Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan anggaran sebesar Rp5,07 triliun untuk mendukung peralihan armada Transjakarta menuju energi bersih. Dana tersebut diarahkan terutama untuk mempercepat elektrifikasi bus, sehingga layanan transportasi umum di Ibu Kota dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem mobilitas yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Rencana anggaran tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri penandatanganan 15 kerja sama badan usaha milik daerah, badan usaha milik negara, dan perangkat daerah di Balai Kota Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, elektrifikasi Transjakarta ditempatkan sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat kualitas layanan sekaligus menjawab tantangan pencemaran udara di wilayah metropolitan.
Penggunaan bus listrik diharapkan dapat menekan emisi karbon dan polusi udara yang dihasilkan kendaraan bermotor, terutama pada koridor dengan tingkat mobilitas tinggi. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, peralihan ini berpotensi meningkatkan kenyamanan penumpang melalui kendaraan yang lebih senyap dan memiliki teknologi operasional yang lebih mutakhir. Namun, pelaksanaannya membutuhkan perencanaan menyeluruh, termasuk pengadaan armada, pembangunan infrastruktur pengisian daya, penyesuaian depo, serta peningkatan kapasitas pengelolaan dan pemeliharaan.
Dengan dukungan anggaran triliunan rupiah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin memastikan transisi energi pada transportasi publik berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa pengembangan transportasi massal tidak hanya berfokus pada perluasan layanan, tetapi turut mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Melalui elektrifikasi Transjakarta, pemerintah berharap semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang rendah emisi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan target ambisius dalam proses peralihan armada Transjakarta menuju energi yang lebih bersih. Pramono menyampaikan bahwa seluruh bus yang digunakan pada 2029 ditargetkan telah memakai salah satu dari tiga teknologi, yakni listrik, hidrogen, atau hybrid. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mendorong transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.
Target tersebut mencakup seluruh bus yang melayani operasional Transjakarta, bukan hanya armada baru yang akan didatangkan. Dengan demikian, proses transisi perlu dilakukan secara bertahap melalui pengadaan kendaraan, penyesuaian fasilitas pendukung, serta pengembangan infrastruktur pengisian atau pengisian ulang energi. Perencanaan yang menyeluruh diperlukan agar perubahan teknologi tidak mengganggu kapasitas dan keandalan layanan kepada masyarakat.
Saat ini, sekitar 500 bus listrik telah beroperasi dalam layanan Transjakarta. Jumlah tersebut merupakan bagian dari keseluruhan armada Transjakarta yang mencapai sekitar 3.782 bus. Keberadaan bus listrik yang sudah beroperasi menunjukkan bahwa penerapan kendaraan berbasis energi bersih telah dimulai, sekaligus menjadi pijakan bagi perluasan penggunaan teknologi tersebut pada tahun-tahun berikutnya.
Selain bus listrik, bus hidrogen dan hybrid disebut akan segera hadir sebagai bagian dari proses peralihan armada. Kehadiran beberapa pilihan teknologi memungkinkan pemerintah daerah menyesuaikan jenis kendaraan dengan kebutuhan rute, karakteristik operasional, serta kesiapan infrastruktur. Bus hidrogen dapat menjadi alternatif untuk perjalanan yang membutuhkan jarak tempuh dan waktu operasional tertentu, sementara teknologi hybrid dapat berperan dalam mengurangi konsumsi bahan bakar selama masa transisi.
Melalui kombinasi teknologi listrik, hidrogen, dan hybrid, DKI Jakarta berupaya membangun sistem transportasi publik yang lebih berkelanjutan. Pelaksanaan target 2029 akan bergantung pada kesinambungan anggaran, kesiapan fasilitas, dan koordinasi pemerintah daerah, operator, serta pemangku kepentingan lainnya. Peralihan ini diharapkan berlangsung secara terukur tanpa mengurangi kualitas pelayanan Transjakarta kepada pengguna.
Elektrifikasi transportasi menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya menekan polusi udara di wilayah ibu kota. Langkah ini dikaitkan dengan rencana peralihan armada Transjakarta menuju energi bersih, sehingga pembahasan mengenai transportasi tidak hanya berfokus pada perubahan jenis kendaraan, tetapi juga pada arah kebijakan energi yang lebih bersih.
Upaya tersebut tidak semata-mata mencakup penggunaan kendaraan listrik. Elektrifikasi merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas untuk mendorong peralihan armada transportasi publik ke sumber energi yang dipandang lebih bersih. Dengan demikian, kebijakan ini ditempatkan sebagai salah satu cara Pemprov DKI untuk membantu menekan polusi udara melalui sektor transportasi, terutama dalam pengelolaan armada Transjakarta.
Pramono juga menyatakan bahwa Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas kontribusi aktivitas industri dan pembangkit listrik terhadap polusi udara. Koordinasi tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kualitas udara Jakarta tidak hanya diarahkan pada kebijakan di tingkat provinsi atau pada perubahan armada transportasi publik.
Melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov DKI dapat membahas persoalan tersebut bersama pihak yang memiliki kewenangan terkait aktivitas industri dan pembangkit listrik. Pernyataan ini menegaskan bahwa elektrifikasi Transjakarta ditempuh sebagai salah satu langkah, sementara pembahasan mengenai kontribusi sektor lain tetap memerlukan koordinasi lintas pemerintahan.
Dengan pendekatan tersebut, peralihan armada Transjakarta ke energi bersih berjalan beriringan dengan upaya membahas berbagai aktivitas yang berkaitan dengan polusi udara. Elektrifikasi transportasi menjadi bagian dari agenda Pemprov DKI, sedangkan koordinasi dengan pemerintah pusat diarahkan untuk memperoleh pembahasan yang lebih menyeluruh mengenai kontribusi industri dan pembangkit listrik.
Pramono berharap kerja sama yang telah ditandatangani dapat menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan transportasi publik di Jakarta. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat arah pembaruan layanan transportasi sekaligus mendorong penggunaan armada yang lebih ramah lingkungan. Dengan dukungan kerja sama yang berkelanjutan, pengembangan transportasi publik di ibu kota diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan tantangan lingkungan yang semakin mendesak.
Harapan itu juga berkaitan dengan upaya memperbaiki kualitas udara Jakarta. Peralihan menuju kendaraan dengan emisi lebih rendah dipandang sebagai bagian dari kebijakan transportasi yang tidak hanya berorientasi pada kapasitas layanan, tetapi juga pada kesehatan dan kenyamanan warga. Karena itu, pengembangan armada bersih perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun sistem transportasi publik yang lebih berkelanjutan.
Arah kebijakan tersebut mencakup penggunaan bus listrik, bus berbasis hidrogen, dan bus hybrid. Ketiga pilihan teknologi itu menjadi bagian dari pembahasan mengenai transformasi armada Transjakarta menuju energi yang lebih bersih. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menargetkan peralihan seluruh armada pada 2029, sehingga kerja sama yang telah disepakati diharapkan dapat mendukung pencapaian arah kebijakan tersebut.
Melalui langkah tersebut, Pramono berharap pengembangan transportasi publik dapat berlangsung sejalan dengan agenda perbaikan lingkungan di ibu kota. Kerja sama antarpihak diharapkan terus membuka ruang bagi penguatan transportasi rendah emisi, sekaligus mendukung upaya Jakarta menghadirkan layanan publik yang lebih berkelanjutan. Harapan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mengarahkan sistem transportasi menuju penggunaan energi bersih dan kualitas udara yang lebih baik bagi masyarakat.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta | Darurat Air Bersih: IJTI, Kodim 0813 dan BPBD Bojonegoro Pasok 21 Ribu Liter Air Bersih di Tlogohaji | TNI-Polri Gelar Patroli Terpadu, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Jakarta

