Garuda Siapkan Rights Issue hingga 248,71 Miliar Saham, Danantara Inbreng Saham GMFI

Garuda Siapkan Rights Issue hingga 248,71 Miliar Saham, Danantara Inbreng Saham GMFI

Jakarta | PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menyiapkan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III), atau rights issue, sebagai bagian dari kelanjutan restrukturisasi keuangan perseroan. Rencana tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi pada 4 November 2026. Aksi korporasi ini membuka kesempatan bagi pemegang saham untuk membeli saham baru secara proporsional sesuai hak yang diberikan, dengan tetap mengikuti persyaratan dan jadwal yang nantinya ditetapkan.

Dalam rencana tersebut, Garuda akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 248,71 miliar saham baru Seri E. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp25. Jumlah yang dicantumkan merupakan batas maksimum penerbitan, sehingga realisasi saham yang ditawarkan dapat ditentukan lebih lanjut melalui dokumen resmi. Harga pelaksanaan diperkirakan berada dalam rentang Rp58 hingga Rp68 per saham, sementara harga final akan diumumkan dalam prospektus sesuai ketentuan yang berlaku.

Prospektus akan menjadi acuan bagi investor untuk memahami rincian penawaran, termasuk harga pasti, jumlah saham yang diterbitkan, jadwal pelaksanaan, serta ketentuan pemesanan dan pembayaran. Karena harga yang disebutkan saat ini masih berupa kisaran, pemegang saham dan calon investor perlu menunggu publikasi dokumen tersebut sebelum mengambil keputusan. Informasi final juga akan mengikuti proses dan aturan pasar modal yang berlaku.

PMHMETD III ditempatkan sebagai bagian dari upaya Garuda meneruskan agenda penataan kondisi keuangannya. Rights issue dapat menjadi sarana bagi perseroan untuk memperoleh dukungan modal dari pemegang saham, sekaligus menyediakan kerangka bagi pelaksanaan langkah restrukturisasi berikutnya. Namun, dampak terhadap posisi keuangan maupun kepemilikan setiap investor akan bergantung pada jumlah saham yang benar-benar diterbitkan, harga pelaksanaan, tingkat partisipasi pemegang saham, dan penggunaan dana yang dijelaskan dalam prospektus.

Dengan demikian, angka maksimum 248,71 miliar saham dan kisaran harga Rp58–Rp68 belum merupakan rincian final penawaran. Informasi dalam keterbukaan pada 4 November 2026 memberi gambaran awal mengenai skala rencana, sedangkan prospektus akan memuat dasar yang lebih lengkap bagi pemegang saham dalam menilai hak dan pilihan mereka. Perkembangan berikutnya perlu dicermati setelah perseroan menerbitkan dokumen penawaran resmi.

Dalam rencana rights issue Garuda Indonesia, PT Danantara Asset Management (DAM) akan berpartisipasi sebagai pemegang saham utama dengan menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Berbeda dari pemegang saham lain yang dapat membayar kewajibannya menggunakan uang tunai, DAM akan menyetorkan saham sebagai bentuk pemenuhan hak tersebut. Skema ini dikenal sebagai inbreng, yaitu penyetoran aset non-tunai ke dalam perusahaan sebagai bagian dari transaksi penambahan modal.

Aset yang menjadi objek inbreng adalah 82,10 miliar saham seri B PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI). Jumlah itu setara dengan 65,77 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor GMFI. Dengan demikian, partisipasi DAM dalam aksi korporasi Garuda dilakukan melalui pengalihan kepemilikan saham pada perusahaan perawatan pesawat tersebut, bukan melalui setoran dana tunai. Nilai saham yang diserahkan akan menjadi bagian dari mekanisme pelaksanaan HMETD sesuai ketentuan dan dokumen transaksi yang berlaku.

Pengalihan saham GMFI dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) kepada DAM telah selesai pada 2 November 2026. Setelah proses tersebut rampung, DAM tercatat sebagai pemilik saham GMFI yang menjadi objek inbreng. Penyelesaian pengalihan ini menjadi tahapan penting untuk mendukung pelaksanaan rencana penyetoran saham dalam rights issue Garuda. Struktur tersebut juga menempatkan DAM sebagai pihak yang dapat menggunakan haknya melalui aset yang telah dimiliki, alih-alih menyediakan dana tunai untuk seluruh partisipasinya.

Bagi pemegang saham Garuda lainnya, pilihan untuk mengikuti rights issue tetap dapat dilakukan melalui setoran tunai, sesuai jumlah hak yang dimiliki dan persyaratan penawaran. Perbedaan bentuk partisipasi ini mencerminkan bahwa pelaksanaan HMETD tidak harus menggunakan sumber pembayaran yang sama bagi setiap pemegang saham. Sementara itu, penggunaan saham GMFI oleh DAM mengaitkan aksi penambahan modal Garuda dengan struktur kepemilikan pada entitas anaknya. Rincian lebih lanjut mengenai pelaksanaan, penilaian aset, serta ketentuan bagi pemegang saham perlu merujuk pada keterbukaan informasi dan dokumen resmi perusahaan.Transaksi penerbitan saham baru dan rencana inbreng saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) merupakan tindak lanjut rancangan restrukturisasi penyehatan keuangan Garuda Indonesia Group periode 2025–2029. Rancangan tersebut telah memperoleh persetujuan Menteri BUMN pada Juni 2025. Garuda menyatakan aksi korporasi ini dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat kondisi keuangan dan mendukung agenda bisnis grup dalam jangka menengah. Pelaksanaannya tetap merujuk pada ketentuan yang berlaku, termasuk tahapan dan persetujuan regulator yang diperlukan. Dengan demikian, rencana ini belum dapat dipandang sebagai transaksi yang telah selesai sebelum seluruh proses formal dipenuhi.

Menurut perseroan, rights issue diharapkan membantu mengoptimalkan aset, memperbaiki ekuitas Garuda secara standalone, serta menyediakan dukungan bagi pengembangan bisnis. Sementara itu, inbreng saham GMFI diharapkan memperkuat pengendalian Garuda dan kepentingan ekonominya terhadap kinerja maupun nilai komersial perusahaan perawatan pesawat tersebut. Penguatan hubungan ini juga berpotensi mendorong sinergi bisnis penerbangan dan layanan pemeliharaan, perbaikan, serta perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO). Sinergi dapat mendukung koordinasi kebutuhan perawatan armada dan pemanfaatan kapasitas layanan, meskipun hasil akhirnya akan bergantung pada pelaksanaan dan kondisi bisnis masing-masing perusahaan.

Di sisi lain, pemegang saham perlu mempertimbangkan risiko dilusi. Investor yang tidak menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) berpotensi mengalami penurunan porsi kepemilikan hingga maksimal 37,92 persen, sesuai skenario yang disampaikan untuk aksi tersebut. Tingkat dilusi aktual dapat dipengaruhi oleh partisipasi pemegang saham dan realisasi struktur final penerbitan saham. Dampak rights issue terhadap kas, aset lancar, serta rasio likuiditas perseroan juga belum dapat dipastikan secara terpisah dari faktor-faktor tersebut. Garuda masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum pelaksanaan. Investor sebaiknya mencermati prospektus dan keterbukaan informasi final untuk menilai jumlah saham, harga pelaksanaan, jadwal, penggunaan dana, serta konsekuensi terhadap kepemilikannya.

Laporan keuangan konsolidasian audit Garuda Indonesia Group untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 menunjukkan pendapatan usaha sebesar US$1,80 miliar. Meski demikian, perusahaan masih membukukan rugi periode berjalan US$112,96 juta. Angka tersebut mencerminkan bahwa kinerja pada paruh pertama 2026 belum menghasilkan laba, walaupun besarnya kerugian menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada enam bulan pertama 2025, rugi periode berjalan tercatat US$147,05 juta. Dengan demikian, kerugian pada periode hingga 30 Juni 2026 lebih kecil sekitar US$34,09 juta secara nominal. Perbandingan ini menunjukkan adanya penyusutan rugi dari tahun ke tahun, tetapi belum mengubah posisi Garuda menjadi laba. Pendapatan usaha yang mencapai US$1,80 miliar juga perlu dibaca bersama hasil akhir periode, bukan dianggap sebagai ukuran tunggal kondisi keuangan atau tanda bahwa seluruh tekanan finansial telah teratasi.

Dari sisi neraca, total liabilitas Garuda Indonesia Group pada 30 Juni 2026 mencapai US$7,43 miliar. Pada tanggal yang sama, perusahaan mencatat defisiensi modal atau ekuitas negatif sebesar US$52,15 juta. Posisi tersebut menjadi bagian penting dari gambaran keuangan yang menyertai rencana rights issue hingga 248,71 miliar saham dan inbreng saham GMFI oleh Danantara.

Baca juga: Dudung Minta Putusan MK soal Gibran Disikapi Bijak, Pemerintah Siapkan Koordinasi Politik | DKI Jakarta Siapkan Saringan Sampah di 11 Sungai untuk Menahan Kiriman Sampah | Pramono Anung Siapkan Kajian untuk Menentukan Kelanjutan Ganjil-Genap di Jakarta

70 kunjungan