Jakarta | Pertamina Trans Kontinental (PTK) menjadi salah satu penerima Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Iconomics. Penghargaan ini menempatkan PTK di perusahaan yang dinilai mampu menerapkan kepemimpinan keuangan secara strategis dan inovatif. Apresiasi tersebut tidak hanya menyoroti capaian fungsi keuangan, tetapi juga kontribusinya dalam mendukung kinerja dan keberlanjutan bisnis perusahaan.
Dalam lingkungan usaha yang terus berubah, pengelolaan keuangan memiliki peran penting dalam membantu perusahaan menjaga ketahanan sekaligus menangkap peluang. Fungsi keuangan dituntut tidak sekadar mencatat transaksi dan menyusun laporan, melainkan menyediakan analisis yang relevan untuk mendukung arah bisnis. Kepemimpinan yang dinilai strategis dapat membantu memastikan sumber daya digunakan secara terukur, risiko dikenali, dan keputusan perusahaan didukung oleh informasi yang memadai. Dalam konteks tersebut, penghargaan dari Iconomics mencerminkan pengakuan terhadap upaya PTK memperkuat kontribusi keuangan dalam menjalankan prioritas perusahaan.
PTK juga mendapat apresiasi atas upayanya meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan. Efektivitas ini berkaitan dengan proses yang tertata, penggunaan sumber daya yang cermat, serta kemampuan menjaga kualitas informasi keuangan sebagai dasar evaluasi. Ketika informasi dapat dimanfaatkan dengan baik, manajemen memiliki landasan yang lebih kuat untuk menilai pilihan, menyusun rencana, dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan bisnis. Pendekatan tersebut relevan bagi perusahaan yang perlu menyeimbangkan kebutuhan operasional, pertumbuhan, dan kesinambungan usaha.
Pengakuan ini sekaligus menegaskan semakin pentingnya keterlibatan fungsi keuangan dalam pengambilan keputusan bisnis. Dengan berperan lebih dekat dalam perencanaan dan evaluasi, tim keuangan dapat membantu menghubungkan sasaran perusahaan dengan pertimbangan anggaran, kinerja, dan risiko. Bagi PTK, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang mendorong fungsi keuangan bergerak melampaui tugas administratif. Sorotan ini juga memperlihatkan bahwa inovasi keuangan dapat mendukung keputusan yang lebih terarah serta memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.
Direktur Keuangan dan SDM PTK, Eko Cahyadi, memandang penghargaan yang diterima perusahaan sebagai cerminan komitmen untuk terus mengembangkan pengelolaan keuangan yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Bagi PTK, pengakuan tersebut bukan sekadar capaian, melainkan dorongan untuk menjaga kualitas tata kelola sekaligus menyesuaikan strategi dengan kebutuhan bisnis dan dinamika yang terus berubah.
Pengelolaan keuangan yang adaptif memungkinkan perusahaan merespons perubahan secara tepat, sementara akuntabilitas memastikan setiap keputusan dan penggunaan sumber daya dapat dipertanggungjawabkan. Kedua prinsip ini menjadi dasar bagi PTK dalam mendukung kegiatan usaha secara efektif. Perusahaan berupaya memastikan keputusan bisnis dijalankan dengan pertimbangan yang matang, tetap mengutamakan kehati-hatian, serta memperhatikan keberlanjutan dalam jangka panjang.
Eko menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PTK untuk memperkuat tata kelola keuangan, meningkatkan efisiensi, dan memastikan keputusan bisnis memberikan nilai tambah. Upaya itu menuntut proses perencanaan dan pengawasan yang konsisten, serta pengelolaan sumber daya yang selaras dengan prioritas perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, fungsi keuangan dapat berperan lebih strategis dalam mendukung pencapaian kinerja, bukan hanya memastikan kepatuhan terhadap proses dan ketentuan.
Efisiensi juga perlu dijalankan secara seimbang. Penghematan atau penyederhanaan proses harus tetap menjaga mutu layanan, ketepatan pengambilan keputusan, dan kemampuan perusahaan memenuhi tanggung jawabnya. Karena itu, PTK menempatkan kehati-hatian sebagai bagian penting dalam menilai risiko dan menentukan langkah bisnis. Pertimbangan keberlanjutan membantu perusahaan melihat dampak keputusan secara lebih luas, termasuk kontribusinya terhadap ketahanan dan penciptaan nilai perusahaan.
Eko menekankan bahwa pencapaian kinerja berkelanjutan tidak dapat diwujudkan oleh satu fungsi saja. Kolaborasi seluruh perwira PTK diperlukan agar prinsip tata kelola, efisiensi, dan akuntabilitas diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Keterlibatan bersama membantu menyelaraskan tujuan, memperkuat disiplin dalam pengelolaan, dan mendorong keputusan yang bertanggung jawab. Melalui komitmen kolektif tersebut, PTK berupaya menjadikan penghargaan sebagai pijakan untuk terus memperbaiki pengelolaan keuangan dan menciptakan nilai secara berkelanjutan.Menurut Eko, pengelolaan keuangan yang unggul tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya capaian finansial atau keberhasilan memenuhi target pendapatan. Hasil keuangan tetap penting sebagai gambaran kinerja, tetapi penilaian yang menyeluruh juga melihat bagaimana perusahaan merencanakan, menggunakan, dan mengawasi sumber daya yang dimiliki. Dengan demikian, penghargaan di bidang keuangan dapat mencerminkan kualitas proses pengelolaan, bukan hanya angka yang tercatat pada akhir periode.
Salah satu aspek yang diperhatikan adalah optimalisasi sumber daya. Perusahaan perlu memastikan dana, aset, dan kapasitas yang tersedia digunakan secara tepat guna untuk mendukung prioritas bisnis. Keputusan alokasi yang terukur membantu mengurangi pemborosan sekaligus menjaga agar kegiatan operasional tetap berjalan efektif. Upaya ini perlu disertai pertimbangan atas risiko yang mungkin muncul, sehingga potensi gangguan dapat dikenali dan ditangani sebelum berdampak lebih luas pada kinerja maupun keberlangsungan perusahaan.
Pengelolaan yang baik juga berkaitan dengan upaya memelihara tingkat kesehatan perusahaan. Kesehatan tersebut tidak hanya tercermin dari kemampuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga dari kecukupan likuiditas, ketahanan menghadapi tekanan, dan konsistensi dalam memenuhi kewajiban. Di tengah perubahan pasar dan dinamika bisnis, perusahaan perlu mampu menyesuaikan kebijakan keuangannya tanpa mengabaikan disiplin dan kehati-hatian. Kemampuan beradaptasi memungkinkan organisasi merespons perubahan kebutuhan, kondisi ekonomi, maupun tantangan operasional secara lebih terarah.
Untuk mendukung kualitas tersebut, Eko menekankan pentingnya memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Kerangka tata kelola yang kuat memperjelas peran, tanggung jawab, dan proses pengambilan keputusan, sehingga pengelolaan dana dapat berlangsung secara teratur dan dapat dipertanggungjawabkan. Perusahaan juga perlu meningkatkan efektivitas pengendalian internal agar pencatatan, persetujuan, dan pemantauan transaksi berjalan konsisten. Pengendalian yang memadai membantu mengurangi kesalahan serta memperkuat pencegahan terhadap penyimpangan.
Kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku menjadi bagian penting lainnya. Selain menjaga kegiatan perusahaan tetap berada dalam koridor aturan, kepatuhan mendukung kepercayaan para pemangku kepentingan. Transparansi dan akuntabilitas juga perlu dikedepankan melalui informasi yang jelas, pelaporan yang andal, serta penjelasan atas keputusan keuangan. Kombinasi langkah tersebut membantu memastikan bahwa capaian finansial ditopang proses yang bertanggung jawab, berorientasi pada ketahanan perusahaan, dan mampu mengikuti perubahan bisnis.
Di PTK, fungsi keuangan diarahkan untuk melampaui peran administratif dan pemenuhan kebutuhan operasional sehari-hari. Pengelolaan keuangan menjadi bagian dari proses perencanaan strategis, dengan menyediakan analisis serta informasi yang relevan bagi manajemen. Melalui data yang akurat dan tepat waktu, keputusan bisnis dapat mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan perusahaan, serta peluang dan risiko yang dihadapi. Pendekatan ini membantu memastikan bahwa alokasi sumber daya tidak hanya mendukung kegiatan saat ini, tetapi juga selaras dengan arah dan prioritas jangka panjang PTK. Dengan demikian, keuangan berperan sebagai mitra bagi berbagai fungsi dalam menerjemahkan sasaran perusahaan menjadi rencana yang realistis dan dapat dijalankan.
Pengelolaan yang terukur dan berorientasi pada hasil menjadi landasan penting dalam menjalankan peran tersebut. PTK dapat menilai penggunaan anggaran dan sumber daya berdasarkan tujuan yang jelas, sekaligus memantau pencapaian melalui indikator yang relevan. Disiplin perencanaan, pengendalian, dan evaluasi membantu mengidentifikasi ruang perbaikan serta mendukung efisiensi proses. Pada saat yang sama, pengelolaan keuangan perlu menjaga kesinambungan operasional, termasuk kesiapan perusahaan memenuhi kebutuhan layanan dan menjalankan kegiatan secara konsisten. Keseimbangan pengendalian biaya dan dukungan terhadap kebutuhan bisnis memungkinkan keputusan keuangan memberi dampak nyata, tanpa mengabaikan ketahanan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan usaha.
Orientasi jangka panjang juga menempatkan penciptaan nilai tambah berkelanjutan sebagai bagian dari tujuan pengelolaan keuangan.
Baca juga: Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Keuangan RI | Tim Pokja Kajian Strategis Sahli Kasad Lakukan Kunjungan Kerja ke Kodim 0906/Kkr | TNI-Kementerian PU Perkuat Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Air





