Malang | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya penambahan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia hingga Jumat, 23 Oktober 2026. Dalam pembaruan informasi tersebut, total sebaran kejadian yang dilaporkan mencakup 16 wilayah. Catatan ini menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi perhatian penanganan kebencanaan di berbagai kawasan, dengan perkembangan yang dipantau oleh lembaga terkait. Informasi mengenai penambahan kejadian disampaikan sebagai bagian dari pemutakhiran situasi kebencanaan nasional pada tanggal tersebut. Rincian itu menegaskan luasnya sebaran laporan, bukan hanya terpusat pada satu pulau atau satu wilayah administratif. Melalui pencatatan kejadian secara berkala, BNPB menyampaikan gambaran terbaru mengenai kondisi yang perlu dicermati.
Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyebut bahwa kejadian tersebut tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, dan Sumatra. Keempat kawasan itu memperlihatkan bahwa laporan karhutla datang dari sejumlah bagian Indonesia. Penyebutan wilayah tersebut memberikan konteks geografis atas catatan 16 wilayah, sekaligus membantu publik memahami bahwa penambahan kejadian tidak terbatas pada satu kawasan saja. BNPB menyampaikan sebaran itu melalui keterangan Berton, dengan pokok informasi bahwa perkembangan kejadian dicatat pada hari yang sama. Data tersebut menggambarkan cakupan laporan yang disampaikan lembaga, tanpa merinci jumlah kejadian untuk masing-masing kawasan.
Keterangan mengenai penambahan karhutla itu disampaikan Berton dalam konferensi pers pada Jumat, 23 Oktober 2026. Konferensi pers tersebut diikuti secara daring dari Jakarta. Dengan demikian, informasi tentang 16 wilayah dan sebaran geografisnya merujuk pada pemaparan BNPB dalam agenda resmi pada tanggal tersebut. Penyampaian secara daring memungkinkan keterangan itu diterima dari lokasi konferensi di Jakarta, sementara isi pemaparannya berfokus pada perkembangan kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah. Catatan BNPB tersebut menjadi informasi situasi kebencanaan yang disampaikan kepada publik, termasuk mengenai lokasi sebaran yang telah disebutkan. Tanggal dan forum penyampaian memberi konteks bagi laporan yang dirilis.
Dalam keterangan BNPB mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), lokasi yang dirinci tersebar di empat kawasan. Rincian tersebut mencakup sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sulawesi, serta masing-masing satu lokasi di Maluku Utara dan Sumatra. BNPB menyebut jumlah keseluruhan wilayah terdampak yang dicatat mencapai 16 wilayah.
Untuk Pulau Jawa, daerah yang disebut meliputi Malang, Magetan, Sragen, Jombang, Probolinggo, dan Klaten. Keenam nama tersebut menunjukkan sebaran lokasi yang tercantum dalam keterangan BNPB di kawasan ini. Rincian yang tersedia menyebut daerah-daerah itu secara langsung, tanpa keterangan tambahan mengenai lokasi lain di Pulau Jawa.
Di Sulawesi, BNPB menyebut Minahasa, Sinjai, Sidrap, Palopo, Luwu, dan Parigi Moutong. Daftar ini terdiri atas enam daerah yang dicantumkan dalam laporan. Penyebutan tersebut mencakup nama-nama lokasi yang tersedia dalam bahan keterangan, sehingga tidak perlu ditambahkan daerah lain di kawasan Sulawesi.
Sementara itu, lokasi di Maluku Utara berada di Kepulauan Tidore. Untuk Sumatra, daerah yang disebut adalah Bangka Tengah. Dengan demikian, rincian yang tercantum dalam keterangan mencakup enam lokasi di Pulau Jawa, enam di Sulawesi, satu di Maluku Utara, dan satu di Sumatra.
Jika dijumlahkan, nama lokasi yang dirinci dalam uraian tersebut berjumlah 14. Angka itu berbeda dari jumlah keseluruhan 16 wilayah yang dicatat BNPB. Keduanya perlu dipahami sesuai cakupan informasi: 16 merupakan total wilayah yang disebut dalam pencatatan, sedangkan daftar kawasan di atas hanya memuat lokasi yang disebut secara terperinci dalam bahan yang tersedia. Karena dua lokasi lainnya tidak dirinci di sini, nama maupun letaknya tidak dapat dipastikan dari keterangan tersebut. Menyajikan daftar sesuai rincian yang ada menjaga informasi tetap akurat dan menghindari dugaan mengenai wilayah yang tidak disebutkan. Pembaca dapat membedakan angka total BNPB dan nama lokasi yang secara eksplisit tercantum, tanpa menganggap daftar ringkas ini sebagai rincian lengkap seluruh 16 wilayah.Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan melalui pengerahan personel serta dukungan operasi udara di sejumlah wilayah. Di Sumatra, cakupan lahan yang ditangani mencapai 2.431 hektare. Sumatra Selatan menjadi wilayah terdampak terluas, dengan area mencapai 2.050 hektare. Data tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan koordinasi untuk memadamkan titik api sekaligus membatasi perluasan kebakaran, terutama di daerah yang terdampak paling luas.
BNPB mengerahkan 33.106 personel yang bertugas dalam satuan tugas darat dan udara. Dukungan operasi udara diperkuat dengan 19 armada. Sebanyak 12 armada digunakan untuk operasi water bombing, yakni pemadaman dengan menjatuhkan air dari udara, sementara tujuh armada lainnya mendukung patroli dan operasi modifikasi cuaca. Pembagian fungsi tersebut memungkinkan upaya pemadaman dan pemantauan dilakukan secara bersamaan, sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.
Di Sumatra Selatan, salah satu langkah yang telah dilaksanakan adalah operasi modifikasi cuaca. BNPB mencatat sembilan sorti operasi di wilayah tersebut. Dalam kegiatan itu, petugas menebarkan 5.800 kilogram dry ice dan 1.800 kilogram garam di Palembang dan sekitarnya. Pelaksanaan operasi tersebut menjadi bagian dari dukungan penanganan karhutla, bersama pengerahan personel serta armada untuk pemadaman dan patroli. Upaya ini berlangsung di tengah luasnya area yang perlu ditangani di Sumatra, dengan Sumatra Selatan mencatat cakupan terdampak terbesar.
Penguatan juga dilakukan untuk membantu penanganan di Jawa Timur. BNPB menambahkan satu helikopter water bombing yang didatangkan dari wilayah Kalimantan dan Sumatra. Penambahan armada ini diarahkan untuk mendukung pemadaman di Jawa Timur, sehingga aset udara dapat dimanfaatkan lintas wilayah sesuai kebutuhan. Langkah tersebut melengkapi operasi darat dan udara yang telah berjalan di kawasan lain. Secara keseluruhan, pengerahan personel, patroli, modifikasi cuaca, dan water bombing menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla yang disebut BNPB di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, dengan dukungan disesuaikan terhadap kondisi setiap wilayah.Di Kalimantan, luas lahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdampak dan sedang ditangani tercatat mencapai 18.973 hektare. Angka tersebut mencakup tiga provinsi, dengan luasan berbeda di masing-masing wilayah. Data ini menggambarkan cakupan area yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan karhutla di pulau tersebut.
Kalimantan Tengah mencatat luas terbesar, yakni 16.097 hektare. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, luas lahan terdampak dan ditangani mencapai 1.506 hektare. Di Kalimantan Barat, angkanya tercatat sebesar 1.370 hektare. Jika dijumlahkan, luasan ketiga provinsi tersebut mencapai 18.973 hektare, sesuai dengan total yang dilaporkan untuk wilayah Kalimantan.
Untuk mendukung penanganan di wilayah tersebut, sebanyak 38.772 personel disiagakan. Kesiagaan personel ini tercatat sebagai bagian dari upaya menghadapi karhutla di Kalimantan. Data yang tersedia mencakup jumlah personel yang disiagakan serta luas lahan di tiga provinsi, tanpa rincian tambahan mengenai pembagian personel per provinsi maupun bentuk tugas setiap personel.
Catatan karhutla di Kalimantan berada dalam konteks kejadian bencana nasional yang juga dihimpun BNPB. Pada periode 1 Januari hingga 23 Oktober 2026, BNPB mencatat 2.204 kejadian bencana di Indonesia. Dalam periode yang sama, mayoritas kejadian merupakan bencana hidrometeorologi. Jumlah tersebut memberikan gambaran umum mengenai kejadian bencana yang tercatat secara nasional selama lebih dari sembilan bulan pada 2026, sedangkan angka luas lahan dan personel di atas merujuk secara khusus pada penanganan karhutla di tiga provinsi Kalimantan.
Baca juga: Pemadaman dan Pembasahan Lahan Gambut Diperkuat, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Berjibaku di Tengah Asap Tekan Dampak Karhutla di Kalsel | Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Berikan Sosialisasi Kepada Warga Dalam Upaya Pencegahan Karhutla | Penanganan Karhutla Sektor Selatan Kalbar Diperkuat, TNI Alihkan Perkuatan Pasukan






