Pameran Hutan Hadir di MRT Bundaran HI, Dekatkan Edukasi Museum kepada Warga

Pameran Hutan Hadir di MRT Bundaran HI, Dekatkan Edukasi Museum kepada Warga

Jakarta | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar pameran bertema “Hutan dan Peradaban: Dari Ekosistem Kehidupan Menuju Masa Depan” di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pameran ini menghadirkan pembahasan mengenai hubungan hutan, kehidupan manusia, serta perkembangan peradaban dalam ruang yang mudah dijangkau masyarakat. Pemilihan stasiun MRT sebagai lokasi kegiatan menunjukkan upaya pemerintah membawa museum dan pengetahuan kebudayaan lebih dekat kepada warga.

Ruang publik seperti Stasiun MRT Bundaran HI memungkinkan informasi mengenai sejarah, kebudayaan, dan lingkungan ditemui dalam aktivitas sehari-hari. Masyarakat tidak perlu secara khusus mendatangi gedung museum untuk memperoleh pengalaman belajar. Melalui materi pameran yang disajikan di area transit, warga, pengguna MRT, wisatawan, dan pelajar dapat mengenal hutan dari sudut pandang yang lebih luas, termasuk perannya dalam membentuk kehidupan sosial dan kebudayaan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Retno Setiowati mengajak publik memandang hutan bukan hanya sebagai alam yang harus dilindungi, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan dan masa depan manusia. Cara pandang tersebut menempatkan hutan sebagai ruang yang memiliki nilai ekologis, historis, sosial, dan budaya. Dengan demikian, edukasi tentang hutan tidak berhenti pada pesan pelestarian, melainkan mendorong pemahaman mengenai keterkaitan manusia dengan lingkungan.

Pameran ini berlangsung mulai Senin, ketika pernyataan tersebut disampaikan, hingga 18 Oktober 2026. Selama periode itu, kehadirannya di pusat mobilitas Jakarta diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap pengetahuan museum sekaligus memperkuat kesadaran publik tentang pentingnya hutan bagi keberlanjutan. Penyelenggaraan di lokasi yang ramai juga memperlihatkan bahwa edukasi kebudayaan dapat hadir di berbagai ruang, bukan hanya dalam institusi formal.

Pameran ini menghadirkan pengenalan hutan melalui beragam koleksi yang disusun untuk membantu pengunjung memahami kekayaan dan peran ekosistem tersebut. Koleksi kayu menjadi salah satu bagian utama, disertai informasi mengenai flora, fauna, perlengkapan kehutanan, serta berbagai hasil hutan. Penyajian tersebut memperlihatkan bahwa hutan tidak hanya terdiri atas pepohonan, tetapi juga mencakup kehidupan, pengetahuan, peralatan, dan sumber daya yang berkaitan erat dengan kebutuhan manusia.

Pengunjung dapat mengamati berbagai objek secara lebih dekat, termasuk benda yang dapat disentuh untuk memperoleh pengalaman yang tidak terbatas pada pengamatan visual. Layar sentuh atau LED interaktif melengkapi penyampaian informasi dengan cara yang lebih dinamis. Melalui media tersebut, pengunjung dapat berinteraksi dengan materi pameran dan menelusuri hubungan unsur-unsur hutan. Kehadiran matching game juga membuat proses mengenali koleksi berlangsung secara partisipatif, sehingga informasi dapat dipahami melalui kegiatan mencocokkan dan mengamati.

Pengalaman sensorik diperkuat melalui aroma station yang menghadirkan aroma dari hasil hutan. Fasilitas ini mengajak pengunjung mengenali hutan melalui indra penciuman, sekaligus memperluas cara memahami beragam manfaat yang berasal dari lingkungan tersebut. Perpaduan objek nyata, media digital, permainan, dan aroma membuat penyampaian materi terasa lebih dekat serta memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk terlibat langsung dalam proses belajar.

Seluruh koleksi dan pengalaman interaktif dilengkapi panel interpretasi, ilustrasi, serta visual pendukung. Materi tersebut membantu menjelaskan hubungan hutan dan kehidupan manusia, baik melalui sumber daya yang dihasilkan maupun nilai ekologisnya. Konteks Jakarta sebagai kota turut dihadirkan untuk menunjukkan bahwa pembahasan mengenai hutan tetap relevan bagi masyarakat perkotaan. Dengan demikian, pameran menghubungkan pengetahuan tentang kayu, flora, fauna, perlengkapan kehutanan, dan hasil hutan dengan keseharian warga serta lingkungan kota yang mereka tempati.

Pameran Hutan di Stasiun MRT Bundaran HI diselenggarakan melalui kolaborasi Museum Kehutanan dan Asosiasi Museum Indonesia DKI Jakarta “Paramita Jaya”. Kerja sama ini mempertemukan lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan dengan jejaring permuseuman di ibu kota. Melalui pameran tersebut, informasi mengenai hutan disajikan dalam bentuk yang lebih dekat, terbuka, dan mudah diakses oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Pemilihan Stasiun MRT Bundaran HI memiliki makna strategis. Sebagai salah satu simpul transportasi publik dengan mobilitas warga yang tinggi, lokasi ini memungkinkan pesan pameran menjangkau pengunjung dari berbagai latar belakang. Penyelenggaraannya menjadi bagian dari upaya Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta untuk mendekatkan museum serta pengetahuan kepada warga. Langkah ini juga memperluas pemanfaatan ruang publik, sehingga stasiun tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit, tetapi dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran kebudayaan yang inklusif.

Kehadiran pameran ini bertepatan dengan peringatan Hari Museum Indonesia, momentum yang menegaskan kembali peran museum sebagai sumber edukasi dan penghubung masyarakat dengan warisan pengetahuan. Dalam kolaborasi ini, Kementerian Kehutanan turut berperan melalui sajian data dan dokumentasi visual mengenai hutan. Materi tersebut membantu publik memahami kondisi, fungsi, serta kekayaan ekosistem hutan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Foto, arsip, dan data yang ditampilkan menjadi jembatan informasi yang menerjemahkan isu kehutanan ke dalam pengalaman belajar yang ringkas dan menarik. Dengan demikian, pameran tidak berhenti pada pengenalan koleksi, tetapi juga mendorong kesadaran mengenai pentingnya hutan bagi kehidupan. Pertemuan museum, pemerintah, komunitas permuseuman, dan pengguna ruang publik menunjukkan bahwa edukasi kebudayaan dapat hadir di berbagai tempat, termasuk jalur perjalanan warga.

Retno Setiowati berharap pameran ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga hubungan yang harmonis manusia dan alam. Pesan tersebut dinilai relevan bagi warga Jakarta yang setiap hari berhadapan dengan kepadatan aktivitas, keterbatasan ruang terbuka, serta tantangan lingkungan perkotaan. Melalui berbagai informasi dan materi edukasi yang disajikan, pengunjung diajak memahami bahwa hutan tidak berada jauh dari kehidupan kota. Keberadaan hutan berkaitan langsung dengan keseimbangan ekosistem, ketersediaan air, suhu lingkungan, dan kualitas udara yang dirasakan masyarakat.

Kesadaran itu diharapkan berkembang menjadi kepedulian nyata terhadap kualitas udara dan ruang hijau. Menjaga taman kota, mendukung penambahan vegetasi, mengurangi pencemaran, serta menggunakan sumber daya secara bijak merupakan bagian dari usaha bersama untuk menciptakan kota yang sehat dan berkualitas. Pameran ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat hubungan tindakan sehari-hari dan keberlanjutan lingkungan. Dengan pemahaman yang lebih baik, warga dapat berperan dalam membangun pola hidup yang selaras dengan alam sekaligus mendorong perhatian lebih besar terhadap kebijakan perlindungan lingkungan.

Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Kementerian Kehutanan, Nuke Mutikania, menyampaikan bahwa pameran tersebut bertujuan meningkatkan dan menguatkan literasi publik. Pengetahuan yang lebih mudah diakses diharapkan membuat kebijakan kehutanan lebih dipahami masyarakat, termasuk alasan, manfaat, dan tanggung jawab yang menyertainya. Kementerian Kehutanan juga berharap tema pameran mampu menginspirasi generasi muda untuk menjaga kelestarian hutan. Hutan perlu dipandang sebagai fondasi, benteng, dan penopang peradaban, bukan sekadar kawasan pepohonan. Hutan merupakan sumber air dan udara segar yang mendukung kehidupan, sehingga kelestariannya menjadi tanggung jawab lintas generasi.

Baca juga: Cegah Karhutla, Tim Penyuluh Sesko TNI Berikan Sosialisasi dan Edukasi kepada Warga | Cegah Karhutla, Tim Sesko TNI Edukasi Warga Sanggulan tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan | Lindungi Kesehatan Warga dari Dampak Karhutla, Tim Penyuluh Sesko TNI Gencarkan Edukasi