tetap dapat menghadirkan situasi serius yang memerlukan tindakan cepat. Vicky pun memilih mendampingi dan memastikan sahabatnya memperoleh bantuan medis, alih-alih melanjutkan pertandingan dalam kondisi tersebut.







