Menperin Soroti Peran Pemda dalam Menyiapkan Kawasan Industri di Jawa Timur

Menperin Soroti Peran Pemda dalam Menyiapkan Kawasan Industri di Jawa Timur

Surabaya | Menteri Perindustrian RI Muhammad Sarmuji menyoroti pentingnya kawasan industri sebagai salah satu sarana untuk mempercepat proses industrialisasi, khususnya di Jawa Timur. Menurutnya, kawasan industri tidak hanya berfungsi sebagai lokasi bagi kegiatan usaha, tetapi juga menyediakan paket fasilitas yang dirancang untuk mendukung kelancaran aktivitas industri. Ketersediaan fasilitas dalam satu kawasan dapat membantu menciptakan lingkungan usaha yang lebih tertata dan memudahkan pelaksanaan kegiatan produksi.

Kawasan industri dipandang memiliki peran strategis karena menghadirkan berbagai kebutuhan pendukung dalam satu area. Dengan demikian, pelaku industri dapat menjalankan kegiatannya dalam lingkungan yang telah dipersiapkan untuk menunjang operasional. Kehadiran kawasan semacam itu menjadi bagian penting dari upaya mendorong pertumbuhan industri secara lebih terarah. Namun, pengembangan kawasan industri tidak dapat berjalan optimal apabila hanya mengandalkan pihak pengembang.

Sarmuji menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan proses penyiapan kawasan dapat berlangsung secara efektif. Pemerintah daerah perlu membantu menyediakan dan menyiapkan lahan yang sesuai, membangun serta mendukung ketersediaan infrastruktur, dan memenuhi berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Dukungan tersebut menjadi unsur penting agar kawasan industri dapat berkembang dan memberikan manfaat sesuai dengan tujuan pembangunan industrialisasi.

Peran pemerintah daerah juga menunjukkan bahwa pengembangan kawasan industri membutuhkan kerja sama lintas pihak. Pengembang memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan kawasan beserta fasilitasnya, sementara pemerintah daerah berperan menciptakan kondisi yang mendukung melalui penyiapan lahan, infrastruktur, dan kebutuhan terkait lainnya. Sinergi tersebut diperlukan agar kawasan industri tidak berhenti pada pembangunan fisik, melainkan benar-benar mampu menjadi sarana yang mendukung kegiatan industri. Pernyataan ini menempatkan pemerintah daerah sebagai salah satu pihak penting dalam mempercepat kesiapan kawasan industri di Jawa Timur.

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyiapkan kondisi dasar yang diperlukan untuk pengembangan kawasan industri. Penekanan Sarmuji terutama berkaitan dengan kesiapan lahan dan infrastruktur, karena kedua aspek tersebut menjadi prasyarat sebelum suatu wilayah dapat dipertimbangkan secara serius sebagai kawasan industri. Pemerintah daerah perlu mengidentifikasi lahan yang sesuai, memastikan status dan tata ruangnya, serta menilai kesesuaian lahan dengan kebutuhan kegiatan industri. Proses ini juga perlu dilakukan secara terukur agar pengembangan kawasan tidak menimbulkan persoalan pertanahan maupun konflik dengan kepentingan masyarakat.

Selain penyediaan lahan, infrastruktur pendukung menjadi faktor yang tidak kalah penting. Kawasan industri membutuhkan akses transportasi yang memadai, pasokan listrik, ketersediaan air, jaringan telekomunikasi, serta sistem pengelolaan limbah. Pemerintah daerah dapat berperan melalui perencanaan, koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta penciptaan kepastian dalam proses perizinan. Infrastruktur yang tersedia sejak awal akan meningkatkan daya tarik wilayah bagi calon pelaku usaha sekaligus membantu memastikan kegiatan industri berlangsung secara efisien dan memenuhi ketentuan lingkungan.

Namun, kesiapan tersebut tidak dapat diartikan sebagai kepastian bahwa pembangunan kawasan industri baru akan segera berlangsung. Ketika ditanya mengenai kemungkinan pembangunan kawasan industri di Jawa Timur, Sarmuji menyatakan bahwa hal itu masih bergantung pada potensi wilayah yang dapat dijadikan kawasan industri. Karena itu, pemerintah daerah perlu terlebih dahulu melakukan pemetaan potensi, mengkaji kebutuhan industri, dan menilai dukungan infrastruktur yang tersedia. Pendekatan tersebut menempatkan pembangunan kawasan industri sebagai proses yang membutuhkan kajian dan koordinasi, bukan sekadar keputusan untuk membuka proyek baru. Dengan persiapan yang matang, peluang pengembangan dapat dinilai berdasarkan kondisi nyata setiap wilayah dan kebutuhan investasi yang relevan.

Pernyataan mengenai peran pemerintah daerah dalam menyiapkan kawasan industri di Jawa Timur disampaikan Muhammad Sarmuji kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin, 12 Oktober 2026. Keterangan tersebut disampaikan setelah Sarmuji menghadiri rangkaian agenda peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, ia baru saja menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Pemberian penghargaan itu ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Sarmuji dalam membangun Jawa Timur. Setelah prosesi berlangsung, Sarmuji memberikan keterangan kepada wartawan dan menyampaikan pandangannya mengenai kebutuhan penyiapan kawasan industri di wilayah tersebut.

Dalam konteks itu, pembahasan tentang kawasan industri muncul bersamaan dengan perhatian terhadap peran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan pengembangan kawasan. Penyampaian Sarmuji berlangsung dalam suasana setelah upacara penghargaan, bukan dalam forum khusus yang terpisah dari agenda peringatan hari jadi provinsi. Karena itu, keterangannya menjadi bagian dari penjelasan kepada media seusai menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Rangkaian peristiwa tersebut menempatkan pernyataan Sarmuji dalam konteks agenda resmi pemerintah daerah, yakni upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi. Penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas menjadi latar penyampaian keterangan itu, dengan penegasan bahwa penghargaan diberikan atas dedikasinya dalam membangun Jawa Timur. Tidak ada keterangan tambahan mengenai makna penghargaan selain alasan tersebut. Setelah menerima penghargaan, Sarmuji kemudian berbicara kepada wartawan mengenai isu kawasan industri dan keterlibatan pemerintah daerah dalam proses penyiapannya.

Anggota DPR RI Sarmuji menyampaikan apresiasi terhadap capaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjalankan pembangunan daerah. Ia mengapresiasi data yang dipaparkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenai berbagai perkembangan dan kinerja provinsi tersebut. Menurut Sarmuji, informasi itu menunjukkan bahwa pembangunan Jawa Timur berjalan cukup baik, baik dari sisi perekonomian maupun capaian pembangunan secara umum.

Sarmuji menilai pertumbuhan ekonomi Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional. Posisi tersebut sekaligus menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Jawa. Capaian itu, menurutnya, mencerminkan adanya kerja bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, serta masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Jawa Timur atas peringatan hari jadi ke-81, seraya berharap berbagai prestasi yang telah diraih dapat terus meningkat. Sarmuji menilai kinerja dan prestasi Jawa Timur semakin baik dari waktu ke waktu.

Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji juga menjelaskan makna penghargaan yang diterimanya. Ia memandang penghargaan itu sebagai bentuk perhatian sekaligus penilaian dari gubernur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap perjalanan pengabdiannya. Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus menjaga komitmen dalam menjalankan tugas. Sarmuji mengatakan penghargaan itu memotivasi dirinya untuk berbuat lebih baik, memperkuat pengabdian, serta memberikan kontribusi yang semakin bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan Jawa Timur.

Baca juga: TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Kawasan IKN Melalui Darat dan Udara