Bekasi | Tim gabungan Satreskrim Polres Metro Bekasi dan Polsek Sukatani menangkap RM, yang disebut sebagai pelaku pembunuhan terhadap seorang pelajar SMP berinisial AM. Korban diketahui berusia 15 tahun. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan utama dalam perkara duel senjata tajam yang berujung pada meninggalnya korban setelah perselisihan mengenai korek api.
RM ditangkap pada Selasa, 13 Oktober 2026. Penangkapan berlangsung di rumah RM yang berada di Kampung Srengseng Kali Abang, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Lokasi tersebut menjadi tempat tim gabungan menemukan dan menangkap RM dalam rangka penanganan perkara yang melibatkan korban berinisial AM.
Pelaksanaan penangkapan dilakukan oleh personel Satreskrim Polres Metro Bekasi bersama anggota Polsek Sukatani. Keterlibatan dua unsur kepolisian itu menunjukkan bahwa penanganan perkara dilakukan secara bersama oleh tim gabungan dari tingkat polres dan polsek. RM kemudian disebut sebagai pihak yang ditangkap dalam perkara pembunuhan terhadap pelajar SMP tersebut.
Peristiwa ini menempatkan AM, pelajar SMP berusia 15 tahun, sebagai korban dalam insiden yang bermula dari perselisihan mengenai korek api. Perselisihan itu kemudian dikaitkan dengan duel menggunakan senjata tajam hingga berujung maut. Penangkapan RM di wilayah Sukatani menjadi informasi awal mengenai langkah aparat dalam menangani peristiwa tersebut. Dengan demikian, pokok berita ini adalah penangkapan RM oleh tim gabungan pada Selasa, 13 Oktober 2026, di rumahnya di Kampung Srengseng Kali Abang, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Menurut keterangan Kapolsek Sukatani AKP Nano Indratno, rangkaian peristiwa yang berujung pada duel senjata tajam tersebut bermula dari persoalan sederhana, yakni perselisihan mengenai sebuah korek api. RM disebut merasa kesal setelah menuduh AM mengambil atau mencuri korek api miliknya. Tuduhan itu kemudian menjadi pemicu awal terjadinya ketegangan keduanya.
Keterangan tersebut menggambarkan bahwa konflik tidak langsung berawal dari persoalan besar, melainkan dari kesalahpahaman dan rasa tidak terima yang berkembang di para pelajar. RM diduga mempermasalahkan keberadaan korek api yang diyakininya telah diambil oleh AM. Namun, informasi yang disampaikan dalam keterangan kepolisian tidak menjelaskan secara pasti apakah korek api tersebut benar-benar diambil, hilang, atau berada di tempat lain.
Karena itu, persoalan tersebut perlu dipahami sebagai latar belakang munculnya konflik, bukan sebagai penetapan mengenai siapa yang benar dalam tuduhan tersebut. Keterangan Kapolsek hanya menerangkan bahwa dugaan pengambilan korek api memicu kekesalan RM dan menjadi awal perselisihan sebelum peristiwa berikutnya terjadi. Keberadaan korek api serta kebenaran tuduhan yang disampaikan dalam pertengkaran itu masih menjadi bagian dari informasi yang tidak dijelaskan secara rinci oleh sumber.
Perselisihan kecil semacam itu dapat berkembang ketika tidak segera diredakan, terutama apabila melibatkan emosi, tekanan dari lingkungan pergaulan, atau ajakan untuk menyelesaikan masalah secara langsung. Dalam kasus ini, dugaan persoalan korek api kemudian dikaitkan dengan konflik yang berujung pada perkelahian menggunakan senjata tajam. Polisi masih menangani perkara tersebut berdasarkan keterangan para pihak dan informasi yang diperoleh dalam penyelidikan.
Perselisihan yang semula berupa cekcok RM dan AM kemudian berkembang menjadi rencana duel menggunakan senjata tajam. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa konflik tidak berhenti pada adu mulut, tetapi berlanjut ke tindakan yang berisiko membahayakan keselamatan kedua pihak. Setelah terjadi pertengkaran, keduanya tidak memilih untuk mengakhiri masalah atau menyelesaikannya secara damai. Sebaliknya, mereka menyepakati pertemuan yang ditujukan untuk berduel.
Menurut keterangan AKP Nano Indratno, RM dan AM membuat janji melalui media sosial. Komunikasi tersebut digunakan untuk menentukan lokasi pertemuan yang akan menjadi tempat duel. Setelah lokasi disepakati, keduanya kemudian sepakat bertemu untuk melakukan duel dengan membawa senjata tajam. Keterangan ini menjelaskan bagaimana perselisihan pribadi berubah menjadi peristiwa yang lebih serius karena melibatkan perencanaan pertemuan dan penggunaan senjata.
Kesepakatan melalui media sosial menjadi tahap penting dalam perkembangan konflik tersebut. Media komunikasi itu tidak hanya digunakan untuk menyampaikan tantangan, tetapi juga untuk menyamakan tujuan pertemuan dan menetapkan tempat yang telah disetujui bersama. Dengan demikian, duel itu bukan semata-mata perkelahian spontan yang terjadi karena emosi sesaat. Ada keputusan dari kedua pihak untuk bertemu setelah lokasi ditentukan, meskipun keputusan tersebut membawa konsekuensi yang sangat fatal.
Perubahan dari cekcok menjadi duel bersenjata memperlihatkan bagaimana konflik antarpelajar dapat meningkat ketika tidak segera dihentikan. Tantangan untuk bertemu, kesepakatan lokasi, serta keterlibatan senjata tajam membuat potensi kekerasan menjadi semakin besar. Dalam peristiwa ini, duel yang awalnya berangkat dari perselisihan berakhir dengan jatuhnya korban jiwa, yakni seorang pelajar SMP. Rangkaian kejadian tersebut juga menjadi gambaran bahwa penyelesaian masalah melalui ajakan berduel dapat menimbulkan dampak yang tidak dapat dipulihkan.
Peristiwa itu berlangsung ketika RM dan AM bertemu di lokasi kejadian. Pertemuan tersebut kemudian berubah menjadi konfrontasi setelah keduanya terlibat perselisihan yang diduga berkaitan dengan korek api. Situasi memanas dalam waktu singkat. RM dan AM tidak lagi hanya terlibat adu mulut, melainkan langsung saling menyerang menggunakan senjata tajam yang mereka bawa.
Serangan berlangsung dalam jarak dekat. Keduanya terlibat duel, sementara senjata tajam digunakan secara bergantian dalam perkelahian tersebut. Di tengah bentrokan, AM mengalami sejumlah luka akibat sabetan. Kondisi korban semakin parah ketika bagian leher dan punggungnya terkena sabetan serius. Luka-luka itu membuat AM mulai kehilangan tenaga dan kesulitan untuk melanjutkan perlawanan.
Duel tersebut akhirnya berhenti ketika RM melihat AM sudah mengalami luka parah. Setelah itu, AM sempat berusaha melarikan diri dari lokasi. Namun, upaya tersebut tidak berlangsung jauh karena kondisi fisiknya terus melemah akibat luka yang dideritanya. Darah yang keluar dan luka serius pada bagian tubuhnya membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri.
AM kemudian roboh di sekitar lokasi kejadian. Tidak lama setelah itu, pelajar SMP tersebut dinyatakan meninggal dunia di tempat. Kematian AM terjadi setelah ia mengalami luka sabetan serius, terutama pada bagian leher dan punggung, dalam duel senjata tajam bersama RM. Rangkaian kejadian di lokasi berakhir dengan korban tergeletak dan nyawanya tidak tertolong.
Baca juga: Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Pelajar Antusias Terima Materi Karhutla dari Tim Penyuluh | Polresta Tuban Pantau Pergerakan Pengedar, 3 Target Operasi Berujung Penangkapan
