Kabupaten Tangerang | Seorang pria berinisial FS, berusia 30 tahun, dilaporkan mengalami pemukulan saat bermain padel di sebuah lapangan di kawasan Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 15 September. Berdasarkan keterangan yang disampaikan istrinya, Paula, FS dipukul oleh lawan mainnya menggunakan raket padel ketika pertandingan berlangsung. Insiden itu kemudian menjadi perhatian setelah korban mengalami memar, sementara kejadian tersebut dilaporkan dan diselidiki oleh pihak kepolisian.
Paula menjelaskan bahwa FS dan pria yang diduga melakukan pemukulan tidak saling mengenal sebelum pertandingan. Keduanya dapat bermain bersama setelah dipertemukan melalui sebuah aplikasi komunitas olahraga sosial. Aplikasi tersebut digunakan untuk menghubungkan orang-orang yang ingin mengikuti kegiatan olahraga, termasuk mencari rekan bermain padel. Dengan demikian, pertemuan mereka di lapangan bermula dari kegiatan olahraga yang diatur melalui layanan komunitas tersebut, bukan dari hubungan pertemanan yang telah terjalin sebelumnya.
Keterangan mengenai identitas dan hubungan kedua pemain itu sejauh ini berasal dari penuturan Paula. Dugaan pemukulan dengan raket menjadi bagian dari peristiwa yang perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk kronologi saat pertandingan dan keadaan yang mendahului insiden. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa korban mengalami memar, tetapi penyebab dan kondisi lengkapnya perlu merujuk pada pemeriksaan serta keterangan resmi. Penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengklarifikasi kejadian di lapangan Kadu tersebut, menghimpun keterangan pihak-pihak yang terlibat, dan memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh. Sampai proses itu berlangsung, keterangan tentang tindakan yang diduga dilakukan lawan main FS tetap merupakan dugaan, bukan kesimpulan hukum. Kasus ini bermula dalam pertandingan padel yang mempertemukan dua orang yang belum saling mengenal, lalu berujung pada laporan insiden kekerasan. Peristiwa pada malam 15 September itu menjadi dasar bagi penelusuran lebih lanjut oleh aparat.Rekaman kamera pengawas yang kemudian beredar di media sosial memperlihatkan rangkaian kejadian di lapangan padel Curug. Pertandingan saat itu berlangsung dalam format ganda, dengan beberapa pemain berada di area permainan. Dalam salah satu momen, bola hasil pukulan FS melaju dan mengenai lawannya. Situasi yang semula tampak sebagai insiden di tengah pertandingan kemudian berubah menjadi ketegangan kedua pemain.
Dalam rekaman tersebut, FS terlihat mengangkat tangan dan memberi gestur yang menunjukkan permintaan maaf setelah bola mengenai lawannya. Namun, lawan itu kemudian mendekat. Ia mengayunkan raket ke arah FS hingga raket mengenai wajahnya. Gerakan tersebut terekam kamera pengawas dan menjadi bagian utama dari video yang beredar. Rekaman itu memperlihatkan kejadian berlangsung di dalam area lapangan, di hadapan pemain lain dan sejumlah penonton yang menyaksikan pertandingan.
Setelah pukulan terjadi, beberapa pemain dan penonton segera berusaha memisahkan keduanya. FS kemudian dibawa menjauh dari lokasi untuk menghindari kontak lanjutan. Meski demikian, terduga pemukul sempat terlihat berusaha mendekat kembali sebelum orang-orang di sekitarnya menahan dan menghalanginya. Rekaman tersebut menunjukkan upaya sejumlah orang untuk meredakan keadaan, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh latar belakang perselisihan sebelum insiden.
Paula, istri FS, menyampaikan bahwa suaminya mengalami benjol dan memar di pangkal rahang, dekat telinga kiri, setelah terkena ayunan raket. Keterangan mengenai kondisi itu menjadi bagian dari laporan pihak korban setelah peristiwa tersebut. Pihak korban juga menjalani visum untuk mendokumentasikan luka yang dialami. Selain itu, mereka membuat laporan di Polsek Curug. Langkah tersebut ditempuh agar kejadian dapat ditangani melalui proses resmi dan kondisi korban tercatat secara medis. Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan urutan kejadian di lapangan, sementara pemeriksaan dan keterangan para pihak menjadi bagian dari penanganan perkara oleh kepolisian.Paula menyatakan bahwa keluarga mengetahui rekaman pemukulan di lapangan padel Curug telah tersebar dan menjadi perhatian publik. Setelah video itu viral, terduga pelaku disebut sempat menghubungi suaminya. Menurut keterangan Paula, dalam komunikasi tersebut terduga pelaku mengajak suaminya untuk bertemu dan minum kopi. Informasi itu disampaikan Paula sebagai bagian dari penjelasannya mengenai perkembangan setelah rekaman beredar. Ia tidak menguraikan lebih jauh isi komunikasi tersebut. Pernyataan itu juga tidak mengubah sikap keluarga terhadap penanganan perkara. Bagi keluarga, kejadian yang terekam dan kondisi korban tetap perlu ditangani melalui jalur yang sesuai, dengan proses yang berjalan berdasarkan hukum.
Paula menegaskan, pihaknya ingin perkara tersebut diproses secara hukum. Keluarga memilih agar dugaan pemukulan ditangani melalui mekanisme yang berlaku, bukan diselesaikan hanya dengan pertemuan informal. Ajakan untuk bertemu dan minum kopi, sebagaimana disampaikan Paula, tidak disebut sebagai pengganti proses hukum yang diinginkan keluarga. Ia tidak menyampaikan adanya kesepakatan untuk bertemu ataupun hasil dari komunikasi tersebut. Karena itu, keterangan mengenai ajakan itu perlu dipahami sebatas informasi yang telah disampaikan Paula, tanpa menambahkan dugaan tentang maksud atau motif pihak yang menghubungi suaminya. Sikap keluarga yang disampaikan tetap berfokus pada proses hukum atas kejadian tersebut.
Rekaman yang viral membuat peristiwa ini mendapat perhatian, sementara keluarga menyatakan ingin perkara berjalan melalui penanganan hukum. Paula menyampaikan bahwa terduga pelaku menghubungi suaminya setelah video tersebar dan mengajaknya minum kopi, tetapi keluarga tetap memilih proses hukum. Keterangan tersebut menjadi penjelasan mengenai sikap keluarga setelah video beredar, bukan pernyataan mengenai hasil penyelidikan atau keputusan aparat. Penanganan perkara selanjutnya berada pada pihak berwenang sesuai prosedur. Hingga ada keterangan resmi lebih lanjut, informasi mengenai komunikasi itu sebaiknya tetap merujuk pada pernyataan Paula. Sikap keluarga yang disampaikannya menunjukkan pilihan untuk menempuh jalur hukum dalam merespons dugaan pemukulan di lapangan padel Curug.
Kasi Humas Polres Metro Tangerang Selatan, Iptu Wahyuni, menyampaikan pada Jumat, 30 Oktober 2026, bahwa penanganan perkara dugaan pemukulan di lapangan padel Curug dilakukan oleh Polsek Curug. Hingga keterangan tersebut disampaikan, perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Polisi belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan ataupun keputusan hukum terkait pihak-pihak yang terlibat.
Dalam proses yang sedang berjalan, penyidik mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam menelusuri peristiwa dan memastikan keterangan yang relevan dengan laporan. Pengumpulan bukti serta pemeriksaan saksi merupakan bagian dari penyelidikan, dan prosesnya masih berlangsung menurut keterangan kepolisian.
Polisi juga berupaya memanggil terlapor berinisial RA untuk dimintai keterangan. Keterangan dari terlapor diharapkan dapat melengkapi informasi yang telah dihimpun penyidik, bersama bukti dan keterangan saksi. Namun, dalam pernyataan yang disampaikan, Iptu Wahyuni tidak menyebutkan bahwa RA telah memenuhi panggilan atau telah diperiksa. Karena itu, belum ada dasar untuk menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap terlapor sudah dilakukan.
Perkembangan perkara ini masih bergantung pada langkah penyelidikan yang dilakukan Polsek Curug, termasuk pengumpulan alat bukti, permintaan keterangan saksi-saksi, dan upaya meminta keterangan RA. Kepolisian belum mengumumkan kesimpulan mengenai rangkaian kejadian maupun penetapan hukum terhadap pihak mana pun. Status penyelidikan tersebut perlu dibedakan dari keputusan yang telah berkekuatan atau kesimpulan mengenai tanggung jawab seseorang. Informasi yang tersedia saat ini terbatas pada tahapan penanganan yang dijelaskan oleh pihak kepolisian, sehingga perkembangan berikutnya menunggu proses penyelidikan dan keterangan resmi lebih lanjut.
Baca juga: Babinsa Kerta Buana Kompak Bersama Warga Lakukan Gotong Royong Pembersihan Lapangan






