Pemadaman Karhutla di Sampit Diperkuat lewat Operasi Darat dan Udara

Pemadaman Karhutla di Sampit Diperkuat lewat Operasi Darat dan Udara

Kabupaten Kotawaringin Timur | Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman berjalan dengan maksimal. Di lokasi, Menhut mengecek lahan yang terdampak kebakaran dan memantau proses penanganan yang sedang berlangsung. Peninjauan secara langsung memberi gambaran mengenai situasi yang dihadapi petugas, termasuk kondisi area terdampak dan kegiatan pemadaman. Kehadiran pemerintah pusat di lokasi juga menjadi bagian dari koordinasi penanganan karhutla, terutama untuk memastikan langkah yang dijalankan dapat terus disesuaikan dengan keadaan setempat.

Rangkaian peninjauan dan rapat koordinasi berlangsung di sekitar lokasi kebakaran. Berdasarkan keterangan yang tersedia, Raja Juli Antoni tiba di Sampit pada pukul 19.00 WIB pada hari itu. Tanggal kalender kedatangannya tidak disebutkan, sehingga waktu tersebut merujuk pada informasi jam yang disampaikan. Setelah tiba, Menhut melihat langsung area terdampak dan memantau upaya pemadaman, kemudian mengikuti koordinasi terkait penanganan kebakaran. Pertemuan di dekat lokasi memungkinkan pihak-pihak yang terlibat membahas kondisi aktual di lapangan. Dengan demikian, pembahasan tidak hanya bertumpu pada laporan, tetapi juga mempertimbangkan hasil pengamatan langsung terhadap situasi kebakaran dan pekerjaan yang tengah dilakukan.

Fokus utama kunjungan ini adalah memastikan pemadaman karhutla dilakukan secara maksimal. Pemeriksaan terhadap lahan terdampak dan pemantauan proses pemadaman menjadi langkah untuk memahami perkembangan penanganan di Sampit. Koordinasi di sekitar lokasi juga mendukung komunikasi pihak terkait dalam menghadapi kebakaran di wilayah Kotawaringin Timur. Peninjauan tersebut menegaskan pentingnya melihat kondisi lapangan secara langsung ketika upaya pemadaman masih berlangsung. Namun, informasi yang disampaikan tidak merinci luas lahan terbakar, jumlah personel, jenis peralatan, ataupun hasil akhir operasi pada hari tersebut. Karena itu, kunjungan Menhut dapat dipahami sebagai bagian dari pemantauan dan penguatan koordinasi, dengan tujuan agar seluruh upaya yang dilakukan untuk mengendalikan kebakaran dapat berjalan seoptimal mungkin.

Raja Juli Antoni mengarahkan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sampit memaksimalkan dukungan dari udara dan darat. Kedua pendekatan tersebut perlu berjalan secara terpadu agar upaya pemadaman dapat menjangkau area yang terdampak sesuai kebutuhan di lapangan. Dukungan udara berperan dalam membantu penanganan kebakaran, sementara pasukan darat tetap diperlukan untuk menghadapi kondisi secara langsung. Arahan ini menekankan bahwa operasi tidak sebaiknya hanya bertumpu pada satu metode, melainkan memanfaatkan kemampuan yang tersedia secara bersama-sama.

Dalam operasi udara, langkah yang disebut mencakup water bombing, penggunaan dry ice, serta operasi modifikasi cuaca. Berbagai bentuk dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membantu mengendalikan karhutla. Pelaksanaannya perlu dipadukan dengan penanganan dari darat, sebab keberadaan dukungan udara tidak menghilangkan kebutuhan petugas yang bekerja di lokasi. Penguatan operasi juga memerlukan koordinasi agar langkah-langkah yang dilakukan dapat saling menunjang. Dengan demikian, pemadaman di Sampit mengandalkan kombinasi dukungan dari udara dan kerja langsung di lapangan, sebagaimana arahan yang disampaikan.

Petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, serta relawan bekerja bersama dalam penanganan di lapangan. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan pentingnya kerja sama antarpihak dalam menghadapi karhutla. Pasukan darat dinilai penting karena mereka turut menangani situasi secara langsung, sejalan dengan dukungan operasi udara. Koordinasi di petugas dan relawan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjalankan pemadaman. Arahan Raja Juli Antoni agar kedua dukungan dimaksimalkan menempatkan kerja udara dan darat sebagai unsur yang saling melengkapi, dengan seluruh pihak yang terlibat menjalankan perannya dalam penanganan kebakaran di Sampit.

Menteri Kehutanan menyampaikan bahwa Presiden telah menurunkan bantuan sebesar Rp15 miliar untuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dukungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu, termasuk upaya pemadaman di Sampit. Pernyataan mengenai bantuan ini menegaskan adanya dukungan dari pemerintah pusat bagi kabupaten yang menghadapi kondisi tersebut. Menhut juga meminta agar dana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Penggunaan bantuan diharapkan diarahkan secara efektif sesuai kebutuhan penanganan, tanpa mengurangi pentingnya pertanggungjawaban dalam pengelolaannya.

Permintaan untuk memaksimalkan pemanfaatan dana disampaikan sebagai arahan agar bantuan yang tersedia memberi dukungan sebesar-besarnya bagi upaya penanganan karhutla di Kotim. Meski demikian, tidak disampaikan rincian mengenai pos, kegiatan, ataupun mekanisme penggunaan dana Rp15 miliar tersebut. Karena itu, informasi mengenai bantuan ini perlu dipahami sebatas nilai dukungan yang disebutkan Menhut dan imbauan untuk mengoptimalkannya. Rincian teknis pemanfaatan maupun pembagian dana tidak dapat dipastikan dari keterangan tersebut. Penjelasan yang terbatas ini menjaga agar informasi publik tidak mengarah pada dugaan mengenai alokasi yang belum diumumkan.

Menhut turut menyampaikan bahwa dukungan tambahan dapat diberikan secara parsial apabila masih dibutuhkan. Pernyataan ini menunjukkan adanya kemungkinan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan, tetapi bukan kepastian bahwa dana atau bantuan tambahan telah disalurkan. Besaran, bentuk, waktu, dan mekanisme dukungan lanjutan juga tidak dirinci dalam keterangan itu. Dengan demikian, bantuan Rp15 miliar merupakan dukungan yang telah disebutkan, sedangkan tambahan bantuan tetap bergantung pada kebutuhan yang ada. Penyampaian tersebut memberi ruang bagi penyesuaian dukungan apabila diperlukan, tanpa menetapkan rincian lebih jauh. Pemerintah daerah dan pihak terkait dapat menggunakan arahan yang disampaikan sebagai acuan untuk memaksimalkan bantuan yang tersedia dalam penanganan karhutla di Kotim.

Kebakaran di Sampit terjadi pada lahan gambut, sehingga penanganannya memerlukan perhatian khusus dan tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Api dapat bertahan di lapisan tanah atau material organik yang mengering, lalu kembali muncul ketika kondisi mendukung. Karena itu, petugas perlu memastikan area terdampak ditangani secara menyeluruh dan tidak meninggalkan bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Pemadaman di lahan gambut juga perlu disertai pemeriksaan berulang, terutama pada bagian yang sebelumnya menunjukkan titik panas atau asap. Upaya tersebut penting untuk mengurangi risiko api meluas kembali serta melindungi kawasan sekitar dari dampak kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta petugas memastikan api benar-benar padam, bukan sekadar tidak terlihat menyala. Ia juga menekankan perlunya pemantauan berkelanjutan pada area yang telah terbakar. Pemeriksaan lanjutan dapat membantu petugas menemukan kemungkinan bara tersembunyi dan segera melakukan penanganan sebelum api kembali membesar. Dengan demikian, pemadaman dan pemantauan menjadi rangkaian kerja yang saling melengkapi. Kondisi lahan gambut yang terbakar perlu terus diperhatikan setelah operasi berlangsung, termasuk dengan mengamati titik-titik yang berisiko menyimpan panas. Langkah ini ditujukan agar hasil pemadaman bertahan dan kebakaran tidak berulang di lokasi yang sama.

Sebelum meninjau Sampit, Menhut telah memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan selama tiga hari di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kunjungan tersebut menjadi konteks dari upaya penanganan karhutla di wilayah provinsi itu, yang memerlukan koordinasi lintas pihak dan tindak lanjut di lapangan. Di lokasi Sampit, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor hadir bersama Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra dan Dandim 1015 Sampit Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan. Turut hadir Asisten II Hawianan, Kalaksa BPBD Kotim Imam Subekti, Ketua Harian Tim Penanganan Karhutla Rihel, Kadinsos Waren, Kadis PU Mintana Dhinar, serta Kadis DLH Gusti Mukaffi.

Baca juga: Pemadaman dan Pembasahan Lahan Gambut Diperkuat, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Berjibaku di Tengah Asap Tekan Dampak Karhutla di Kalsel | Pastikan Sumber Air Karhutla Tetap Andal, Personel Lanud Sjamsudin Noor Siaga 24 Jam Dukung Kesiapan dan Operasi Penanganan Karhutla | Gelap Malam Tak Jadi Penghalang, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Kembali Berjibaku Hadang Karhutla Hingga Dini Hari