Jakarta | Layanan Internet Rakyat yang dikelola PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) mencatat 900.000 pelanggan hingga September 2026. Angka tersebut menunjukkan layanan ini belum menembus satu juta pelanggan, meskipun masa pra-pendaftaran telah dibuka hampir setahun sebelumnya. Capaian itu disampaikan Shannedy Ong, President Director Surge, dalam keterangan tertulis pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Shannedy menilai perkembangan jumlah pelanggan tersebut positif. Menurutnya, angka itu mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet berkualitas dengan harga terjangkau. Pernyataan ini menempatkan pertumbuhan pelanggan sebagai salah satu petunjuk mengenai respons masyarakat terhadap layanan yang ditawarkan, sekaligus menyoroti pentingnya konektivitas yang dapat diakses dengan biaya yang sesuai kemampuan pengguna.
Jumlah pelanggan perlu dibedakan dari jumlah rumah tangga yang terjangkau jaringan Internet Rakyat. Kedua angka tersebut mengukur hal yang berlainan: pelanggan merujuk pada pengguna yang telah berlangganan, sedangkan jangkauan menunjukkan rumah tangga atau wilayah yang dapat dilayani oleh infrastruktur jaringan. Karena itu, angka 900.000 tidak dapat dibaca sebagai ukuran langsung dari total rumah tangga yang sudah terjangkau layanan.
Capaian hingga September ini memberikan gambaran mengenai penggunaan layanan pada periode tersebut, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan luas jangkauan infrastruktur maupun jumlah calon pelanggan yang tersedia. Demikian pula, pembukaan pra-pendaftaran hampir setahun sebelumnya tidak berarti seluruh pendaftar telah menjadi pelanggan aktif. Informasi yang disampaikan Surge menyebut jumlah pelanggan, sementara keterangan terpisah diperlukan untuk menilai perkembangan cakupan jaringan dan konversi pendaftar.
Dengan demikian, kabar utama dari pengumuman perusahaan adalah terkumpulnya 900.000 pelanggan dalam data sampai September 2026, belum mencapai satu juta. Surge memandang perkembangan tersebut sebagai sinyal positif atas kebutuhan terhadap internet berkualitas dengan harga terjangkau. Untuk memahami skala layanan secara utuh, angka pelanggan ini sebaiknya dibaca secara terpisah dari data jangkauan rumah tangga, karena keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda mengenai pertumbuhan Internet Rakyat.
Surge membuka pra-pendaftaran Internet Rakyat pada November 2025, sebagai langkah awal memperkenalkan layanan internet rumah berbasis teknologi 5G fixed wireless access (FWA). Teknologi ini menghubungkan pelanggan melalui jaringan nirkabel, sehingga layanan dapat menjangkau rumah tanpa mengandalkan sambungan kabel hingga ke setiap lokasi. Internet Rakyat dirancang sebagai pilihan akses internet dengan biaya bulanan yang relatif terjangkau dan kapasitas penggunaan yang memadai untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Dalam penawaran yang diumumkan, pelanggan dikenai tarif flat sekitar Rp100.000 per bulan. Paket tersebut disebut menyediakan kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan kuota data tanpa batas. Surge juga menyertakan pemasangan gratis, sehingga calon pelanggan tidak perlu menanggung biaya instalasi awal yang dapat menambah pengeluaran ketika berlangganan layanan internet rumah. Besaran tarif tetap membantu rumah tangga memperkirakan biaya rutin, sementara kecepatan dan kuota yang ditawarkan ditujukan untuk mendukung aktivitas daring.
Jaringan Internet Rakyat menggunakan spektrum frekuensi 1,4 GHz untuk menghadirkan konektivitas 5G FWA. Pemanfaatan frekuensi tersebut menjadi bagian dari pendekatan Surge dalam memperluas akses broadband melalui teknologi nirkabel. Ketersediaan layanan di suatu wilayah tetap bergantung pada cakupan jaringan dan kesiapan operasional setempat; karena itu, pra-pendaftaran menjadi tahap bagi calon pengguna untuk menunjukkan minat sekaligus mengikuti informasi mengenai perluasan layanan.
Peluncuran pra-pendaftaran ini menyusul kerja sama komersial berskala penuh Surge dan Orex Sai Inc., yang diteken pada 12 November 2025. Kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan layanan 5G FWA berbasis Open RAN, yang disebut sebagai penerapan pertama di dunia. Open RAN memungkinkan penggunaan arsitektur jaringan radio terbuka, sementara kemitraan kedua perusahaan menjadi landasan pengembangan dan penyediaan layanan. Dengan demikian, penawaran tarif, kapasitas, serta pemasangan gratis hadir bersama upaya memperluas jaringan dan menerapkan pendekatan teknologi tersebut.Di tengah jumlah pelanggan Internet Rakyat yang masih sekitar 900 ribu, Surge terus memperluas infrastruktur untuk memperbesar jangkauan layanan. Data hingga September 2026 menunjukkan jaringan yang dioperasikan anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, telah memiliki lebih dari 3.100 site terintegrasi dan beroperasi. Infrastruktur tersebut didukung lebih dari 9.000 unit radio yang telah terpasang dan beroperasi. Angka-angka ini menggambarkan kapasitas jaringan yang telah dibangun, bukan jumlah pelanggan aktif yang telah berlangganan layanan.
Jaringan itu disebut menjangkau sekitar 3,1 juta rumah tangga di 94 kota dan kabupaten. Cakupan rumah tangga merujuk pada area yang secara teknis dapat dilayani oleh jaringan, sehingga tidak berarti seluruh rumah tangga di dalamnya telah menjadi pelanggan Internet Rakyat. Perbedaan ini penting untuk memahami skala bisnis Surge: jangkauan infrastruktur menjadi dasar untuk menawarkan layanan ke pasar yang lebih luas, sedangkan pelanggan aktual merupakan rumah tangga yang sudah mendaftar dan menggunakan layanan. Karena itu, angka cakupan dan jumlah pelanggan tidak dapat disamakan atau dibaca sebagai ukuran yang identik.
Dari 94 kota dan kabupaten yang masuk dalam jangkauan, 51 wilayah berada di Pulau Jawa. Persebaran tersebut menunjukkan bahwa pengembangan jaringan mencakup berbagai daerah, dengan porsi besar berada di pulau yang memiliki kepadatan penduduk dan kebutuhan konektivitas tinggi. Namun, luas jangkauan belum dengan sendirinya memastikan seluruh calon pengguna dapat langsung memperoleh layanan; ketersediaan di tingkat lingkungan, kapasitas jaringan, serta proses aktivasi tetap berpengaruh. Dengan lebih dari 3.100 site dan sekitar 3,1 juta rumah tangga dalam cakupan, Surge memiliki basis infrastruktur untuk mengupayakan pertumbuhan berikutnya. Perkembangan pelanggan selanjutnya akan memperlihatkan sejauh mana jangkauan itu beralih menjadi penggunaan nyata.
Di luar layanan fixed wireless access (FWA) Internet Rakyat, Surge juga mengembangkan bisnis jaringan fiber optik, termasuk layanan fiber to the home (FTTH). Infrastruktur yang dibangun perusahaan disebut telah menjangkau 3,2 juta home passed dan 2 juta home connect. Kedua istilah tersebut menggambarkan tahap berbeda dalam perluasan jaringan: home passed merujuk pada rumah yang telah berada dalam jangkauan jaringan, sementara home connect menunjukkan rumah yang telah tersambung. Karena itu, angka tersebut tidak serta-merta dapat dibaca sebagai jumlah pelanggan aktif atau dibandingkan langsung dengan angka pelanggan milik operator lain.
Perbedaan definisi metrik penting untuk diperhatikan ketika menilai posisi Surge di pasar internet tetap. Telkomsel melalui IndiHome tercatat melayani sekitar 9,5 juta pelanggan fixed broadband hingga akhir Juni 2026. Jumlah itu turun dibandingkan 10,1 juta pelanggan pada semester pertama tahun sebelumnya. Angka IndiHome merupakan jumlah pelanggan, sehingga konteksnya berbeda dari home passed maupun home connect yang dilaporkan Surge. Perbandingan yang cermat perlu mempertimbangkan cakupan jaringan, pelanggan yang benar-benar berlangganan, serta periode pelaporan agar tidak menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan.
Gambaran lain datang dari PT Ekamas Mora Republik Tbk, induk MyRepublic. Perusahaan tersebut mencatat homepass gabungan lebih dari 12,7 juta, pelanggan ritel gabungan lebih dari 2,6 juta, serta pelanggan enterprise lebih dari 17 ribu. Homepass juga bukan ukuran yang sama dengan pelanggan ritel maupun enterprise; masing-masing menunjukkan jangkauan jaringan dan basis pelanggan pada segmen berbeda. Data ini menunjukkan bahwa persaingan fixed broadband melibatkan pelaku dengan skala serta model pelaporan yang beragam. Di sisi FWA, pengembangan layanan Internet Rakyat di Indonesia telah mencakup lebih dari 200 on-air site yang tersebar di 90 kota atau kabupaten.
Baca juga: TNI AD Hadir Dekat Rakyat, Kodim Bojonegoro Pasok 200 Ribu Liter Air Bersih ke Desa Kekeringan | Putusan MK 2026 Ubah Aturan Kuota Internet: Konsumen Berhak Mendapat Perlindungan atas Sisa Kuota | Tarif Resmi Rp100 Ribu, Jasa Calo SIM di Tulungagung Disebut Rp800 Ribu






