Kericuhan Usai Aksi di Unhas, Motor Listrik Kampus Dibakar dan Seorang Mahasiswa Diamankan

Kericuhan Usai Aksi di Unhas, Motor Listrik Kampus Dibakar dan Seorang Mahasiswa Diamankan

Makassar | Unjuk rasa yang melibatkan ratusan mahasiswa di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada Kamis (22/10/2026), berakhir ricuh. Sebuah motor listrik milik kampus dibakar dan seorang mahasiswa diamankan polisi setelah situasi berkembang seusai massa membubarkan diri. Aksi berlangsung di depan Pintu 1 Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, sejak siang hingga malam. Para peserta menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan isu politik dan lingkungan.

Sepanjang aksi utama, unjuk rasa disebut berlangsung damai. Mahasiswa menyampaikan aspirasi di sekitar pintu masuk kampus, sementara sebagian massa sempat memblokade jalan. Penutupan arus kendaraan tersebut memicu kemacetan panjang di Jalan Perintis Kemerdekaan dan berdampak pada pengguna jalan yang melintas di kawasan Tamalanrea. Aksi yang berlangsung selama beberapa jam itu menjadi perhatian karena jumlah peserta dan lokasinya berada di salah satu jalur lalu lintas penting di Makassar.

Kericuhan dilaporkan terjadi setelah massa membubarkan diri, sehingga perlu dibedakan dari jalannya penyampaian aspirasi yang sebelumnya disebut berlangsung damai. Dalam perkembangan setelah aksi, sebuah motor listrik milik kampus terbakar dan polisi mengamankan seorang mahasiswa. Peristiwa tersebut menandai perubahan situasi dari demonstrasi menjadi insiden yang memerlukan penanganan aparat. Informasi awal mengenai kejadian ini belum dengan sendirinya menjelaskan penyebab kebakaran maupun dugaan keterlibatan orang tertentu. Karena itu, rincian mengenai kronologi setelah pembubaran, kondisi kendaraan, serta alasan pengamanan mahasiswa perlu merujuk pada keterangan resmi pihak berwenang dan kampus. Perkembangan lanjutan penting untuk memastikan fakta secara utuh, termasuk apakah penyelidikan dilakukan terhadap insiden pembakaran dan bagaimana proses penanganan mahasiswa yang diamankan. Hingga fakta tersebut dijelaskan, keterangan mengenai tanggung jawab maupun motif sebaiknya tidak disimpulkan hanya berdasarkan terjadinya kericuhan. Perhatian publik juga tertuju pada dampak blokade jalan dan keamanan lingkungan kampus setelah aksi berakhir.

Kepala Subdirektorat Humas dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan aksi utama di lingkungan kampus berakhir sekitar pukul 17.30 Wita. Menurut Ishaq, setelah kegiatan utama tersebut selesai, sekitar 30 orang masih berkumpul di sekitar Pintu 1 Unhas. Ia menyampaikan keterangan itu untuk menjelaskan situasi yang berkembang setelah aksi berakhir, ketika sebagian orang belum meninggalkan kawasan tersebut.

Ishaq menuturkan, sekitar pukul 18.30 Wita, kelompok yang masih berkumpul itu mulai melakukan provokasi dan merusak fasilitas. Ia menyebut salah satu fasilitas yang terdampak adalah sebuah motor listrik merek Wesgo milik Unhas, yang dibakar dalam kericuhan tersebut. Keterangan mengenai waktu dan kerusakan itu disampaikan Ishaq; identitas setiap orang yang terlibat dalam tindakan tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan penjelasannya.

Menurut Ishaq, pihak kampus belum dapat memastikan identitas kelompok yang berada di sekitar Pintu 1 karena sebagian orang memakai masker dan hoodie. Kondisi itu, kata dia, menyulitkan pengenalan mereka secara langsung. Ishaq juga mengatakan bahwa sejumlah oknum mahasiswa Unhas telah diidentifikasi. Namun, ia tidak menyatakan bahwa seluruh orang dalam kelompok tersebut merupakan mahasiswa, ataupun bahwa orang-orang yang telah diidentifikasi itu pasti terlibat dalam setiap tindakan perusakan.

Keterangan Ishaq membedakan kelompok yang masih berkumpul setelah aksi, orang-orang yang identitasnya belum diketahui, dan sejumlah oknum mahasiswa yang disebut telah diidentifikasi. Ia tidak memastikan siapa yang membakar motor listrik Wesgo maupun siapa yang melakukan tindakan provokasi dan perusakan lainnya. Karena itu, informasi mengenai pelaku perlu tetap merujuk pada hasil identifikasi dan keterangan pihak berwenang, tanpa mengaitkan tindakan tersebut kepada individu atau kelompok tertentu sebelum identitas dan keterlibatannya dipastikan.

Usai aksi di lingkungan Universitas Hasanuddin, petugas keamanan kampus berupaya mengendalikan keadaan di area Pintu 1. Upaya itu mencakup penanganan kendaraan bermotor listrik yang terbakar serta pembukaan blokade jalan. Keterangan mengenai langkah tersebut disampaikan Ishaq, yang menjelaskan bahwa petugas berusaha menangani situasi di lokasi. Dalam kondisi itu, perhatian petugas tertuju pada api di kendaraan dan akses jalan yang terhalang. Penanganan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi keadaan setelah aksi, tanpa mengabaikan dua persoalan yang berlangsung di area yang sama.

Menurut Ishaq, petugas yang berusaha mengendalikan situasi mendapat perlawanan dari kelompok massa. Ia menyebut kelompok tersebut menyerang petugas menggunakan batu dan busur. Dengan demikian, upaya untuk memadamkan api pada kendaraan dan membuka blokade jalan berlangsung di tengah perlawanan yang disebutkan Ishaq. Informasi ini merupakan keterangan Ishaq mengenai keadaan yang dihadapi petugas, bukan penjelasan tambahan mengenai pihak lain atau peristiwa berbeda. Uraian tersebut menggambarkan adanya hambatan terhadap upaya petugas saat menangani kondisi di sekitar Pintu 1.

Ishaq menerangkan bahwa petugas kampus berusaha menangani kendaraan yang terbakar sekaligus membuka jalan yang diblokade. Namun, menurut keterangannya, upaya itu dihadapkan pada serangan kelompok massa dengan batu dan busur. Keterangan tersebut menjelaskan konteks sulitnya petugas mengendalikan keadaan di lokasi setelah aksi. Tidak ada rincian lain yang disampaikan di sini mengenai korban, kerusakan selain kendaraan yang terbakar, maupun tindakan aparat di luar upaya yang disebutkan. Dengan membatasi uraian pada keterangan Ishaq, informasi yang dapat dipastikan dalam bagian ini adalah upaya petugas kampus dan perlawanan yang mereka hadapi saat bertugas di area Pintu 1.

Seorang mahasiswa diamankan polisi setelah kericuhan yang terjadi seusai aksi di lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Mahasiswa tersebut dibawa ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan terkait peristiwa yang berujung pada perusakan dan pembakaran motor listrik kampus. Pengamanan itu menjadi bagian dari penanganan aparat atas insiden yang berlangsung setelah aksi utama berakhir.

Ishaq menyebut mahasiswa yang diamankan berinisial RA. Ia berasal dari Fakultas Kelautan dan Perikanan dan tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2025. Informasi mengenai identitas tersebut disampaikan oleh pihak kampus, sementara pemeriksaan terhadap RA dilakukan oleh kepolisian di Mapolrestabes Makassar. Statusnya dalam proses tersebut adalah mahasiswa yang diamankan untuk diperiksa.

Pihak Unhas menjelaskan bahwa tindakan perusakan tidak terjadi saat aksi utama masih berlangsung. Peristiwa itu berlangsung pada malam hari, setelah rangkaian aksi selesai. Keterangan waktu tersebut menjadi salah satu konteks yang disampaikan kampus dalam menanggapi kericuhan, termasuk insiden pembakaran motor listrik milik kampus. Dengan demikian, kejadian perusakan berlangsung setelah kegiatan aksi utama, bukan pada saat kegiatan itu berjalan.

Kampus menyatakan akan bersikap tegas terhadap mahasiswa yang terbukti terlibat dalam tindakan perusakan. Pernyataan itu menegaskan bahwa penanganan internal akan didasarkan pada pembuktian keterlibatan, bukan semata-mata pada dugaan. Pihak universitas juga menempatkan peristiwa tersebut sebagai persoalan yang perlu ditangani dengan serius, mengingat kerusakan fasilitas kampus terjadi setelah kegiatan aksi berakhir.

Adapun pemeriksaan kepolisian terhadap mahasiswa yang diamankan berjalan terpisah dari sikap kampus terhadap dugaan pelanggaran. Informasi yang tersedia menyebutkan RA dibawa ke Mapolrestabes Makassar, tetapi belum merinci hasil pemeriksaan maupun keputusan lanjutan aparat. Karena itu, keterlibatan mahasiswa tersebut tetap perlu dipahami dalam kerangka pemeriksaan yang sedang dilakukan, sementara kampus menyatakan akan menindak tegas pihak yang terbukti terlibat.

Situasi di lokasi dilaporkan kembali kondusif setelah kericuhan. Meski demikian, sejumlah personel polisi masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan. Aparat terlihat mengenakan seragam lengkap maupun berpakaian preman dan tetap berada di sekitar lokasi. Penjagaan tersebut dilakukan ketika keadaan telah kembali terkendali, sebagai langkah pengamanan agar situasi tetap aman dan tidak kembali memanas.

Baca juga: TNI Bersihkan Ladang Ganja di Yahukimo, 21.400 Batang Diamankan | BA akhirnya berhasil diamankan sebelum menaiki pesawat | PLTMH Hadir di Kampung Tabukeker, Buka Akses Listrik dan Air Bersih bagi Masyarakat