Kabupaten Langkat | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir melanda sejumlah kabupaten dan kota di Aceh serta Sumatera Utara. Peristiwa tersebut berdampak pada ribuan warga di dua provinsi itu. Informasi yang disampaikan BNPB menjadi dasar untuk menggambarkan cakupan dampak, dengan data wilayah terdampak di Sumatera Utara merujuk pada laporan tertanggal 28 dan 29 Oktober 2026.
Perbedaan tanggal laporan perlu diperhatikan ketika membaca keterangan mengenai wilayah dan jumlah warga terdampak. Data untuk Sumatera Utara tidak hanya merujuk pada satu tanggal, melainkan dihimpun dari laporan pada 28 dan 29 Oktober 2026. Karena itu, angka atau keterangan yang dikaitkan dengan tanggal tertentu sebaiknya dibaca sesuai rujukan laporan masing-masing, tanpa menganggapnya sebagai pembaruan pada tanggal lain.
Berton SP Panjaitan menyebut dampak banjir terhadap 691 kepala keluarga di Kabupaten Langkat. Keterangan tersebut merujuk pada laporan tanggal 28 Oktober 2026. Dengan demikian, angka 691 kepala keluarga itu merupakan informasi dalam laporan pada tanggal tersebut. Penyebutan Kabupaten Langkat dan jumlah keluarga terdampak memberikan gambaran mengenai salah satu wilayah yang masuk dalam laporan BNPB di Sumatera Utara.
Laporan mengenai Aceh dan Sumatera Utara menunjukkan bahwa dampak banjir tersebar di beberapa kabupaten dan kota, sementara jumlah warga terdampak mencapai ribuan. Namun, keterangan yang tersedia dalam laporan yang dirujuk di sini tidak merinci nama seluruh wilayah, angka untuk setiap daerah, ataupun rincian tambahan lain. Oleh sebab itu, paparan ini terbatas pada informasi yang disebutkan BNPB dan Berton SP Panjaitan, serta tanggal laporan yang menjadi acuannya.
Dalam membaca perkembangan tersebut, tanggal pencatatan menjadi unsur penting agar informasi tidak tercampur. Data 28 Oktober mengenai 691 kepala keluarga di Langkat tetap dibedakan dari rujukan wilayah Sumatera Utara yang juga mencakup laporan 29 Oktober. Penegasan sumber dan tanggal membantu pembaca memahami bahwa keterangan yang disampaikan merupakan catatan berdasarkan laporan terkait, bukan klaim mengenai perubahan kondisi setelah waktu pelaporan.
Di Kabupaten Mandailing Natal, banjir melanda Desa Binanga di Kecamatan Huta Bargot dan Desa Rumbio di Kecamatan Panyabungan Utara. Genangan terjadi setelah hujan deras pada 28 Oktober menyebabkan Sungai Simalagi meluap. Air yang keluar dari alur sungai memasuki kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas warga di kedua desa tersebut.
Peristiwa itu mengakibatkan 32 rumah terendam serta berdampak pada satu fasilitas ibadah. Selain memasuki bangunan, banjir juga menghambat akses jalan. Pada saat genangan berlangsung, ruas jalan di lokasi terdampak sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini membatasi pergerakan warga dan kendaraan, sehingga akses menuju sejumlah bagian kawasan terdampak terganggu.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Asahan, tepatnya di Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji. Rumah-rumah di dua desa tersebut mulai terendam sejak 27 Oktober. Ketinggian air dilaporkan berkisar 30 hingga 80 sentimeter, dengan kedalaman yang berbeda di setiap lokasi. Genangan tersebut berdampak pada warga yang tinggal di sekitar kawasan banjir.
Jumlah warga terdampak di kedua desa di Kecamatan Setia Janji tercatat mencapai 3.610 jiwa. Rinciannya, sebanyak 2.910 jiwa berada di Desa Sei Silau Tua, sementara 700 jiwa lainnya berada di Desa Bangun Sari. Angka tersebut menggambarkan besarnya cakupan dampak banjir di wilayah itu, meskipun jumlah warga terdampak di masing-masing desa berbeda.
Rangkaian kejadian di Mandailing Natal dan Asahan menunjukkan bahwa banjir berdampak pada permukiman, fasilitas ibadah, serta akses jalan. Di Mandailing Natal, pemicu yang dilaporkan adalah luapan Sungai Simalagi setelah hujan deras, sedangkan di Asahan genangan mulai memasuki rumah sejak 27 Oktober. Informasi mengenai jumlah rumah, ketinggian air, serta warga terdampak memberikan gambaran tentang skala kejadian di masing-masing kabupaten.
Laporan BNPB per 28 Oktober menyebut Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sebagai salah satu wilayah yang terdampak banjir. Bencana tersebut berdampak terhadap 691 kepala keluarga, sehingga kebutuhan dan kondisi warga di kawasan terdampak menjadi perhatian dalam penanganan kejadian. Angka itu menunjukkan bahwa banjir tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap banyak keluarga. Di Kota Medan, genangan turut merendam permukiman warga, termasuk kawasan Kampung Aur. Dampak di Langkat dan Medan menggambarkan meluasnya kejadian banjir di Sumatera Utara, dengan permukiman sebagai salah satu area yang terdampak. Informasi mengenai jumlah keluarga terdampak dan lokasi genangan menjadi bagian penting untuk memahami skala kejadian pada tanggal laporan tersebut.
Di Provinsi Aceh, banjir melanda Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Hujan lebat yang terjadi pada 28 Oktober memicu luapan Sungai Lae Soraya dan Kruen Trumon Raya. Luapan kedua sungai itu kemudian menggenangi kawasan permukiman di gampong tersebut. Rangkaian kejadian ini memperlihatkan hubungan hujan berintensitas tinggi dan naiknya aliran sungai yang berdampak pada wilayah sekitarnya. Kedua gampong berada dalam kecamatan yang sama, sehingga laporan tersebut mencatat dampak banjir di lebih dari satu lokasi di Trumon Tengah. Peristiwa di Aceh Selatan menambah daftar wilayah yang terdampak, di tengah kejadian banjir yang juga dilaporkan di Sumatera Utara.
Kejadian banjir juga tercatat di Kota Subulussalam, Aceh. Dampaknya menjangkau 1.985 kepala keluarga, sementara 177 rumah dilaporkan terendam. Besarnya jumlah keluarga terdampak menunjukkan luasnya dampak terhadap warga, sedangkan data rumah terendam memberi gambaran langsung mengenai kerusakan atau gangguan yang dialami permukiman. Angka-angka tersebut melengkapi laporan dari Langkat, Medan, dan Aceh Selatan, sekaligus menunjukkan bahwa banjir terjadi di sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera Utara. Setiap lokasi memiliki kondisi dan jumlah dampak yang berbeda, tetapi keseluruhan laporan menegaskan bahwa banyak warga menghadapi genangan di lingkungan tempat tinggal mereka. Data pada 28 Oktober menjadi gambaran situasi banjir yang dilaporkan di berbagai wilayah tersebut.
BNPB mengimbau masyarakat untuk mencermati perkembangan bibit siklon tropis 91B yang terbentuk pada 29 Oktober pukul 01.00 WIB di Laut Andaman, sebelah utara Aceh. Kemunculan sistem cuaca tersebut menjadi informasi penting bagi warga di wilayah yang berpotensi terdampak, terutama saat kondisi cuaca dapat berubah. Masyarakat diminta mengikuti pembaruan resmi dari BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemerintah daerah agar memperoleh keterangan terbaru mengenai arah dan dampak potensialnya. Informasi ini merupakan peringatan terhadap kemungkinan cuaca dan gelombang, bukan penjelasan penyebab banjir yang telah dilaporkan di Aceh dan Sumatera Utara.
Potensi dampak yang disebutkan mencakup hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatera Utara. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena hujan dapat memengaruhi kegiatan warga, perjalanan, serta keadaan lingkungan setempat. Warga di daerah rawan dapat memperhatikan perkembangan cuaca, menjaga komunikasi dengan aparat setempat, dan menyiapkan langkah antisipasi sesuai arahan petugas. Jika terjadi perubahan kondisi di sekitar tempat tinggal, utamakan keselamatan dan ikuti instruksi evakuasi atau imbauan lain dari pihak berwenang. BNPB menekankan kewaspadaan terhadap potensi ancaman, sementara informasi mengenai tingkat dampak di tiap lokasi perlu merujuk pada laporan resmi yang terus diperbarui.
Selain hujan, bibit siklon 91B juga berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di bagian utara Selat Malaka.
Baca juga: Dalam Waktu Sepekan, Kodim Bojonegoro Salurkan 800 Ribu Liter Air Bersih ke Warga di 34 Desa Terdampak Kekeringan | Ringankan Beban Warga Terdampak Kemarau, Kodim Bojonegoro Kembali Pasok 64.000 Liter Air Bersih ke 4 Kecamatan | Satgas Karhutla TNI Kawal Penyaluran Bantuan Korporasi untuk Desa Terdampak di Melawi






