38 UMKM Mitra Pertamina Memperluas Akses Pasar Lewat Inacraft October 2026

38 UMKM Mitra Pertamina Memperluas Akses Pasar Lewat Inacraft October 2026

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, PT Pertamina (Persero) melibatkan 38 UMKM mitra binaan dalam pameran The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) October 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya Pertamina menghadirkan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha binaannya untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat dan calon pelanggan.

Melalui partisipasi dalam Inacraft October 2026, 38 UMKM tersebut memperoleh kesempatan untuk menampilkan produk secara langsung dalam ajang pameran. Kehadiran di pameran juga membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk menjangkau pelanggan baru yang sebelumnya belum mengenal produk mereka. Interaksi dengan pengunjung dapat membantu UMKM memperluas pengenalan terhadap produk sekaligus membangun hubungan yang mendukung pengembangan usaha.

Selain memperluas akses kepada konsumen, keterlibatan dalam kegiatan ini memberikan ruang bagi UMKM mitra binaan Pertamina untuk membangun jejaring dan menemukan peluang kerja sama. Pertemuan dengan berbagai pihak dalam pameran dapat menjadi bagian penting dari proses penguatan usaha dan perluasan pasar. Langkah Pertamina tersebut menunjukkan dukungan berkelanjutan terhadap UMKM binaannya agar dapat naik kelas, dengan memanfaatkan kesempatan promosi, akses pasar, dan jejaring yang tersedia melalui Inacraft October 2026.

Keikutsertaan UMKM binaan Pertamina dalam Inacraft Oktober 2025 memberikan hasil yang signifikan sekaligus menjadi dasar penguatan program pengembangan usaha pada tahun berikutnya. Sebanyak 32 UMKM berpartisipasi dalam pameran tersebut dan mencatat transaksi hingga Rp4,7 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa ajang promosi dan perdagangan berskala nasional dapat mempertemukan produk lokal dengan konsumen, pelaku usaha, serta calon mitra bisnis dari berbagai daerah.

Nilai transaksi tersebut juga memperlihatkan besarnya peluang bagi UMKM ketika memperoleh akses yang memadai terhadap ruang pamer, promosi, dan jaringan pasar. Produk yang dibawa oleh para peserta tidak hanya berpotensi menjangkau pembeli secara langsung selama pameran, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun hubungan usaha setelah acara berakhir. Dengan demikian, keikutsertaan dalam Inacraft menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pemasaran UMKM binaan.

Hasil positif pada Inacraft Oktober 2025 kemudian mendorong Pertamina untuk kembali memfasilitasi keterlibatan UMKM dalam Inacraft 2026. Partisipasi lanjutan ini diarahkan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan penjualan melalui pertemuan langsung dengan konsumen maupun calon mitra. Pengalaman sebelumnya menjadi pijakan dalam menyiapkan peserta, menampilkan produk, dan mengoptimalkan peluang transaksi selama pameran.

Keputusan tersebut mencerminkan komitmen Pertamina untuk memberikan dukungan yang berkelanjutan, bukan hanya melalui pembinaan internal, tetapi juga dengan menghadirkan UMKM pada platform perdagangan yang strategis. Sebanyak 38 UMKM mitra Pertamina yang ambil bagian pada Inacraft 2026 diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk, memperkuat citra merek, serta menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Dengan mengacu pada capaian Rp4,7 miliar yang dibukukan 32 UMKM pada 2025, keikutsertaan tahun ini memiliki landasan yang jelas untuk mendorong pertumbuhan penjualan dan membuka peluang usaha baru.

Akses pasar merupakan salah satu unsur penting dalam pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tanpa kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan yang lebih beragam, pelaku usaha akan menghadapi keterbatasan dalam meningkatkan penjualan, membangun reputasi merek, dan memperluas jaringan distribusi. Karena itu, kehadiran UMKM dalam pameran seperti Inacraft October 2026 menjadi bagian penting dari upaya mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa Pertamina terus membuka kesempatan bagi mitra binaan untuk mengenalkan produk mereka kepada masyarakat dan calon pembeli dari berbagai kalangan. Dukungan tersebut tidak hanya berupa ruang promosi, tetapi juga kesempatan bagi UMKM untuk memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan pasar. Melalui partisipasi dalam pameran, pelaku usaha dapat menampilkan keunggulan produk, menjelaskan proses pembuatannya, serta membangun kepercayaan konsumen.

Pameran juga mempertemukan pelaku UMKM secara langsung dengan pengunjung, distributor, peritel, dan pembeli korporasi. Pertemuan semacam ini memberikan peluang bagi pengusaha untuk memahami kebutuhan konsumen secara lebih nyata, termasuk preferensi terhadap desain, kualitas, kemasan, harga, dan layanan. Masukan tersebut dapat menjadi dasar untuk menyempurnakan produk sekaligus menyesuaikan strategi pemasaran dengan perubahan permintaan.

Selain berpotensi menghasilkan transaksi, interaksi di arena pameran dapat membuka jejaring usaha baru. Distributor dan peritel dapat menemukan produk yang sesuai untuk dipasarkan melalui saluran mereka, sementara pembeli korporasi berkesempatan menjajaki kerja sama pengadaan atau kebutuhan khusus. Bagi UMKM, jaringan ini dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang mendukung peningkatan kapasitas produksi dan jangkauan distribusi. Dengan demikian, akses konsumen dan jejaring usaha berperan sebagai fondasi bagi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Inacraft October 2026 mengusung tema techno craft sebagai upaya menjembatani kekayaan kriya tradisional Indonesia dengan kebutuhan industri modern. Konsep ini menempatkan teknologi bukan sebagai pengganti keterampilan perajin, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat proses produksi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal. Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, pelaku usaha dapat menghasilkan karya dengan presisi lebih baik, kualitas yang konsisten, serta nilai tambah yang lebih tinggi.

Penerapan teknologi tetap diarahkan untuk menjaga identitas budaya dan karakter unik setiap produk. Teknik pembuatan, pengetahuan turun-temurun, serta sentuhan tangan para perajin menjadi unsur penting yang tidak dihilangkan. Perpaduan tersebut diharapkan melahirkan produk kerajinan yang mampu memenuhi selera konsumen masa kini, tanpa kehilangan akar tradisi yang menjadi kekuatan utama industri kriya Indonesia.

Pameran ini juga diarahkan untuk membangkitkan semangat youthpreneur dan memperkuat regenerasi industri kerajinan nasional. Keterlibatan generasi muda diperlukan untuk menghadirkan gagasan baru, mengembangkan desain yang relevan, serta memanfaatkan platform digital dan teknologi produksi secara kreatif. Dengan demikian, industri kerajinan tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang tumbuh melalui inovasi, kolaborasi, dan model bisnis yang lebih adaptif.

Baron menyampaikan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Partisipasi dalam Inacraft October 2026 diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi mitra binaan, baik melalui peningkatan penjualan, bertambahnya pesanan, maupun terbukanya kemitraan baru. Perkembangan usaha tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM, tetapi turut dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok lokal, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.