Sebelas Operator Judi Online Diamankan dari Rumah Dinas di Cijantung

Sebelas Operator Judi Online Diamankan dari Rumah Dinas di Cijantung

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Sebanyak 11 orang yang disebut sebagai operator situs judi online diamankan dari salah satu rumah dinas di kompleks perumahan Angkatan Darat (KPAD), Cijantung, Jakarta Timur. Penangkapan tersebut menjadi perhatian karena lokasi pengamanan berada di lingkungan rumah dinas yang berada dalam kompleks KPAD. Seluruh orang yang diamankan dalam peristiwa ini diketahui merupakan warga sipil.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono membenarkan adanya penangkapan tersebut. Keterangan itu menegaskan bahwa aparat telah mengamankan 11 orang dari rumah dinas di kompleks KPAD Cijantung, sebagaimana informasi yang beredar terkait aktivitas situs judi online. Mereka disebut memiliki keterkaitan dengan pengoperasian situs tersebut.

Peristiwa ini berlangsung di wilayah Cijantung, Jakarta Timur, dengan jumlah orang yang diamankan mencapai 11 orang. Status mereka sebagai warga sipil juga telah ditegaskan dalam keterangan mengenai penangkapan itu. Dengan demikian, inti peristiwa tersebut adalah pengamanan sejumlah warga sipil yang disebut sebagai operator judi online dari salah satu rumah dinas di dalam kompleks KPAD Cijantung.

Pengungkapan aktivitas yang diduga berkaitan dengan judi online di sebuah rumah dinas di Cijantung bermula dari laporan warga. Masyarakat sekitar mencurigai adanya kegiatan tidak wajar di salah satu rumah yang berada dalam kompleks Angkatan Darat tersebut. Informasi itu kemudian disampaikan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Setelah menerima laporan, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan mendatangi lokasi yang dimaksud. Kedatangan petugas dilakukan untuk memeriksa informasi mengenai aktivitas mencurigakan tersebut sekaligus memastikan kondisi di tempat kejadian. Langkah ini menjadi tahap awal dalam menindaklanjuti laporan warga yang telah diterima.

Di lokasi, petugas kemudian mengamankan tempat kejadian agar pemeriksaan dan penanganan dapat berlangsung secara tertib. Sejumlah barang yang ditemukan turut diamankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut. Pengamanan lokasi dan barang bukti dilakukan setelah petugas berada di tempat, tanpa mengubah rangkaian kejadian sebagaimana informasi awal yang diterima.

Urutan tersebut menunjukkan bahwa laporan masyarakat menjadi awal pengungkapan, sebelum personel Kodim 0505/Jakarta Timur dan unsur kewilayahan bergerak ke lokasi. Setelah tempat didatangi dan diamankan, barang bukti diserahkan untuk mendukung tahapan pemeriksaan berikutnya. Seluruh penanganan selanjutnya dilakukan melalui proses yang berlaku, sehingga informasi mengenai aktivitas di rumah tersebut dapat ditelusuri berdasarkan temuan dan barang bukti yang telah diamankan.

Sebanyak 11 warga sipil diamankan dari sebuah rumah dinas di kawasan Cijantung dalam penanganan dugaan aktivitas judi online. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Informasi mengenai pengamanan tersebut menjadi bagian dari proses pemeriksaan yang dilakukan aparat terhadap kegiatan yang berlangsung di lokasi tersebut.

Setelah diamankan, seluruh warga sipil itu dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom). Mereka menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut untuk memperoleh keterangan mengenai aktivitas yang sedang ditangani. Proses tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi berbagai informasi yang berkaitan dengan keberadaan mereka di rumah dinas serta kegiatan yang ditemukan atau diduga berlangsung di tempat itu.

Selama proses penanganan, lokasi rumah dinas dipasangi garis polisi. Pemasangan garis tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengamanan area sekaligus untuk mendukung kelancaran pemeriksaan. Dengan adanya pembatas, akses ke lokasi dapat dikendalikan sehingga kondisi tempat tetap terjaga selama aparat melaksanakan pemeriksaan dan pendalaman.

Selain pemasangan garis polisi, aliran listrik di lokasi juga dipadamkan. Langkah ini termasuk dalam rangkaian pengamanan serta pemeriksaan terhadap area dan perangkat yang berada di dalam rumah dinas. Pemadaman dilakukan ketika aparat menangani lokasi, tanpa memberikan kesimpulan mengenai status hukum 11 warga sipil yang telah diamankan.

Hingga tahap ini, keterangan yang tersedia hanya menyebutkan bahwa enam laki-laki dan lima perempuan tersebut diamankan, kemudian dibawa ke Denpom untuk diperiksa lebih lanjut terkait aktivitas judi online. Pemeriksaan dan pendalaman menjadi proses yang diperlukan untuk mengumpulkan informasi secara lebih lengkap. Karena itu, status serta keterlibatan masing-masing orang masih menunggu hasil penanganan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Dalam proses penangkapan sebelas operator judi online dari rumah dinas di Cijantung, petugas turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kegiatan operasional mereka. Barang bukti tersebut terdiri atas 32 unit komputer, 14 telepon seluler, serta sembilan kartu tanda penduduk (KTP). Seluruh barang itu menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mendalami pola kerja, hubungan antaroperator, serta kemungkinan penggunaan lokasi tersebut dalam menjalankan aktivitas perjudian berbasis internet.

Keberadaan komputer dan telepon seluler menjadi perhatian karena perangkat tersebut berpotensi digunakan untuk mengelola situs, berkomunikasi dengan pihak lain, maupun memproses transaksi. Sementara itu, penyitaan sembilan KTP dapat membantu penyidik mencocokkan identitas orang-orang yang berada di lokasi ketika penindakan berlangsung. Namun, barang bukti yang diamankan tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan pihak tertentu di luar para tersangka. Penetapan peran dan tanggung jawab masing-masing masih bergantung pada hasil pemeriksaan serta proses hukum yang berjalan.

Kasus ini juga berlangsung dalam konteks pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak sehari sebelumnya mengenai komitmen TNI AD untuk menindak tegas anggota TNI aktif yang terbukti memfasilitasi rumah dinas sebagai markas judi online. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penggunaan fasilitas kedinasan untuk kegiatan ilegal tidak akan ditoleransi apabila fakta dan bukti yang mendukungnya telah diperoleh.

Maruli menyampaikan bahwa setiap laporan akan ditindak tegas. Ia juga menegaskan, pihaknya akan merespons cepat apabila terbukti ada andil TNI dalam aktivitas ilegal tersebut. Sikap itu menjadi penegasan bahwa laporan mengenai dugaan penyalahgunaan rumah dinas harus ditelusuri secara serius, tanpa mendahului hasil penyelidikan. Dalam kasus di Cijantung ini, penyitaan barang bukti dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai aktivitas di lokasi tersebut, sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan berdasarkan bukti yang sah.