Jakarta | Cristiano Ronaldo mengumumkan bahwa ia akan mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional Portugal setelah membela negaranya selama 23 tahun. Perjalanan panjang itu dimulai pada 2003, ketika ia pertama kali mengenakan seragam Portugal. Pengumuman perpisahan tersebut diberitakan pada Jumat, 6 November 2026, setelah Ronaldo menyampaikan keputusannya melalui sebuah video yang diunggah ke akun Instagram. Dalam pesan itu, ia berbicara langsung kepada para pendukung dan mengenang arti besar tim nasional dalam perjalanan karier serta kehidupannya.
Ronaldo mengakui bahwa keputusan untuk pergi bukanlah hal yang mudah. Selama lebih dari dua dekade, Portugal telah menjadi bagian penting dalam hidupnya, dan membela negara memberinya pengalaman serta kenangan yang tidak tergantikan. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk tampil di panggung internasional dan mewakili jutaan orang. Meski masa tugasnya bersama tim nasional akan berakhir, Ronaldo menegaskan bahwa hubungan emosionalnya dengan Portugal tetap kuat. Perpisahan ini menandai penutup dari sebuah babak yang berlangsung selama 23 tahun, sekaligus membuka ruang bagi generasi pemain berikutnya untuk mengambil peran lebih besar.
Salah satu bagian penting dalam pesannya adalah soal seragam bernomor tujuh yang selama ini lekat dengan namanya. Ronaldo mengatakan bahwa sudah waktunya mengembalikan seragam tersebut kepada generasi berikutnya. Menurutnya, nomor tujuh bukan semata-mata miliknya, meskipun selama 23 tahun ia mendapat kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk mengenakannya. Ia membela lambang Portugal dan membawa seragam itu ke stadion-stadion di seluruh dunia, di hadapan pendukung yang menyaksikan perjalanan tim nasional. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa nomor ikonik itu memiliki makna yang melampaui seorang pemain: ia menjadi simbol kebanggaan bersama yang dapat diwariskan. Dengan menyampaikan keputusan melalui video, Ronaldo menutup pengabdiannya secara pribadi dan menyampaikan rasa hormat kepada tim yang telah menemaninya selama bertahun-tahun. Pengumuman ini pun menjadi momen penting bagi sepak bola Portugal, karena salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah negara itu bersiap memberi ruang bagi penerusnya.
Catatan Cristiano Ronaldo bersama tim nasional Portugal menempatkannya di pemain paling produktif dalam sejarah sepak bola internasional putra. Ia mengoleksi 146 gol dari 234 penampilan, dan kedua angka tersebut disebut sebagai rekor dunia untuk kategori sepak bola internasional putra. Jumlah gol itu mencerminkan konsistensinya selama lebih dari dua dekade, ketika ia menjadi salah satu tumpuan utama Portugal di berbagai kompetisi dan kualifikasi. Rekor penampilan juga menggambarkan panjangnya kiprah Ronaldo bersama tim nasional, dari debutnya pada usia muda hingga tetap menjadi bagian penting skuad pada fase karier yang lebih matang.
Di Piala Eropa, Ronaldo tampil dalam enam edisi, sebuah rentang yang memperlihatkan keberlanjutan perannya di panggung utama Eropa. Puncak pencapaian Portugal di turnamen tersebut datang pada 2016, ketika tim itu menjadi juara. Ronaldo berkontribusi sepanjang perjalanan menuju gelar, meskipun ia harus meninggalkan lapangan lebih awal pada final akibat cedera. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi sepak bola Portugal, yang sebelumnya belum pernah menjuarai Piala Eropa. Di tingkat kontinental, ia juga ikut mengantar Portugal meraih gelar UEFA Nations League pada 2019 dan 2025. Dua kemenangan itu menambah koleksi trofi tim nasional dan menunjukkan bahwa Portugal mampu mencapai keberhasilan dalam format kompetisi yang berbeda.
Meski memiliki banyak capaian bersama Portugal, Piala Dunia tetap menjadi trofi besar yang belum pernah diangkat Ronaldo. Ia telah tampil di beberapa edisi turnamen tersebut, tetapi hasil terbaiknya bersama tim nasional adalah mencapai peringkat keempat pada 2006. Portugal saat itu melaju hingga semifinal sebelum kalah, lalu menutup kompetisi di posisi keempat. Perjalanan itu memperlihatkan kemampuan tim untuk bersaing di level tertinggi, tetapi juga menegaskan bahwa gelar juara dunia belum menjadi bagian dari pencapaian Ronaldo. Dengan demikian, warisannya di tim nasional terbentuk dari rekor gol dan penampilan, gelar Piala Eropa, serta keberhasilan di Nations League, sementara Piala Dunia menjadi satu target yang tidak tercapai. Keseluruhan catatan tersebut membantu menjelaskan besarnya pengaruh Ronaldo dalam perjalanan Portugal selama 23 tahun, baik melalui kontribusi individu maupun keberhasilan kolektif di turnamen internasional.
Pengumuman Cristiano Ronaldo untuk mengakhiri perjalanan bersama tim nasional Portugal muncul setelah hubungannya dengan pelatih Jorge Jesus dikabarkan memburuk. Perselisihan tersebut menjadi perhatian publik pada September 2026, ketika Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan tim nasional. Menurut laporan, ia mengambil keputusan itu setelah mengetahui bahwa dirinya tidak akan diturunkan sebagai starter dalam pertandingan Nations League melawan Denmark. Peristiwa tersebut memperbesar sorotan terhadap hubungan kapten Portugal itu dan pelatihnya, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai suasana di dalam skuad menjelang laga penting.
Ketegangan disebut telah berkembang sebelum insiden tersebut. Ronaldo dikabarkan kecewa karena hanya menjadi pemain cadangan saat Portugal menghadapi Norwegia. Ia juga sempat menuduh Jesus dua kali mengingkari janji, meskipun rincian mengenai janji yang dimaksud tidak dijelaskan secara terbuka. Laporan-laporan itu menggambarkan adanya perbedaan harapan pemain dan pelatih mengenai peran Ronaldo di lapangan. Namun, informasi mengenai hubungan mereka tetap bersumber dari pemberitaan dan tidak seluruhnya dikonfirmasi langsung oleh kedua pihak. Situasi tersebut kemudian dikaitkan dengan keputusan Ronaldo meninggalkan kamp latihan serta membayangi masa-masa terakhirnya bersama tim nasional.
Federasi Sepak Bola Portugal menjatuhkan sanksi menyusul insiden itu, berupa denda sebesar 215 pound sterling dan skorsing selama 30 hari. Skorsing tersebut tidak mencakup pertandingan tim nasional, sehingga tidak menghalangi Ronaldo untuk tampil dalam laga Portugal. Meski kabar perselisihan dengan Jesus ramai dibicarakan, Ronaldo tidak membahasnya secara langsung dalam video perpisahannya. Ia memilih menyampaikan pesan tentang perjalanan dan pengalamannya membela Portugal, tanpa menguraikan konflik dengan pelatih ataupun menjelaskan secara terbuka alasan di balik ketegangan tersebut. Karena itu, hubungan keduanya tetap menjadi latar yang disorot dalam pemberitaan mengenai pengumuman pensiun, tetapi bukan pokok yang dijelaskan Ronaldo dalam pesan perpisahannya. Perbedaan laporan media dan pernyataan langsung ini penting dicatat saat menilai bagaimana perselisihan tersebut berkembang serta kaitannya dengan keputusannya menutup karier internasional setelah 23 tahun.Dalam pesan perpisahannya, Cristiano Ronaldo menggambarkan perjalanan bersama tim nasional Portugal sebagai pengalaman panjang yang tidak selalu berjalan sempurna. Selama 23 tahun, ia merasakan beragam sisi sepak bola: kemenangan yang menghadirkan kebahagiaan besar, kekalahan yang tetap terasa menyakitkan, serta kesalahan dan penderitaan yang menjadi bagian dari proses. Ia tidak menutupi bahwa kariernya bersama Portugal memiliki masa-masa sulit. Namun, seluruh pengalaman itu membentuk kisah yang sangat berarti baginya, baik sebagai pemain maupun sebagai seseorang yang tumbuh dengan mengenakan seragam negaranya.
Ronaldo mengenang pencapaian dan momen berharga yang pernah diraih bersama Portugal, tetapi refleksinya juga mencakup hasil yang tidak sesuai harapan. Dalam perjalanan sepanjang itu, setiap pertandingan membawa pelajaran dan meninggalkan kenangan tersendiri. Ada kemenangan yang tidak akan terlupakan, sementara beberapa kekalahan masih membekas hingga kini. Ia juga mengakui adanya kesalahan dan penderitaan, tanpa menjadikan perjalanan tersebut seolah-olah selalu mudah atau sempurna. Sikap itu memperlihatkan bahwa baginya, membela tim nasional bukan hanya soal trofi, melainkan pengalaman emosional yang mencakup tantangan, pengorbanan, dan kebanggaan.
Di seluruh pencapaian tersebut, Ronaldo menyebut kehormatan mewakili Portugal sebagai kemenangan terbesarnya.
Baca juga: HUT Ke-81 TNI Tahun 2026, Kodim 1714/Puncak Jaya Berbagi Kasih Bersama Masyarakat Kampung Kulok Enggame | Pesan Prabowo pada HUT ke-81 TNI: Prajurit Harus Selalu Bersama Rakyat | Panduan Menyeberang dari Batam ke Tanjung Balai Karimun: Kapal, Tarif, dan Durasi Perjalanan
76 kunjungan

